Diduga Oknum Kades Matarape Miliki Ijazah Palsu Paket C

Diduga Oknum Kades Matarape Miliki Ijazah Palsu Paket C

Sabtu, 14 Maret 2020, 09.34

Morowali- Diduga Oknum Kepala Desa(Kades) Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi tengah Memiliki ijazah Palsu Paket C sekolah menengah atas.

"Dari keterangan Salah seorang warga masyarakat JI, Desa Matarape yang sudah merasa dirinya di rugikan menjelaskan kepada wartawan,14-pebruari-2020 bahwa Oknum Kepala Desa (Kades) Harun Memiliki Ijazah palsu Paket C tidak terdaftar sehingga saya merasa di rugikan,"Ungkapnya

Artinya saya merasa di rugikan, kenapa saya merasa di rugikan karena saya ini sudah memenuhi persyaratan, saya ini yang murni sementara lawannya saya memakai Ijazah tidak terdaftar.itulah saya sehingga agak merasa di rugikan karena kita ini benar-benar artinya mendapatkan ijazah saya tersebut penuh dengan perjuangan dan apalagi peraturan sekarang harus tunduk dengan aturan tidak boleh memakai ijazah tidak terdaftar untuk mendaftar sebagai syarat calon kepala desa.itulah yang membuat saya sehingga saya menuntut," Jelasnya.

"Kita tau kepala desa ini, masih satu desa atau satu kampung dan memang beliau itu tidak pernah duduk bangku sekolah SMP dan SMA, begitu kita tau mendapatkan itu ijazah kita Curigai," Terangnya sumber.

Ijazah sekarang kan? Kalau Ijazah Paket ada yang terdaftar tapi setelah kita adakan penelitian ternyata ijazah Kades Harun itu tidak terdaftar," Sebutnya sumber.

"Saya merasa di rugikan, karena kita ini betul-betul memang kita sekolah dan perjuangan mendapatkan ijazah SMP 3 tahun, SMA 3 tahun. terus seperti kades harus mendapatkan beli atau apa, dan kira-kira semua orang mau kalau beli ijazah.kalau mau dalam cara beli istilah sekarang lebih mau beli ijazah mau berapa juta, apalagi macam kita di Desa terpencil kita mendapatkan ijazah SMP itu keluar kota sekolah jauh untuk mendapatkan ijazah SMP dan Ijazah SMA,"Ucapnya Sumber.

Artinya kita mengusut atau melaporkan bagaimana prosedur supaya ini di proses dalam arti biar hukum yang menentukan seperti itu," Harapnya.

"Oknum kades Harun baru 4 bulan sebagai Kepala Desa Matarape, harapan saya supaya benar-benar itu aturan sebenarnya di jalankan sesuai dengan undang-undang supaya Kasus ini di usut tuntas, artinya sebagaimana undang-undang yang berlaku di negara kita khususnya di kabupaten Morowali.dan ini saya tetap akan pertanggungjawabkan sesuai keterangan data bukti jika data bukti lengkap," Tutupnya.

Ketika dihubungi nomor telepon 0823460498xx tidak aktif, dan di chating melalui nomor WhatsApp pada tanggal 14 sampai 15 Pebruari 2020 untuk mengkonfirmasi oknum kades Harun, namun jawaban balasan chatingan pada tanggal 26-pebruari-2020 "Waalaikumsalam pak. Bpk ku ada di kampung pak saya ini anaknya kebetulan di kampung setengah mati jaringan dan saya di Kendari sekarang.

Kalau boleh tau maksdnya bagaimana pak?? balasnya chatingan WhatsApp, dan saat itu juga langsung komunikasi bahwa mengakui dirinya nomor handphone ini adalah anaknya kades Harun saya akan kabarin bapak saya nanti," Jawabnya di telpon.

Yohanes

TerPopuler