Notification

×

Iklan

Iklan

Propam Periksa Kapolsek RBD PIAR NTT, Tegas Minta Non Aktifkan Kapolsek Penerima Uang

Minggu | 2/15/2026 WIB Last Updated 2026-02-15T05:44:24Z



ROTE NDAO - Direktris Pengembangan Inisiatif Advokasi Rakyat Nusa Tenggara Timur(PIAR-NTT), Ir. Sarah Lery Mboeik, Mendesak Kepala Kepolisian Nusa Tenggara Timur(Kapolda-NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kapolres Rote Ndao,segera mengambil sikap tegas terhadap Oknum Kapolsek Rote Barat Daya, IPDA Subur Gunawan, S.H, dugaan menerima uang sebanyak Rp.15.000.000,-(lima belas juta rupiah) terkait Penanganan Kasus Ilegal Fhising 


Kepada Wartawan, Direktris PIAR-NTT, mengatakan, Menangapi Pemberitaan Media Massa, cukup sedih, kasihan, dengan Nelayan yang berpenghasilan rendah seperti itu yang susah hidup apalagi di musim penghujan seperti ini tapi tega-teganya Oknum Kapolsek Rote Barat Daya mengambil keuntungan dari Masyarakat untuk kepentingan pribadi dengan dalil berdamai.


Sara, Menegaskan Kasus ini, sangat mencoreng citra dan martabat Polri. Institusi yang nota Bene adalah institusi yang Melindungi,Mengayomi,dalam proses Penegakan Hukum, tapi kenapa?, Harus dipakai dan di jadikan alat dengan cara pendekatan memeras Masyarakat seperti itu" sedih deh", jika ini terbukti ini sangat-sangat memalukan institusi Polri. Ucap Sarah Lery Mboeik 


Menurut Direktris PIAR-NTT, jika sudah mencuat seperti ini maka Korban sekaligus Pelagu Ilegal Fishing sudah pasti akan mencari keselamat bagi dirinya.


Saya juga membaca melalui Pemberitaan bahwa Pihak Propam Polres Rote Ndao,Telah memeriksa yang bersangkutan,untuk itu maka tak ada dalil apapun selain Segera di Nonaktifkan,Karena dari awal jika di baca dalam pemberitaan maka sudah ada Niat terselubung dari Upaya Penangkapan Para Nelayan,"dan itu Jelas sekali SOP Penanganan tidak berjalan

Sangat disayangkan sekali.


Untuk itu maka Saya Meminta Agar Kapolda NTT,Melalui Kapolres Rote Ndao,Segera Menonaktifkan Kapolsek Rote Barat Daya dari Jabatannya sebagai Kapolsek.


 Agar menjadi pembelajaran Bagi Para Kapolsek Lainya serta tidak Mencoreng citra Polri serta contoh buruk dalam institusi serta tidak mengulangi perbuatannya lagi. 


Menurut Sarah Lery Mboeik, Kalau kita dalam era reformasi kepolisian harusnya di jaga integritas apalagi di wilayah-wilayah terpelosok, ini menadahkan banyak kejadian-kejadian yang terjadi di daerah terpelosok yang terisolir.


Ia juga Menegaskan, Sesuai Pemberitaan Media Massa sangat mengegerkan publik. Harusnya Kepolisian Polda NTT, responsif atas kejadian yang menurunkan citra Polri dan terkhususnya Kepolisian Resor Rote Ndao. 


Secara pribadi Ir. Sarah Lery Mboeik, memberi Apresiasi yang setinggi tingginya bagi Media-media Massa yang berani membongkar dan kalau bisa dipantau ke daerah-daerah pelosok lainnya.


" Kasihan rakyat sekarang hidupnya lagi susah luar biasa, harusnya Polri bangun empati terhadap rakyat bukan peras. Jika tidak bisa bangun empati maka penegakan hukum jangan tumpulkan, lebih baik tolong masyarakat miskin agar mendapat empati dan simpatik itu tidak merugikan namun akan menjadi berkat bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia(Polri)". Ujar Lery Mboeik


Informasi yang diperoleh dari sumber yang terpercaya kejadian tersebut bukan baru pertama kalinya terjadi namun sudah lebih dari satu kali sementara Kapolsek Rote Barat Daya, IPDA Subur Gunawan, S.H, Baru saja bertugas di Polsek ROte Barat Daya kurang lebih dua(2) bulan.

×
NewsKPK.com Update