HEADLINE NEWS

Hukum Mati Koruptor

Hukum Mati Koruptor

Kades Akrom Akui Selewengkan Dana Bumdes Tebaliokh

Lampung Barat, NewsKpK.com --  Kepala Desa Pekon Teba Liokh Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Akrom akui indikasi fiktif dan diselewengkannya dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)  di Pekon (Desa) tersebut,  senilai Rp170 juta itu,  dilakukan sejak tahun 2016 - 2017 hingga 2018.

Pengakuan tersebut dijelaskannya ketika dikonfirmasi NewsKPK Rabu 8/5/2019.

"Masalah itukan sudah saya sampaikan bahkan saat ini kasus itu, sudah di tangani Kejaksaan Negri Liwa (Lambar)  memang benar 2016 Bumdesa saya anggarkan 50 juta, untuk 2017 saya anggarkan 90 Juta dan 2018 saya anggarkan kembali 30 Juta, dan untuk dana tersebut memang saya ambilkan dari (DD)  dana desa," ujarnya.

Masih kata Akrom, ketika ditanya soal keterlibatan  Ketua dan Bendahara Bumdes yang mana saat itu ketua Bumdes Mustopa menegaskan dirinya tidak tau mengenai dana bumdes itu sampai saat ini dan saya juga tidak tau apakah saya ini ketua bumdes apa bukan karna sampai Saat ini 2019 saya belum menerima Sk dari kepala desa Akrom  kemudian ditambah pengakuan bendahara Ali imbron yang tidak lain adik kandung Kepala desa itu mengatakan saya tidak tau mengenai dana bumdes 2016,2017, yang saya tau pada tahun dua ribu 2018 lalu bendahara desa Suryadi menitipkan uang sebesar 30 juta kemudian kurang lebih satu dua minggu uang itu saya pegang  uang itu di ambil lagi oleh kepala desa, ujarnya
Masih kata ali Imron mengenai bendahara bumdes itu memang benar saya tapi sampai sekarang 2019 bumdes kami belun mempunyai buku Regkening bumdes, tegas nya, dan terkait keterangan ketua dan benda hara bumdes Akrom mengatakan,
Tolong itu tidak usah di bahas lagi, kaliankan sudah tau Koronoligisnya permasalahan itu, dan masalah ini juga kan sudah dipenegak hukum jadi kita tungga aja proses hukum berjalan saya akan patuhi proses hukum itu  jadi kalian jangab pertanyakan masalah itu lagi karna kalau ini kalian tanya lagi jadinya saya emosi," cetusnya

Akrom minta, kepada penegak hukum agar kasus  yang menimpa dirinya di tindak secara adil (Dedi)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *