HEADLINE NEWS

Merubah Mainset Pola Pikir Bisa Meningkatkan Pelayanan RSUD Morowali

Morowali - Direktur rumah sakit  umum daerah (RSUD) kabupaten Morowali, Dok. Agus, mengatakan saat ini dirinya fokus meningkatkan pelayanan jajarannya, sebab kata Agus tugas berat pemimpin adalah bagaimana merubah pola pikir pegawai untuk bisa memahami jika tupoksi pekerjaan dan jabatan merupakan amanah negara bukan hanya sekedar pekerjaan biasa

"tanggung jawab yang saat ini paling berat adalah merubah pola pikir pegawai kita, terutama jajaran di RS sendiri, sebab tidak lagi rahasia jika banyak keluhan pasien maupun temuan saya pribadi mengenai kurang maksimalnnya pelayanan karena harus kita pahami jika tugas yang kita embani mewakili negara, untuk melayani masyarakat dengan keahlian kita" ujar Agus.


Tidak hanya itu Agus sendiri menjelaskan bahwa minimnya pelayanan oleh oknum-oknum pegawai tidak hanya disebabkan oleh satu faktor sehingga memang perlu waktu memberikan pemahaman dan pembinaan untuk merubah mainset pola pikir jajarannya, tugas dan tanggung jawab itu bukan hanya sebagai rutinitas kerja tetapi kita di RS ini adalah orang-orang yang dipercaya negara sebagai pelayan publik, beban dan tanggung jawab itu lebih dari pekerjaan biasa, sehingga kita harus menjalakan tugas dengan penuh kehati-hatian

"kurang maksimalnya pelayanan disebakan dari pola pikir dari oknum yang hanya memahami jika mereka hanya perawat sebagaimana titel mereka dari hasil sekolah dan ada juga yang merupakan bawaan diri atau karakter sehingga dalam pelayanan mereka tidak bisa mencerminkan selaku pelayan publik, contoh sederhananya banyak oknum pegawai yang melayani pasien dengan wajah cuek, memberikan informasi tanpa ada penjelasan detail oknum dokter yang hanya memeriksa setelah itu berikan obat tanpa disertai penjelasan atau keterangan lebih dan paling penting masi banyak oknum yang menilai pasien dari segi kelas maupun finansial jadi memang semua ini bisa teratasi hanya dengan merubah pola pikir atau mainset jajaran bahwa hari ini kita bukan hanya pekerja sebagaimana profesi kita tetapi harus ditanamkan dalam benak bahwa kita adalah pelayan publik yang dipercaya oleh negara" jelasnya.

ia juga memaparkan jika faktor minimnya pola pikir para oknum dan sulitnya meruba mainset pola pikir para oknun tidak terlepas jika jenjang pendidikan yang didapatkan tidak maksimal, karena sudah bukan lagi rahasia untuk mendapat gelar dan titel sangat mudah cukup dengan uang jadi ketika mengembani tugas maupun jabatan sulit untuk bisa memahami bahwa statusnya tidak hanya sebagai pegawai atau pekerja tetapi juga selaku pelayan publik

"masuk kuliah setelah itu tidak masuk, tiba saatnya wisuda baru ke kampus karena  semua proses dinilai pakai uang, jadi ketika bekerja mereka tidak kerja  sebagaimana pelayan publik  tapi bekerja sebagai pekerja biasa saja" papar Agus.

Ia berharap kedepannya RS Morowali bisa menjadi contoh dari daerah lain dari sektor pelayanan maupun sektor lainnya karena keberhasilan maupun kemajuan RS merupakan tanggung jawabnya selaku pimpinan, sehingga beban moril baginya jika ia tidak berhasil merubah mainset pola pikir jajarannya untuk meningkatkan pelayanan

"tanpa terkecuali saya ingin kita semua yang menjadi bagian dari rumah sakit umum Morowali termasuk diri saya sendiri bisa memahami jika kehadiran kita bukan hanya sebagai pekerja yang memiliki keahlian, tetapi sebagai pelayan publik sektor pelayanan kesehatan, sukses dan tidak kita mengobati tergantung dari pelayanan kepuasan pasien akan terobati jika kita hadir sebagai pelayan publik" harap Agus.*

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *