Tanah Laut - Raut kecewa kelihatan di wajah Rumi warga Rt 15 kelurahan Angsau kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut ,pasal nya sudah antri berjam - jam dirinya tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak Jenis Primium, di salah satu SPBU di Kota Pelaihari ini,yang lebih menyakitkan lagi ketika pas sampai di depan petugas pompa berkata "habis pak bensinya, rasa di sambar petir di tengah hari gimana tidak sudah berlama lama antri pas sampai giliran habisya nasib ,gerutunya.
Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan YLPKK Cabang Pelaihari Suhariyanto,mengatakan pihak nya sangat prihatin atas kejadian yang sering terjadi pada konsumen seolah olah tidak adil.
Dia juga berharap pihak SPBU lebih mementingkan masyarakat yang benar benar menggunakan ,setimbang mementing orang yang me langsir pakai jerigen untuk di jual di eceran,yang harga nya tembus sampai RP 8000 ,yanto panggilan akrab ketua tersebut juga sempat menggali informasi bahwa pihak yang langsir membeli ke petugas SPBU dengan harga Rp .6700 dan Rp.6800 padahal harga resmi dari pemerintah cuma Rp 6500. Jd ada selisih angka 200 sampai 300 rupiah tiap liter nya ,
Dia menambahkan pihaknya juga melihat pompa yang seharus buat pengisian Roda 2 tidak di gunakan tetapi khusus buat pelangsiran,sehingga antrian Roda 2 ikut antri di pompa pengisian roda 4 hal ini juga menyulitkan para pengguna Roda 4 bahkan tak jarang ada yang tersenggol motornya,dia berharap kepada pemilik SPBU agar pompa Tersebut di gunakan sebagai mana keperuntukan,tutupnya. (Heryan)
Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan YLPKK Cabang Pelaihari Suhariyanto,mengatakan pihak nya sangat prihatin atas kejadian yang sering terjadi pada konsumen seolah olah tidak adil.
Dia juga berharap pihak SPBU lebih mementingkan masyarakat yang benar benar menggunakan ,setimbang mementing orang yang me langsir pakai jerigen untuk di jual di eceran,yang harga nya tembus sampai RP 8000 ,yanto panggilan akrab ketua tersebut juga sempat menggali informasi bahwa pihak yang langsir membeli ke petugas SPBU dengan harga Rp .6700 dan Rp.6800 padahal harga resmi dari pemerintah cuma Rp 6500. Jd ada selisih angka 200 sampai 300 rupiah tiap liter nya ,
Dia menambahkan pihaknya juga melihat pompa yang seharus buat pengisian Roda 2 tidak di gunakan tetapi khusus buat pelangsiran,sehingga antrian Roda 2 ikut antri di pompa pengisian roda 4 hal ini juga menyulitkan para pengguna Roda 4 bahkan tak jarang ada yang tersenggol motornya,dia berharap kepada pemilik SPBU agar pompa Tersebut di gunakan sebagai mana keperuntukan,tutupnya. (Heryan)

