Setahun Menjabat Bupati dan Wabub Ronda dihiasi Buruknya Kinerja OPD

Setahun Menjabat Bupati dan Wabub Ronda dihiasi Buruknya Kinerja OPD

Jumat, 14 Februari 2020, 23.11

ROTE NDAO - Genap setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao,Paulina Haning Bullu,Stefanus Saek pada 14 Februari 2020 tepatnya hari Meski dinilai kontroversial tapi public tidak bisa menutup mata bahwa selama setahun kepemimpinanya juga menuai banyak pujian.

karena banyaknya terobosan program baru bahkan berbagai kritikan masih terus terjadi ditambah lagi salah satu Program utama kepemimpinan Paulina & Saek  yaitu program Jala,( Jalan, Rumah ,Air ,dan listrik)Namun sayangnya program Rumah Aladin 60 persen dinilai hancur dan tak sesuai juknis di lapangan.

Ironisnya lagi Pemda Rote Ndao,benar benar anti kritikan,tak sungkan pemda bahkan mengancam mempolisikan media hingga para wakil rakyat,karena acap.kali kritikan di angap sebagai fitnah hal ini perlu adanya pembenahan.

Dilantik pada 14 Februari 2019,Paulina Haning Bullu bersama wakilnya Stefanus Saek resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao .

Dalam masa kampanyenya, ia memaparkan visi dan misi apabila ia menjadi kandidat terpilih

Visinya adalah Terwujudnya Masyarakat Rote Ndao  yang  Bermartabat  dan Berkelanjutan bertumpu pada Pariwisata Yang di dukung oleh Pertanian dan Perikanan.

Dan Dalam rangka pencapaian Visi yang telah ditetapkan 4 (empat) misi sebagai berikut;  Meningkatkan kualitas sumber daya manuasia yang berdaya saing;

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sector pariwisata yang didukung oleh pertanian dan perikanan;

Meningkatkan kualitas dan Kuantitas Pembangunan Infrastruktur, Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup yang berkelanjutan.

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik yang prima.

Ketua Fraksi Demokrat Sejahtera di DPRD Rote Ndao,Petrus J Pelle, S Pd mengatakan ada sejumlah poin yang menjadi bahan evaluasi pihaknya terhadap setahun kepemimpinan paket Lentera (Paulina-Saek)

Diantaranya Program Lakamola Anansio,masih sebatas penyebutan program semata, Evaluasi Program Rumah Aladin di tiap desa sangat penting dilakukan pasalnya dalam tahun 2019 belasan miliar dana telah digelontorkan melalui program rumah aladin yang berada pada (OPD)Dinas Perkim Kabupaten Rote Ndao,namun sayangnya dana tersebut tidak terserab secara utuh dan benar hingga di tangan para penerima,ironisnya pihak ketiga justru melaksanakan tidak sesuai juknis,hal ini menjadi catatan buruk untuk pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali sistim penyaluran program ini.

Pengangkatan Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) dan menghabiskan Anggaran ratusan juta namun sayangnya Program pembangunan justru kian carut marut,kualitas beberapa proyek pembangunan justru sangat buruk selama tahun anggaran 2019,sesunguhnya apa guna TBUPP,apalagi kewenangan dan tugas TBUPP justru melampaui kewenangan Bupati dan wakil Bupati sebagai kepala daerah hal ini benar benar harus di evaluasi kembali

Selanjutnya pada tahun 2019 Proyek pekerjaan yang dilaksanakan bersumber dari dana silpa senilai belasan milyar yang terdiri dari 14 paket pekerjaan itupun rata rata hancur dan tidak dilaksanakan sesuai spek,Dinas PUPR diharapkan dapat bertangung jawab terkait persoalan ini,hal ini terungkap ketika DPRD Kabupaten Rote Ndao,melakukan Kunjungan Kerja di sejumlah lokasi proyek pekerjaan padahal di beberapa kesempatan usai dilantik tahun lalu Bupati Rote Ndao,selalu gaungkan bahwa, akan Meningkatkan kualitas dan Kuantitas Pembangunan Infrastruktur, Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup yang berkelanjutan lantas jika hasilnya demikian apakah pemda tidak ingin mengambil tindak tegas terhadap Dinas PUPR dan Kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas sebab ini akibat dari kelemahan dinas terkait yang hasil pembangunan justru amburadul,tak sesuai harapan dan berdampak negatif

Bahkan Dana desa serta dana kelurahan juga turut hancur dikarenakan sistem pengelolaan dari tiap desa yang amburadul serta minimnya sumber daya aparat desa yang di angkat hanya karena alasan kedekatan.

Kinerja organisasi Perangkat daerah (OPD)Saya sangat berharap Pemda Rote Ndao melakukan evaluasi secara tegas sebab dalam jangka waktu satu tahun pertama kita tahu bahwa pemda telah mengolontorkan ratusan miliar dana,namun sayangnya pengelolaanya benar benar tidak sesuai dengan pengharapan,ini harus menjadi catatan khusus agar kedepan Pemerintah jangan hanya mementingkan kepentingan segelintir orang saja.

Pemda harus berbenah dan mampu membuktikan visi serta misi yang sudah di cetuskan sebelumnya "setahun berjalan sudah banyak program namun sayang tidak maksimal dan ini nyata"ujar dia jangan hanya sekedar mencetuskan visi dan misi namun hasilnya merugikan rakyat rote ndao dengan menghabiskan dana ratusan miliar hanya untuk program pembangunan yang seumur jagung.

persoalan suka tidak suka masih saja diterapkan maka kejadian terakhir mengindikasikan bahwa bupati dan wakil bupati belum benar-benar mengerti penderitaan dan nasib rakyat Sehingga jangan salahkan masyarakat apabila menilai bahwa Bupati penuh dengan pencitraan sebab sistem tebang pilih atau pilih kasih masih diterapkan oleh Pemda Kabupaten Rote Ndao terhadap perangkatnya dari tingkat kabupaten hinga tingkat desa oleh sebab itu maka
Semoga tahun ini menjadi tahun evaluasi terbesar bagi Pemda Kabupaten Rote Ndao agar lebih selektif dalam meluncurkan setiap program (AL)

TerPopuler