Sri Muliyani : Menjaga Ekonomi Indonesia Terhadap Dampak Negatif Pandemik Virus Corona

Sri Muliyani : Menjaga Ekonomi Indonesia Terhadap Dampak Negatif Pandemik Virus Corona

Kamis, 19 Maret 2020, 14.40

Jakarta-  Konferensi pers APBN KiTa kali ini mengangkat tema “Menjaga Ekonomi Indonesia terhadap Dampak Negatif Pandemik Virus Corona”. Saya menjelaskan antara lain mengenai refocusing kegiatan dan relokasi anggaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. ungkap Sri Muliyani ,Rabu 18 Maret 2020


"Untuk menangkal dampak virus Corona terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah dikeluarkannya berbagai stimulus fiskal tahap I dan II, Pemerintah mengambil langkah-langkah re-focusing penganggaran untuk sektor kesehatan dan bantuan sosial.

Upaya menghambat penyebaran virus Covid 19 seperti work from home, self quarantine, atau social distancing, telah diikuti dengan langkah-langkah untuk membantu usaha kecil informal yang terdampak akibat berkurangnya aktivitas masyarakat keluar rumah.

 Pemerintah akan akan mempelajari data untuk menentukan kebijakan apa yang paling tepat dan efektif untuk mendorong ekonomi di kelompok pelaku ekonomi tersebut.


Secara umum kondisi perekonomian Indonesia saat ini, pendapatan negara sampai dengan Februari 2020 mencapai sebesar Rp216.6 triliun, Belanja negara mencapai Rp279,4 triliun, dan pembiayaan anggaran Rp112.9 triliun. Sehingga defisit saat ini tercatat di angka 0.37%.

Dalam merumuskan berbagai kebijakan fiskal, Pemerintah akan terus fokus pada 3 (tiga),  hal yaitu kesehatan, jaring pengaman nasional, dan upaya mendorong dunia usaha. Namun, dukungan dari masyarakat untuk membantu menghambat penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan WFH, self quarantine, ataupun social distancing tentu saja akan sangat membantu.

Saya sangat berterima kasih atas berbagai inisiatif dari masyarakat yang terus memberikan bantuan baik dalam bentuk dana maupun penyebaran informasi akurat mengenai penanganan Covid-19.tutupnya(**)

TerPopuler