Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Tanjab barat "menjerit" PT WKS Diduga merampas Lahan Masyarakat

Sabtu | 11/23/2019 WIB Last Updated 2019-11-23T07:44:35Z
Jambi, Tanjab Barat -  Berpuluh tahun lamanya  masyarakat di daerah ini selalu merasa resah dan Kawatir,bilamana suatu Saat lahan perkebunan nya akan dirampas oleh pihak perusahaan. 21/11/19



"Salah satu warga didesa sungai penoban kecamatan Batang asam,kab Tanjab barat, yang bernama p.nainggolan.yang menjadi korban perampasan lahan kehidupan nya yang diduga dilakukan oleh pihak PT WKS,



Kepada kami beliau mengaku "menjerit" dan merasa tertindas, karena lahan kehidupan dan perkebunan nya nyaris habis dirampas, diduga dilakukan oleh pihak PT Wira karya sakti (WKS)  yang beroperasi didaerah ini.ucapnya.



" Saya juga tidak mau tinggal diam dengan masalah ini, saya akan melaporkan masalah ini kepada jalur hukum, saya juga akan meminta pendamping dari berbagai LSM yang ada di prov Jambi ini, Salah satunya seperti LSM JPKP, karena yang akan saya hadapi ini saya anggap perusahaan raksasa.ujarnya kembali.



Dari hasil pantauan kami dilapangan dimana 'dikabarkan hal seperti ini kerap terjadi di daerah ini dimana masyarakat sering mengalami penggusuran dan perampasan lahan  oleh pihak perusahaan PT WKS, namun masyarakat setempat didaerah ini sama sekali tidak  berdaya dan tidak dapat berbuat banyak. demikian juga dikatakan dengan pemerintah desa disekitar perusahaan. 'Kemudian banyak dari masyarakat didaerah ini mengaku kebingungan dengan kondisi seratus tanah didaerah kab Tanjab barat ini.ujar salah satu tomas, didaerah ini.



"Dalam hal ini pihak PT  WKS melalui menejer distrik V oleh pak Elvan,ketika dihubungi melalui telepon seluler 18/11/19. Mengatakan" pihak perusahaan selama ini tidak mengetahui adanya lahan  p.nainggolan didaerah itu, Mengapa selama ini masyarakat seperti bapak p.nainggolan tidak memberitahu kan kepada kami pihak perusahaan bawasanya ada lahan masyarakat didaerah itu, begitu pak, ujarnya.



Ketika ditanya kembali oleh p.nainggolan Kepala pihak perusahaan, apa harus demikian prosedur nya pak, jika masyarakat memiliki sebidang lahan didaerah ini,maka harus melaporkan nya kepada pihak PT WKS ? Bukan kepada pihak pemerintah desa atau pemerintah kecamatan,pak ?
Menejer PT WKS, Elvan mengatakan" ke kita juga iya pak, agar tidak terjadi seperti ini.ujarnya kembali.



Pak p.naiggolan menjawab" ok lah pak saya besok melalui anak buah bapak pak tamri, saya akan berikan surat surat bukti kepemilikan tanah yaang saya punya Kepala pihak perusahaan," kalau memang demikian prosedur yang diinginkan oleh pihak perusahaan,
"Tapi saya beri tahu pak, bagaimana pun saya akan tetap menami tananaman ditanah saya.ucapnya pemilik tanah,namun tidak ada jawaban lagi oleh pak Elvan.



Dalam hal ini pihak desa sungai penoban melalui kepala desa nya, romadiansyah s.s.pi.mengatakan" ya pak minggu depan hari Selasa atau Rabu akan kita bahas didesa.ujarnya.

Dalam hal ini Pihak desa sungai penoban, juga merasa tidak memiliki hubungan apa apa dengan PT WKS karena desa juga tidak memiliki pola kemitraan atau sebagai binaan dengan pihak perusahaan PT WKS.



Dalam hal ini masyarakat pada umumnya yang ada didaerah ini meminta kepada pemerintah daerah baik pusat untuk dapat turun tangan langsung melihat kondisi yang alami dan dirasakan masyarakat dilapisan bawah saat ini,hal ini agar tidak menjadi presiden buruk Dimata masyarakat dimasa kepemimpinan bapak presiden Jokowidodo saat ini./tim
×
NewsKPK.com Update