Notification

×

Iklan

Iklan

Mentri Pertanian RI Kunjungan di Bumi Tepe Asa Morosa Morowali Dalam Rangka Panen Perdana Padi Organik

Senin | 10/07/2019 WIB Last Updated 2019-10-07T10:05:17Z
Morowali- Kementrian Pertanian RI Dr.Ir.H.Andri Amran Sulaiman, MP. Lakukan Kunjungan Kerja di Desa Salonsa Jaya,Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin(07/10/2019)




Kedatangan Mentri Pertanian RI beserta Rombongan juga di sambut oleh Pemerintah Daerah Bupati Drs.Taslim dan Polres Morowali AKBP, Bagus Setiawan, S.H.I.K dan Dandim 1311/Morowali Letkol Inf.Raden Yoga Raharja, S.E,M.M,M.I.Pol.dan DPRD Morowali, Bupati Morowali dalam sambutanya menyampaikan Pada hari ini Kita di beri karunia Besar dengan Kedatangan Bapak Mentri Pertanian RI yang Pertama kali di Morowali," Ucapnya.



"Pertama-tama saya atas nama pemerintah daerah Morowali dan seluruh masyarakat Morowali mengucapkan Selamat datang Bapak Mentri Pertanian RI di Kabupaten Morowali di Bumi Tepe Asa Moroso, dalam kesempatan ini menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya Kepada Bapak Mentri Pertanian RI yang selama ini sudah banyak memberikan Bantuan khusus nya di bidang pertanian di Kabupaten Morowali ini,"Terangnya.



Mentri Pertanian RI Dr,Ir,H, Andri Amran Sulaiman.Mp, dalam Sambutanya menjelaskan Setelah 5 Tahun Menjadi Mentri Pertani RI kami sering keliling di Morowali ini kami sudah mengabdi 10 tahun yang lalu Mengabdi Tanpa Pamrih," Ungkapnya.




Naik ekspor kita 9juta Ton, bagaimana mau mengimpor beras gudang saja gak muat selesai,gudang Bulog sekarang gak muat yang sudah sewa gudang Jawa Timur, Jawa Tengah,Jawa Barat,Lampung,Sumsel,Marauke jadi ini produksi kita menggembirakan ekspor kita bahkan kita ekpor Pertanian nomor 5 dunia,"Tegasnya.



Morowali Mengembangkan Pertanian Organik aku bangga di Morowali ini luar biasa karena bisa Mengembangkan Pertanian organik itu yang berdampak pada kesejahteraan, Keuntungan dalam pertanian organik bisa pendapatannya 2 Kali lipat berarti bisa mensejahterakan petani,"Jelasnya.



Ada inovasi baru untuk mengembangkan itu ada Pestisida, ada pupuk organik kemudian Herbisida yang organik semua jadi itu yang menarik membuka lapangan kerja baru kemudian berasnya maka beras sehat,"Sebutnya.



"Dulu 10 Nopember Tahun 1984 Pemerintah Indonesia di akui oleh FAO bahwa Indonesia sos sembada, pada saat itu penduduk Indonesia seratus juta lebih,Kemudian waktu itu Indonesia masih impor Empat ratus empat belas ribu ton, Kemudian saat ini adalah penduduk Indonesia 260juta dan kita tidak impor beras gudang beras di gudang melimpah Nol impor, penduduknya hampir dua kali lipat, impornya tidak ada terus gudangnya penuh nah itu fakta,"Tutupnya.



Yohanes/Erni
×
NewsKPK.com Update