![]() |
| Bupati Batu Bara Zahir |
Usai kegiatan, wartawan lansung mendatangi Zahir memintai komentar beberapa persoalan yang terjadi di Batu Bara.
Disinggung soal kerja selama setahun, Zahir terkesan arogan namun tetap mempersilahkan orang lain mau berkata apa tentangnya.
“Ya silahkan aja bilang gagal mau bilang apa, yang nilai gagal kan kalian, yah mau bilang apa kalian bilang gagal,” kata Zahir di lapangan Indrasakti, Indrapura, Air Putih, Sabtu (23/11/2019).
Para wartawan terus menghujaninya dengan pertanyaan soal poin-poin rekomendasi dari Aliansi Masyarakat Batubara (ASMARA), termasuk soal penilaian Zahir anti kritik, desakan permintaan maaf hingga rencana aksi massa.
“Yah sepanjang itu sesuai dengan peraturan, ada izin, disampaikan dengan sportif, tidak ada penghujatan yah sah sah aja, dalam dunia demokrasi itu boleh saja,” ucap Zahir.
Para wartawan juga kambali mencecarnya pertanyaan soal harapan Batu Bara ke depan, yang kemudian dijawabnya.
Tak selesai di situ, wartawan meminta izin untuk kembali mengajukan pertanyaan, terkait arahan presiden di Rakornas yang meminta daerah untuk tidak terlalu banyak membuat perda, dan soal perbup TBUPP. Namun kali ini Zahir seakan risih.
“Ini pesanan dari siapa pertanyaannya, coba,” ucap Zahir sebelum melanjutkan menjawab.
Itu bersama DPRD, DPRD itu kan mitra pemerintah, perda itu dibentuk atas persetujuan DPRD, kita inventaris nanti.
“Di mana perbub yang tumpang tindih diperkecil, di mana perbup yang banyak diperkecil, supaya masyarakat tidak bingung dan birokrasi tak berbelit-belit,” ucapnya.
Sebelum meninggalkan kerumunan wartawan, dalam komentarnya Zahir mengungkapkan jika TBUPP bukan lah bagian dari Peraturan Bupati, tetapi sebuah keputusan Bupati. Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan cecaran pertanyaan wartawan yang dinilai sebuah pesanan.
“Kau pesanan dari mana kau datang?,” tutup Zahir.
Sebelumnya Aliansi Masyarakat Batu Bara (ASMARA) menggelar diskusi publik menyoroti janji politik dan program kerja Zahir-Oky selama hampir 365 hari memimpin Batu Bara.
Rahmat Hidayat.

