Notification

×

Iklan

Iklan

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Resmikan PLTMG Ternate

Selasa | 4/09/2019 WIB Last Updated 2019-04-09T13:32:01Z
TERNATE - Pelaksanaan Performance Test Penggunaan Perusahaan Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Ternate 30 MW dengan Gas Isotank oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi  Djoko Siswanto, merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia Timur Maluku Utara Kota Ternate.

Pelaksanaan uji coba PLTMG di PLN Ternate tepatnya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Maluku Utara sekaligus meresmikan PLTMG pada Selasa (9/4/2019). Peresmian ini, di Hadiri lansung oleh Wakil Walikota Ternate Andullah Taher, bersama dengan Wakil Walikota Ternate Abdullah Taher, Direktur PLN Wilyah Papua, Maluku dan Maluku Utara Ahmad Rofik, dan Forkompinda Kota Ternate.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi  Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa, peresmian Pelaksanaan Performance Test ini merupakan salah satu pergantian penggunaan solar dengan Gas dalam bentuk PLTMG , dengan kapasitas  30 MW dengan kemapuan listrik mencapai 160.000 rumah tangga. "Sebelumnya pake solar, tapi saat ini bisa pakai gas.
Dengan tujuan agar PLN bisa  menghemat pengeluaran  Rp 150 Miliar hingga 200 Miliar. Dan Pemerintah pusat juga bisa mengurangi impor produk solar. Ini juga bisa mengurangi subsidi BBM, karena Gas tidak disubsidi, karena kita mempunya sumber yang banyak dalam Negri, seperti di Tanggu, Bontang dan Sulawesi," ungkapnya..

Lanjut dia, selain itu, produksi Gas sendiri, untuk di Malut khususnya Kota Ternate, diambil dari Kota Bontang Kalimantan Timur,  yang ada Filing Station. Karena pelaksanaan penggunaan Gas untuk Listrik, merupakan pertama kali di Indonesia Timur dan ada di Maluku Utara Kota Ternate.

Menurut dia, untuk PLTMG sebelumnya dilakukan di Wilyah Tengah di Sambera, kedua di Wilayah Timur Maluku Utara yang di bangun di Ternate, maka selanjutnya bakal di bangun lagi di Papua yakni Nabire, Jayapura, Kendari dan terakhir di Flores. Hal ini bertujuan untuk mengurangi Solar.

"Setelah uji Performance berjalan dengan lancar, maka akan dibangun secara fix untuk penggunaan gas. Jika ini suksea diujicoba maka, bakal dihitung secara perekonomian untuk penghematan Rp.150 hingga 200 Miliar,"ungkapnya.

Sementara itu, kata dia, setelah dilakukan uji coba atau tes penggunaan gast, maka akan dilakukan akomodasi pengurangan,dan di tes kembali supaya bisa memastikan semua bisa berjalan dengan baik. "Ini di butuhkan waktu selama 1 minggu, jika secara tesnis bisa berjalan maka lansung dibangun untuk penggunaan gas secara permanen,"terangnya.
Ditambahkan, selepas dari meresmikan PLTMG, segerombongan langsung menanam pohon pala di lokasi PLN Kastela Kota Ternate sebagai penutup berita ini. (savi)
×
NewsKPK.com Update