Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Covid19, Terkait Pengadaan Gabah Kadis Ketahanan Pangan Diam Seribu Bahasa

Rabu | 5/20/2020 WIB Last Updated 2020-05-20T10:29:05Z

Kaur, Bengkulu - Sejak dinyatakan kabupaten kaur masuk zona merah corona virus disease 2019 (covid19). Pemerintah daerah kabupaten kaur menganggarkan dana sebesar 16,5 miliar untuk penanganan percepatan wabah corona virus disease 2019 (Covid19)

Dana 16,5 miliar tersebut digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dinas kesehatan dan RSUD Kaur serta kelengakapan tenaga medis lainnya dan yang dibutuhkan keperluan dalam menghadapi selama pandemi berlansung, Baik dibidang penanggulangan bencana, sosial dan masih banyak lagi yang lainya. Termasuk pengadaan cadangan pangan di Dinas ketahanan Pangan (DKP)Kabupaten Kaur.

Sebelumnya Dinas ketahanan pangan (DKP) kabupaten kaur setiap tahunnya selalu memperhatikan ketersedian pangan. Di tahun 2018 masih ada sisa sekitar 3 Ton,  di Tahun 2019  pengadaan gabah 7 Ton,  2020 sebelum corona 21 Ton, 2020 cadangan pangan dalam menyikapi pandemi covid19 60 Ton Semuanya di beli dengan harga 6500 Rupiah / Kg. Tentunya kita berharap cadangan pangan di kabupaten bisa mencukupi selama pandemi Covid19 berkelanjutan.

Namun sangat di sayangkan Pengadaan gabah padi kering petani di Dinas Ketahan Pangan (DKP) kabupaten kaur di nilai tidak transparan. Pasalnya Saat di konfirmasi awak media pada hari jum'at 15 Mei 2020 Tentang jasa penyedia yang melibatkan 2 kelompok tani yang ada di kabupaten kaur, Kepala Seksi (Kasi) cadangan pangan Dodi Tidak bisa menjelaskan secara detail.

" Penggadaan Gabah kering petani Untuk penanganan covid19 itu sebanyak 60 Ton dengan harga 6500 rupiah/kg dan untuk pengadaan sebelum covid19 tahun 2020 sebanyak 21 Ton, 2019 sebanyak 7 Ton,  2018 ada sisa sekitar 3 Ton. Kalau pihak ketiga tidak ada karna ini belanja lansung namun dilibatkan 2 kelompok tani untuk pengadaan gabah covid19 masing-masing 1 kelopok tani di tanjung kemuning, Satunya lagi kelompok tani Kinal. Nah untuk nama kelompok Taninya saya lupa tapi catatanya ada di kantor" Ujarnya saat di wawancarai awak media di gudang ketahanan pangan pondok pusaka, Jum'at 15 Mei 2020.

Selasa 19 Mei 2020 Awak media mencoba konfimasi ulang pada Dodi yang sebagai Kasi ketahanan pangan via whatsap untuk meminta nama kelompok tani yang di sebutkanya sebelumnya. namun tetap tidak memberikan jawaban.
Rabo 20 Mei 2020 awak media kembali mencoba konfirmasi untuk menanyakan hal yang sama kepada dodi via whatsapp. Dodi menjelaskan "Dak ade wewenang aq masalah gabah ni. aq cuma menerima di gudang. masalah pengadaan itu kabid gale. kabid langsung penguna anggaran nye. Kami dgn kbid dak tahu menahu masalah itu. langsunglah dgn kadis"Terang Dodi melalui pesan whatsapp

Di hari yang sama Selasa 19 Mei 2020 awak media juga menghubungi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kaur Wariman SE. MM selaku pengguna anggaran via whatsapp untuk menanyakan hal yang sama. Namun tidak ada jawaban alias diam seribu bahasa.

Dari hasil pantauan di lapangan terpal yang di gunakan diduga memakai terpal lama sedangkan di daftar Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) di situ ada biaya belanja terpal.
Rabo 20 Mei 2020 awak media juga kembali menayakan hal yang sama dan menanyakan tentang biaya makan minum petugas serta pengadaan terpal via whatsapp. Tapi kepala DKP kabupaten Kaur tetap saja tidak menjawab.

Di ketahui  tertuang pada Rencana Kebutuhan Belanja Penanganan Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid19)  Kabupaten Kaur Tahun 2020 untuk pengadaan gabah di ketahanan pangan sebesar Rp 528.000.000 dengan rincian belanja gabah Rp 360.000.000 dan sisanya untuk leperluan lainya sampai pendistribusian pada masyarakat.

Hal ini tentunya sangat di sayangkan, padahal pesan konfirmasi via whatsapp  sudah di baca semua oleh  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kaur, Sampai berita ini diterbitkan Kepala DKP belum  menjawab. (SUMANTRI)
×
Berita Terbaru Update