Masa jabatan Zahir sebagai Bupati kabupaten Batubara mulai memasuki cicilan janji di tahun pertama kerjanya, Pria berusia 50 tahun itu mengaku masih berupaya memenuhi janji politik semasa kampaye," Ucapnya
Sebelumnya, pada kamis (21/11/2019), timbul satu evaluasi dari Aliansi Masyarakat Batu Bara (ASMARA), memberikan rapor merah atas kegagalan keduanya dalam merealisasikan 20 janji-janji politik dan program kerja menjelang satu tahun pasangan Zahir-Oky memimpin Batubara.
Menurutnya, 1 tahun kerja itu tidak bisa digunakan sebagai barometer untuk mengevaluasi kinerja Zahir-Oky dalam memimpin Batubara.“Silahkan saja nilai gagal, kegagalan pemerintah itu kan 5 tahun, priodenya lima tahun, enggak ada yang seratus hari (ataupun) satu tahun itu enggak ada” katanya saat ditemui usai pembukaan acara turnamen sepak bola U-20, di kecamatan Air Putih, Sabtu (23/11/2019).
Mana ada kita (gagal) memimpin, apa barometer memimpin itu, janji (jabatan) itu lima tahun, sampai lima tahun itu dievaluasi, jabatan itu kan 5 tahun, enggak setahun,” terangnya berulang-ulang.
“Bersabarlah bahwa dalam merealisasikan anggaran itu perlu ada regulasi, anggaran 2019 ini kan bukan saya menyusun, saya dilantik tangal 27 (Desember 2018). Setelah anggaran 2019 diketok, anggaran itu belum sampai pada beberapa visi dan misi kita, 2020 barulah di zaman kita yang menyusun anggaran, itu pun harus dipahami juga oleh LSM. Dan wartawan juga kasi dong masukan kepada kita,” sarannya.
Karena itu, menyadari RPJMD 2018-2023 merupakan salah satu outcome dari janji kampanye, setahun dia memimpin, Zahir ingin pelaksanaan RPJMD itu dapat berjalan sedetil mungkin dengan visi dan misi.
Jadi, pada tahun kedua dan ketiga menjabat, Zahir optimis semua janji kampanyenya dulu dapat ditunaikan. Ia mengaku akan bekerja keras dalam merealisasikan semua janji politiknya tersebut.
Jadi, pada tahun kedua dan ketiga menjabat, Zahir optimis semua janji kampanyenya dulu dapat ditunaikan. Ia mengaku akan bekerja keras dalam merealisasikan semua janji politiknya tersebut.
Meski dalam setahun menjalankan program perencanaan dari pemerintahan terdahulu, Zahir memastikan bahwa janji kampanyenya yang sudah terealisasi kepada masyarakat salah satunya adalah program baju sekolah gratis.
Zahir menerangkan bahwa program tersebut baru bisa ia jalani, sebeb dananya diperoleh dari CSR, bukan dari APBD yang diketuk pada tahun 2018.
Oleh sebab itu, dirinya berkukuh telah merealisasikan Seragam gratis tersebut sebagai salah satu janji atau kontrak politiknya kepada masyarakat di bidang pendidikan.
“Oh ya, kan ada janji yang sudah ditepati, kalian lihat baju anak sekolah, ini baru tahun pertama kita dari CSR bukan dari APBD” kilahnya.
Namun demikian, Zahir mengaku bahwa program seragam sekolah gratis tersebut belum sepenuhnya terealisasi kepada peserta didik.
Namun saat disinggung terkait rekomendasi Aliansi Masyarakat Batubara (Asmara), yang mendesak Zahir-Oky untuk segera minta maaf ke masyarakat lantaran dianggap belum mampu menjalankan roda pemerintah dengan baik. Mantan Anggota DPRD Sumut ini enggan mengabulkan rekomendasi itu.
“Bilang saja sama mereka (Asmara), bilang gagal ya gagal. Kan mereka yang menilai kan,” Pungkasnya.
Rahmat Hidayat.

