Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Keluarga Harapkan Nitizen "Stop" Ungah Photo dan Vidio Almarhum Muhammad Basri di Medsos

Selasa | 5/12/2020 WIB Last Updated 2020-05-12T03:38:43Z



Aceh Utara - Keluarga Almarhum Muhammad Basri (37) korban amuk massa dikawasan Serpong Tangerang Selatan, Jum'at (8/5) lalu, mengharapkan kepada para netizen untuk tidak lagi mengunggah (apload) photo atau vidio korban di medsos. Hal tersebut disampaikan Akmal Daud mewakili keluarga korban yang juga sebagai ketua PSM Aceh. Senin (11/5) kepada media.

"Harapan saya mewakili keluarga kepada para netizen "stop" unggah photo atau vidio  almarhum Muhammad Basri ke media sosial. Karena bisa membuat keluarga korban trauma dan sedih, apalagi korban memiliki istri dan bocah munggil yang berusia 7 tahun, bayangkan bagaimana perasaan mereka ketika melihat photo atau vidio almarhum ayahnya yang berdarah darah dan terlihat sadis akibat dikeroyok massa tanpa diketahui apa kesalahan nya." ujar Akmal Daud salah satu Pekerja Sosial terbaik Aceh yang pernah mendapat undangan kehormatan ke Istana presiden RI 

"Ya Allah berikan kesabaran dan ketabahan hati anak, istri dan keluarga almarhum, tempatkanlah jasad almarhum Muhammad Basri yang layak disisimu Ya Allah," tutur Akmal Daud seraya meminta penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini.

"Kasus ini sudah ditangani aparat Kepolisian Serpong Tangerang Selatan, dan dalang utama selaku provokator dalam kasus ini kami dengar sudah ditangkap. Saya meminta dukungan semua pihak, terutama Kapolda Aceh dan Kepolisian Serpong untuk menindak pelaku sesuai dengan UU yang berlaku," harap Akmal.

Untuk diketahui, jenazah almarhum Muhammad Basri tiba dirumah duka tepatnya di Desa Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, sekira pukul 00,40 WIB, Minggu (11/5) malam, hal ini jauh berbeda dengan perkiraan sebelumnya.

Tidak berselang lama, jenazah shalatkankan dan kemudian langsung disemanyamkan
di pemakaman keluarga tepatnya di belakang rumah orang tua almarhum, pukul 01,30 WIB. Karena korban meninggal sudah tiga hari, dan tidak mungkin ditunggu pagi harinya. Tampak ratusan warga pelayat larut dalam kesedihan, Isak tagis tak terbendung menggingat korban sudah lama hidup diperantauan jauh dari keluarga.

Kepala Desa (Keuchik gampong) Teupin Gajah Muhammad Yusuf tampak terharu dan mengucapkan."Terima kasih kepada relawan PAS yang telah membantu pemulangan jenazah Muhammad Basri hingga ke rumah duka. Ya Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi semua relawan PAS yang akan kembali kerumah masing masing," ucap Muhammad Yusuf sambil berharap para nitizen tidak lagi mengunggah vidio almarhum di media sosial sama halnya apa yang telah disampaikan Akmal Daud. 

Rombongan relawan Persatuan Aceh Serantau (PAS) bersama petugas Patwal yang mengantar jenazah korban di sambut haru dan penuh dukacita oleh seribuan masyarakat yang berasal dari berbagai Desa wilayah kecamatan setempat, meski diguyur hujan deras masyarakat dari berbagai daerah hadir melayat kerumah duka, seperti dari Aceh Timur, Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Amatan beberapa media dalam melakukan peliputan bergabung dengan PAS Aceh dalam penjemputan jenazah Muhammad Basri ke perbatasan Langkat Tamiang perbatasan Sumut, Minggu (10/5). Dari pukul 10,30 WIB dalam perjalanan pulang bersama iringan mobil relawan, terlihat solidaritas warga melambaikan tangan mulai dari Langsa, Pureulak, Idi dan sepanjang jalan hingga sampai ke Panton Labu banyak warga yang sudah menunggu mobil jenazah di Sp empat pinggir jalan arah rumah korban.

Diberitakan sebelumnya, almarhum Muhammad Basri merupakan korban amuk massa yang salah sasaran, karena diterikin maling sepmor  disebuah swalayan kawasan Serpong Tanggerang Selatan Banten.

Jenazah diantar melalui jalur darat mengingat saat ini bandara sedang tidak dibuka, akibat pandemik Covid-19. Oleh karena itu PAS membawa jenazah pulang melalui jalur darat dan dikawal oleh mobil PJR dari polda aceh di dampingi relawan PAS dari tangerang hingga ke rumah duka ujar ikhsan,."(said)
×
Berita Terbaru Update