Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Seto Mulyadi Minta Karantina Anak Harus sesuai Protokoler Pengasuhan Covid 19

Sabtu, 16 Mei 2020 | 08:30 WIB Last Updated 2020-05-16T01:30:19Z


ROTE NDAO - Isolasi dan karantina diri kini menjadi perhatian masyarakat setelah merebaknya wabah virus corona.

Mereka yang pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau baru bepergian dari wilayah terjangkit akan diminta melakukan karantina mandiri meskipun tanpa gejala.

Meskipun demikian hal ini sedikit berbeda dengan apa yang di lakukan oleh Tim Gugus Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT)

Terkait persoalan ini Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau biasa dikenal sebagai Kak Seto adalah psikolog anak ketika dihubngi wartawan pada Jumat 15/5/2020 malam
Mengatakan pengasuhan bagi anak tanpa gejala,anak dalam pemantauan,pasien dalam pengawasan,kasus konfirmasi dan anak harus sesuai Protokol pengasuhan
Nomor: B-2 30 April 2020.

Sistim Karantina anak sangat penting sebab ada perlakuan khusus yang dijalani namun jangan sampai juga membuat interaksi sosial anak menjadi terbatas, Padahal, ungkapnya, interaksi fisik antar anak sangatlah penting untuk mengasah mereka sejak usia dini.

Jika benar ada anak yang di karantina di kunci tanpa prosudural lengkap maka penting kami akan segera berkoordinasi dengan deputi perlindungan anak terkait persoalan yang terjadi di kabupaten Rote Ndao " masa masa seperti ini layanan publik kami berharap bisa berjalan secara Profesional apalagi terhadap anak"tegasnya.

Perlu diketahui bahwa Kemandirian yang secara alami telah dibangun oleh anak pun bisa berantakan karena masa karantina yang berkepanjangan apalagi tanpa prosudural lengkap Selama ini, kata dia, anak-anak sudah terbiasa dengan rutinitas harian mereka, mulai dari sekolah sampai aktivitas di luar sekolah dan bermain.

Perlu di ingat Perubahan rutinitas secara mendadak bisa memicu terganggunya perilaku mandiri pada anak, karena anak harus mulai beradaptasi dengan kondisi berbeda.

Isolasi dan karantina bisa dilakukan
dengan bantuan tenaga medis di rumah sakit atau secara mandiri di tempat masing-masing dengan mengikuti sejumlah prosedur intinya ikuti Prosudural dan jangan sampai anak merasa tertekan dengan adanya Karantina.

Salah seorang Warga Kabupaten Rote Ndao,Nely Indrawati dan Anaknya Leony(8) yang baru saja kembali sari Kota Kupang Harus Menjalani masa karantina di Rusunawa,dusun Nee Desa Sanggaoen Kabupaten Rote Ndao.

Dituturkan Nely dirinya beserta buah hatinya berangkat dengan membawa mobil menumpangi Kapal Fery ASDP tujuan kupang sejak seminggu yang lalu,guna urusan penting yang tak bisa diwakilkan di Kota Kupang,dan pada hari selasa kemarin mereka kembali ke rote,ketika di pelabuhan Bolok hanya diminta membeli tiket mobil yang ditumpangi dirinya dan anaknya tanpa ada permintaan surat Rapit Tes Negativ Covid 19 oleh petugas di Pelabuhan Bolok.

Namun setelah tiba di Pelabuhan Pantai baru Rote,hanya mendaftarkan nama saja dan langsung pulang ke rumah,selanjutnya selang beberapa di jemput Petugas Pol PP untuk ke Rusunawa tempat Karantina dengan alasan dirinya tidak mempunya surat keterangan kesehatan Negativ Covid.
"Saya tidak tahu kalau harus meminta surat itu sebab jika diminta di pelabuhan Bolok maka pasti saya tidak bisa menyeberang sampai ke rote,namun ketika di pelabuhan sata juga tidak diminta sehingga bisa lolos sampai ke Rote" ungkapnya

Lalu jika saya di karantina di rusunawa menurut saya sah sah saja,namun bagaimana dengan psikis anak saya,kami dilarang keluar kamar ini bagaimana sebagai seorang ibu saya sudah sangat kewalahan dengan anak saya.

"Saya minta karantina mandiri tidak boleh sementara anak saya terus menangis,sebagai ibu saya juga stres kalau perlakuannya seperti ini maka kami yang sehat juga bisa jadi sakit,dan jika meragukan kami mengapa tidak dilakukan Rapit tes saja terhadap kami namun kami hanya di kamar saja bahkan keluar kamar juga tidak di perbolehkan sebagai orang dewasa saya masih mampu bertahan tapi bagaimana dengan kondisi anak saya?sudah dua hari anak saya terus menangis berbagai upaya sudah saya coba "apalagi kami seperti tahanan saja akunya. (AL)
×
Berita Terbaru Update