Mantap, Emak-Emak Di Pantai Mantak Tari Tutup Akses Wisata

Mantap, Emak-Emak Di Pantai Mantak Tari Tutup Akses Wisata

Minggu, 08 September 2019, 21.37
Pidie — Sebuah Gubuk tempat berjualan jajanan pinggir pantai yang diduga tidak ada ijin dari warga setempat  dibakar massa, Minggu (8/9) siang Warga marah, karena kafe semakin banyak dan meresahkan.

Sementara tidak ada aksi dari pemerintah setempat sehingga 8 unit bangunan kafe  yang berada di kawasan pantai mantak tari Kecamatan simpang tiga , Kabupaten pidie satu diantara nya  dibakar emak-emak dari lima desa  setempat, Kafe itu diduga menjadi tempat mesum dan maksiat yang telah meresahkan masyarakat.

Informasi yang dihimpun newskpk di lapangan, kafe yang ada di mantak tari tersebut semakin hari semakin bertambah. Terakhir, warga mendeteksi sudah mencapai 4 buah kafe dan juga diduga menyediakan tempat prostitusi terselubung.
Keberadaan kafe sudah sering dilaporkan kepada instansi terkait. Termasuk muspika kecamatan sejak lama. Namun tidak ada tanggapan dari muspika.

Karena sudah mulai meresahkan itulah, puluhan perempuan mendatangi kafe tersebut
”Waktu kafe di sini masih satu sudah kami peringatkan,Namun tidak digubris. Sekarang sudah 8 kafe yang berdiri. Tentu hal ini semakin meresahkan kami masyarakat. Karena tidak ditanggapi makanya mayarakat yang mayoritas ibu-ibu bertindak membakarnya,” ujarnya.

Keuchik gampong kupula,M.Jakfar saat di komfirmasi di lokasi  kejadian membenarkan adanya pembakaran kafe yang tanpa ijin  di wilayahnya. Dia juga membenarkan di lokasi kafe tersebut di jadikan tempat maksiat.

“Memang ada pembakaran kafe. Pemicu yang paling mendasar, karena di lokasi kafe kuat dugaan emak-emak di sini melihat ada tertinggal baju dalam wanita.

Saat ini, katanya, pihak Pemerintahan desa kupula kecamatan simpang tiga telah menginstruksikan agar seluruh kafe  itu ditutup selamanya. “Dan tidak diizinkan lagi beroperasi, karena masyarakat mengancam akan membakar lagi kalau memang membandel masih buka,” tegasnya.laporan (FH01)

TerPopuler