HEADLINE NEWS

Hukum Mati Koruptor

Hukum Mati Koruptor
Dirgahayu Republik Indonesia

GERAM; "Dilokasi Ditemukan Alat Berat Yang Di Duga Untuk Mengerjakan Proyek Fiktif DD Sipirok TA 2018"


Paluta-Sumut. Setelah organisasi mahasiswa  Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) Padang Lawas Utara (Paluta) melaporkan Plt Kades Sipirok berinisial 'ID' yang juga berstatus ASN yang merangkap sebagai Kasubbag Kantor Camat Portibi Ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Padang lawas utara  pada hari Jumat kemarin.

Untuk melengkapi bukti laporan GERAM, Sekretaris Mahasiswa GERAM Padang lawas utara Ari Anjas Muda Siregar hari ini Sabtu(11/5/2019) memperogoki sebuah alat berat jenis Excavator (becho) berada di dekat lokasi yang diduga proyek fisik fiktif, berupa bangunan dek untuk penahan tebing di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang pane yang bersumber dari Dana Desa Sipirok Tahun Anggaran 2018 lalu.

"Mendapat informasi dari masyarakat, kami investigasi langsung kelapangan ternyata benar ada Excavator masuk ke desa Sipirok dekat pinggir sungai batang pane", ujar Ari kepada reporter.

Ari menduga alat berat tersebut sengaja didatangkan Plt Kades Sipirok Sabtu (11/5/2019) menjelang siang  untuk menggali letak pondasi dek penahan tebing  yang seharusnya direalisasikan atau dikerjakan Tahun 2018 lalu.

"Dugaan saya diperkuat ketika salah satu oknum yang mengaku sebagai operator alat berat Excavator itu mendatangi saya dan mangatakan kalo alat beratnya disewa untuk mengerjakan bangunan dana desa sipirok letaknya dipinggir Sungai", ujarnya lagi.

Selain itu Ari juga mengungkapkan, bahwa pengerjaan proyek bersumber dari Dana desa tidak boleh dikerjakan oleh pihak Ketiga atau perusahaan, karena katanya sesuai aturan pengerjaan sebuah proyek bangunan bersumber dari dana desa harus masyarakat desa tersebut yang mengerjakan secara Swakelola.

"Jika ternyata Excavator tersebut  benar untuk pengerjaan proyek bangunan bersumber Dana Desa Sipirok, maka Plt Kades Sipirok sudah salah yang Double atau bertimpa-timpa, karena selain sudah habis batas waktu pengerjaannya, di tambah dipihak ketigakan lagi ke perusahaan alat berat pengerjaan Dana Desa nya, Luar Biasa...!!", geram Ari.

Sementara Itu, ketika di hubungi pihak manajemen perusahaan pemilik alat Excavator berat tersebut inisial SM Siregar mengaku Excavator tersebut disewa atas permintaan Camat Portibi untuk mengeruk membuat lobang pondasi bersumber dari dana desa Sipirok.

"Namun setelah alat berat kami sampai kelokasi, saya dapat informasi yang mau dikerjakan itu adalah proyek yang sedang bermasalah  di Kejaksaan Negeri Paluta. infonya  lagi yang saya dapat bangunan itu bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2018 lalu, makanya kami  menyuruh operator agar tidak mengerjakannya lagi", kesal SM Siregar saat dihubungi via seluler.

Ketika diminta tanggapan dari salah satu masyarakat Desa Sipirok yang tidak ingin namanya di tulis mengaku, sudah gerah melihat kelakuan Plt Kades Sipirok  yang baru menjabat setahun  didesanya tersebut.
Ditambahkan warga itu, Plt Kades Sipirok tersebut tidak pernah transparan kepada masyarakat terkait pengelolaan dan perealisasian dana desa Sipirok tersebut.

"Suka sukanya mengelola dana desa itu, saya juga menduga  mobil barunya itupun mungkin  hasil korupsi DD Sipirok ini, karena beredar isu di luaran, dia mau menjabat kepala desa caretacker (ambil alih) didesa kami ini. Targetnya hanya mau beli mobil baru, ee.. ternyata benar.. setahun baru kepdes caretacker sudah ganti mobilnya", ungkap Masyarakat tadi. (Mara).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *