Pengadaan RTLH, Diduga Abang-Kuning Terkesan Jadi Tuyul Dana D.esa

Pengadaan RTLH, Diduga Abang-Kuning Terkesan Jadi Tuyul Dana D.esa

Rabu, 04 Desember 2019, 14.05
Kaur,  Bengkulu - Realisasi Dana Desa Tahun 2019 Desa Penyandingan, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, yang sebagian di peruntukan membangun pengadaan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada warganya sebanyak 30 unit,dan rabat beton dengan volume panjang 50 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 20cm.

Namun sayangnya pengadaan rumah tidak layak huni sebanyak 30 unit tersebut dengan jumlah dana sebesar 15juta rupiah/unit,Diduga terkesan kayu abang-kuning jadi tuyul ambil dana desa. Dugaan ini  di perkuat atas dasar pernyataan kepala desa (kades) penyandingan Suparyoto.
saat di konfirmasi di kediamanya beberapa minggu yang lalu.

"Dana pengadaan RTLH/unit sebesar 15juta rupiah, dengan rincian:
Batako Cetak sendiri dengan upah sebesar Rp 1000/buah.Batako yang di butuhkan sebanyak 270 biji/rumah pada akhirnya 305/rumah.
Papan 42 keping 3cm.

Serta kayu yang dibutuhkan lainya sebanyak 1 kubik. Kaca enam keping 3mili ukuran 90x40cm.
Seng tidak punya merek 58 lmbr nyatanya 61 lembar.

Saya tidak tahu kualitas kayu kelas dua atau tidak, setahu saya  kayu abang kuning.
Jumlah rumah 30 buah
 baru selesai 15.Batu dua kubik untuk pondasi.
Pasir enam kubik untuk pemasangan lantai,dinding dan pondasi.

Dua kubik pasir untuk batako 
Paku 9kg campur. Paku seng dua kotak
Semen sekitar.Sedangkan pengerjaannya, dikerjakan swadaya atau gotong royong oleh masyarakat yang menerima pengadaan tersebut"ujarnya kepada awak media.

Sementara untuk pengadaan kayu, dirinya mengaku tidak beli di depot kayu resmi. Jadi itu saya serahkan kepada ketua BPD.

"ya kalau pengadaan kayu itu saya serahkan kepada ketua BPD. Dari mana mereka boleh kayu,saya tidak tahu. yang jelas bukan dari depot kayu resmi. " Demikian ungkap kades. (SUMANTRI)

TerPopuler