ODP Covid-19 Tertinggi Setelah Medan, Pemkab Simalungun Siagakan 350 Tenaga Medis Di RSUD Perdagangan

ODP Covid-19 Tertinggi Setelah Medan, Pemkab Simalungun Siagakan 350 Tenaga Medis Di RSUD Perdagangan

Senin, 23 Maret 2020, 10.46

Sumut - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut merilis jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumut melonjak menjadi 496 per posisi Minggu (22/03/2020) pukul 17.00 WIB dibandingkan jumlah 338 per posisi Sabtu (21/03/2020) jam yang sama. Secara jumlah, data ODP Minggu sore, meningkat 31,8% dibandingkan data Sabtu sore.

Sesui Informasi yang didapat dari Wakil Sekretaris Gugus Tugas Pelaksana Covid-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah, pada konferensi pers Minggu (22/03/2020), didampingi Bidang Media dan Sosialisasi Gugus Tugas Covid-19 Sumut Gelora Viva Sinulingga

Pada keteranganya Aris Yudhariansyah menyebutkan Kabupaten Simalungun salah satu Kabupaten tertinggi jumlah ODP-nya yaitu 60 orang, setelah Kota Medan sebanyak 77 orang, ODP terendah antara lain di Toba 2 orang dan Batubara 4 orang,terdapat juga beberapa kabupaten yang sama sekali tidak ada ODP, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yang positif Covid-19, seperti Samosir, Nias, dan lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Gugus Tugas Covid-19 Sumut, PDP tertinggi di Medan yaitu 42 orang, disusul Deli Serdang 2 orang, Serdang Bedagai 2 orang, Langkat 1 Orang dan Toba 1 orang,namun masih belum terhimpun seluruhnya data-data PDP dan ODP,sebab masih ada rumah sakit dari daerah kabupaten/kota yang belum melaporkan data.

Berikut daftar PDP, positif Covid-19 dan ODP di Sumut (orang):

PDP / Positif / ODP
1. Medan 42 / 2 / 77
2. Langkat 1 / 0 / 16
3. Binjai 0 / 0 / 0
4. Deli Serdang 2 / 0 / 50
5. Serdang Bedagai 2 / 0 / 26
6. Batu Bara 0 / 0 / 4
7. Karo 0 / 0 / 3
8. Dairi 0 / 0 / 32
9. Tebing Tinggi 0 / 0 / 0
10. Pematang Siantar 0 / 0 / 9
11. Simalungun 0 / 0 / 60
12. Tanjung Balai 0 / 0 / 24
13. Labuhan Batu Utara 0 / 0 / 2
14. Asahan 0 / 0 / 12
15. Labuhan Batu 0 / 0 / 10
16. Toba 1 / 0 / 2
17. Samosir 0 / 0 / 0
18. Labuhan Batu Selatan 0 / 0 / 0
19. Humbang Hasundutan 0 / 0 / 0
20. Tapanuli Tengah 0 / 0 / 42
21. Tapanuli Utara 0 / 0 / 17
22. Sibolga 0 / 0 / 0
23. Mandailing Natal 0 / 0 / 0
24. Pakpak Bharat 0 / 0 / 57
25. Nias Selatan 0 / 0 / 15
26. Padang Sidimpuan 0 / 0 / 16
27. Gunung Sitoli 0 / 0 / 0
28. Nias Utara 0 / 0 / 0
28. Tapanuli Selatan 0 / 0 / 3
30. Nias 0 / 0 / 0
31. Nias Barat 0 / 0 / 0
32. Padang Lawas Utara 0 / 0 / 9
33. Padang Lawas 0 / 0 / 20.

Sebelumnya diberitakan bahwa Bupati Simalungun suda menyiagakan 350 tenaga medis,untuk penanganan Covid-19,pada penjelasanya JR Saragi mengatakan,"Pemkab Simalungun telah menyiagakan 350 tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan di RSUD Perdagangan,dan seluruh tenaga kesehatan ini akan dilengkapi dengan pakaian khusus untuk penanganan virus Covid-19,agar para medis tidak takut melaksanakan pekerjaannya,seluruh jajaran Pemkab Simalungun hingga bidan-bidan desa, kami akan selalu bergandengan tangan dalam memberikan himbauan dan pelayanan dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19. Instruksi pemerintah pusat dan kerja bersama kita di daerah, kita harapkan dapat memberikan hasil maksimal dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di wilayah Simalungun,kata Bupati Kamis 20/03.

Begini gejala dan yang dirasakan oleh orang yang terjangkit virus corona dari hari ke hari mengutip dari bussines insider

Hari 1: Pasien mengalami demam atau suhu tinggi. Mereka juga mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya.

Hari 5: Pasien mungkin mengalami kesulitan bernafas terutama jika mereka orang yang sudah lanjut usia atau memiliki penyakit yang yang sebelumnya telah kronis.

Hari 7: Ini adalah waktu rata-rata, sebelum pasien dirawat di rumah sakit. Menurut penelitian Universitas Wuhan di hari ketujuh inilah gejala mulai semakin parah, pasien biasanya perlu dirawat di hari ketujuh.

Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut, yang terjadi yakni paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernafas sehingga menyebabkan gagal nafas dan berakibat sangat fatal

Hari 10: Jika pasien menunjukkan gejala yang terus memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika pasien tersebut kemungkinan besar akan dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan untuk para pasien dengan kasus yang lebih ringan.

Hanya sebagian kecil yang mati: Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2 persen.

Hari 17: Rata-rata, orang yang sembuh dari virus dikeluarkan dari rumah sakit setelah menjalani perawatan selama 2,5 minggu.(R-Tim).

TerPopuler