Mencuat Duagaan Penyimpangan Dana Desa Margo Mulyo, Kades Pura-Pura Tidak Tahu

Mencuat Duagaan Penyimpangan Dana Desa Margo Mulyo, Kades Pura-Pura Tidak Tahu

Senin, 09 September 2019, 05.56
Bengkulu Kaur,  - Sejumlah Dugaan penyimpangan Dana Desa  Margo Mulyo,Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur  yang bersumber dari APBN 2019, Tahap satu 20% dan Tahap dua 40%, serta tahap tiga 40% , Mencuat ke publik. Dengan Rincian Tahap satu 20% Rp 146.101.000,- pengadaan matreal seluruh kegiatan 2019.
Tahap dua 40% Rp 292.202.000 upah pekerja.
Tahap tiga 40% Rp 292.202.000.upah pekerja dan pengadaan PLTS 3 unit. Dari total dana Rp 730.505.000,-

Anehnya meskipun tahap tiga 40% belum cair pihak penanggung jawab pengguna anggaran (PA) dalam hal ini kepala Desa,Sudah mengerjakan kegiatan tersebut termasuk pengadaan PLTS tiga unit sudah  di pesan  dan siap di pasanag,namun dana tersebut di peroleh dari mana, awak media belum mengetahui secara pasti.
Dalam pelaksanaan tersebut Diduga keras ada penyimpangan dana.Pasalnya Pekerjaan tidak sesuai aturan dan RAB, Dalam pelaksanaan pekerjaan, Kades Margo Mulyo Mas Uda Begitu nama panggilannya Memborongkan pekerjaan tersebut bukan berdasarkan HOK.

 Dari semua kegiatan pekerjaan Tahap dua 40% dan Tahap tiga 40%, hanya di  borongkan kepada pekerja sejumlah 90 juta, Namun pekerja menerima harian sebesar 90ribu.Dengan alasan jika ada sisanya dari uang 90juta itu nanti mau di bangunkan ke masjid , kecuali penggadaan lampu jalan (PLTS) tiga titik.


Tidak hanya itu matreal yang digunakan dalam kegiatan Rabat beton tidak memakai koral bersih dan pasir  melainkan matreal yang di gunakan yaitu pasir campur batu (Sertu) atau krokos. Dalam pelaksanaan kegiatan rabat beton di borongkan kepada warga 90 ribu per meter dari pajang banguna n 204m, jika dihitung berdasarkan pajang rabat beton tersebut berarti 90.000x204=18.360.000 itulah upah yang di terima pekerja. Juga pekerjaannya tidak memakai molen melainkan menggunakan cara manual. Dan juga cara takaran adukan rabat beton tidak teratur.

Dengan rincian kegiatan tahap dua 40% tersebut, untuk rabat beton Rp 151.868.000,- dengan volome     panjang 204 m,lebar 2,5 m, tinggi 15cm dan tiga unit plat dueker Rp 28.510.000, serta Talud Rp 77.526.000 dengan volume 112 m. Diduga keras ada penyimpangan yang mengalir kekantong pribadi.


Kepala desa (Kades)  Margo Mulyo Mas Uda memberikan sejumlah keterang yang pura-pura tidak tahu aturan dan mengungkapkan sejumlah alibi mengenai matreal yang di gunakan berdasarkan RAB. Juga membenarkan bahwa saat itu dan sampai sekarang molen lagi rusak. Serta membenarkan bahwa pekerjaan tahap dua dan tahap tiga di borongkan sebesar Rp 90ribu,namun mereka tetap dibayar harian.

"Ya kalau itu harusnya pakai koral bersih dan pasir kita tidak tau didalam RAB seperti apa.setahu kita pakai krokos,juga masyarakat kita sudah komitmen untuk mengerjakannya.mengenai adukan tidak memakai molen, Ya kemaren pas mengerjakan rabat beton itu molen kita rusak dan sampai sekarang masih rusak kalau tidak percaya boleh kita cek. Dan memang itu kita borongkan 90jt dari semua kegiatan pekerjaan berupa fisik tahap dua dan tahap tiga, kecuali PLTS. Namun mereka tetap di bayar harian sebesar Rp 90ribu bagi yang mengerjakan talud, kalau rabat beton mereka di bayar per meter jalan, juga di bayar Rp90ribu.karna kalau ada sisanya dari 90juta itu, nanti kita bangunkan ke masjid" ungkapnya saat di konfirmasi awak media di kediamanya desa Margo Mulyo, Minggu 08/09/2019.


Di lokasi kegiatan Tahap tiga 40% pembangunan talud sepanjang 73m yang memang masih berlansung proses pekerjaanya, Salah satu pekerja Kasiman sekaligus masyarakat desa Margo Mulyo Membenarkan bahwa pekerjaan ini di borongkan dari kegiatan Tahap dua dan tahap tiga sebesar 90jt Rupiah namun kita di bayar harian sebesar 90 ribu Rupiah baik itu tukan maupun kernek sama saja.


" ya memang ini di borongkan dari  pekerjaan tahap satu dan tahap tiga sebesar 90 juta Rupiah.Namun kita di bayar harian sebesar Rp 90ribu,dan kalau rabat beton di bayar per meter jalan, itu juga sama Rp 90ribu.sisanya kalau ada utungnya mau di bangunkan kemasjid kata pak kades" tuturnya pada awak media di lokasi kegiaatan.red

TerPopuler