Rote Ndao - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang terjadi hampir satu bulan terakhir di Kabupaten Rote Ndao memicu kemarahan masyarakat.
Warga menduga distribusi BBM tidak berjalan normal karena adanya praktik penjualan BBM ke pengecer oleh oknum yang terkait dengan pengelola SPBU.
Sorotan publik kini tertuju pada Penanggung Jawab SPBU Sanggaoen, Ny. Risti, yang diduga lebih mengutamakan penjualan BBM jenis Pertamax ke luar SPBU dibanding melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah mobil tangki pengangkut BBM berkapasitas 10 ribu liter yang diketahui merupakan armada distribusi untuk SPBU Sanggaoen terlihat parkir di depan pangkalan BBM milik Frangki suami dari Ny. Risti, pada Selasa (12/5/2026).
Mobil tangki tersebut berada di lokasi sejak pukul 06.00 WITA hingga dini hari sekitar pukul 10.02 WITA.
Warga menyebut BBM jenis Pertamax dipindahkan ke sejumlah drum yang berada di gudang pangkalan, termasuk diangkut menggunakan satu unit truk dan lima mobil pikap yang semuanya bermuatan drum BBM.
Di sisi lain, masyarakat di Kota Baa dan sejumlah kecamatan mengaku sangat kesulitan mendapatkan Pertamax ada yang menjual setengah liter 15 000
Kalaupun tersedia di tingkat pengecer, harga jual mencapai Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per liter dengan jumlah yang dinilai tidak sesuai takaran.
Saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa malam, Ny. Risti membenarkan bahwa pangkalan BBM tersebut milik suaminya dan BBM yang dijual merupakan jenis non subsidi.
Iya itu suami saya punya minyak, itu bukan subsidi, itu jenis Pertamax dan dia juga ada izin,” ujar Ny. Risti melalui sambungan telepon
Ia juga mengungkapkan untuk trip kapal yang saat ini pengiriman,stok BBM ke SPBU Sanggaoen menerima Pertamax sebanyak 25 kiloliter, Pertalite 30 kiloliter dan solar subsidi 20 kiloliter.
Namun menurut keterangannya, hanya 5 kiloliter Pertamax yang masuk ke SPBU, sedangkan sisanya 20 Kiloliter didistribusikan ke sejumlah pengecer termasuk pangkalan milik suaminya.
Pengakuan tersebut memicu reaksi keras warga yang menilai kondisi kelangkaan BBM di Rote Ndao diduga disebabkan distribusi yang tidak berpihak kepada masyarakat.
“Katong masyarakat cari BBM taputar satu Kota Baa susah sekali dapat Pertamax datang di SPBU bilang hanya layani Kupon saja Ternyata penanggung jawab SPBU sendiri jadi pedagang. Ini harus dipanggil DPRD dan aparat penegak hukum,” ujar Melki, warga Mokdale.
Warga lainnya, Jhon, juga meminta aparat kepolisian segera turun tangan menyelidiki dugaan permainan distribusi BBM yang menyebabkan antrean panjang dan kelangkaan BBM di berbagai SPBU.
“Kita cari BBM susah sekali, SPBU baru buka dua hari sudah habis. Kalau benar pasokan lebih banyak ke pengecer, ini sangat merugikan masyarakat kecil,” tegasnya.
Warga berharap DPRD Rote Ndao bersama aparat penegak hukum segera melakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan distribusi BBM agar kelangkaan yang terus terjadi tidak semakin menyulitkan masyarakat.
BBM Langka di Rote Ndao, Diduga Penanggung Jawab SPBU Sanggaoen Prioritaskan Penjualan ke Pengecer Drum

