Peran FKUB Membina Kerukunan Ummat Beragama di Morut

Peran FKUB Membina Kerukunan Ummat Beragama di Morut

Selasa, 27 Agustus 2019, 03.42
Morowali - Guna menjaga situasi dan kondisi kerukunan ummat beragama tetap kondusif, Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Morut menggelar Dialog Penguatan Peran FKUB Dalam Pembinaan dan Kerukunan Ummat Beragama di Morowali Utara di Halaman Kantor Kemenag Kab. Morut, Jl. Trans Sulawesi, Desa Tompira, Petasia Timur, Senin, 26 Agustus 2019.

Kegiatan tersebut dihadiri H. Rusman Langke, M.Pd Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Sulteng, Dra. Hj. Marwiah, M.Si Kepala Kantor Wilayah Kemenag Morut, Sukriadi S.Fil I Ketua FKUB Morut, H. Manshur, S.Ag Plt. Ketua MUI Morut, Yanismal Botuale, SE., MM Plt. Kaban Kesbangpol Morut, Dr. Kiflin Pajala, M.Pd Kabag TU Kemenag Prov. Sulteng, Ansar, S.Sos Sekcam Petasia Timur, para Ketua FKUB tingkat Kecamatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta 20 tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua FKUB Kab. Morut, Sukriadi S.Fil mengatakan, sejak berdirinya FKUB Morut ditahun 2013 silam, sejumlah program kegiatan sudah dilaksanakan untuk menjaga kerukunan umat beragama dan kondusifitas di daerah ini. Diantaranya, dengan membentuk pengurus ditingkat Kecamatan. Adapula program desa harmoni, pembentukan dilakukan satu desa disetiap kecamatan.

“Kami juga memperbanyak melakukan kunjungan atau turun langsung ke masyarakat dari berbagai agama. Tidak hanya bagi pemeluk Agama Islam dan Kristen sebagai pemeluk agama yang terbesar berdasarkan BPS Morut, bagi pemeluk agam lainnya juga kita lakukan hal yang sama. Saat ini, bahkan ada Paguyuban yang sudah memiliki struktur dan bisa dibina oleh FKUB,” kata Ketua FKUB Morut, Sukriadi, S.Fil.

Senada dengan Ketua FKUB Morut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Morut, Dra. Hj. Marwiah, M.Si dalam kesempatan yang sama menyebut, kerukunan ummat beragama khususnya di Kab. Morut terjaga cukup baik, belum ada permasalahan berat yang ditangani. “Sampai saat ini stabilitas Kerukunan Ummat Beragama di Kab. Morowali Utara sangat kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. H. Rusman Langke, M.Pd Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Sulteng disela-sela sambutannya menuturkan, bahwa tokoh agama berperan dalam meraih kemerdekaan Indonesia hal tersebut merupakan peran tokoh agama dalam membina kerukunan ummatnya masing-masing.

“Awalnya FKUB terbentuk pada tahu 2006 hasil kerjasama antara Kemendagri dengan Kemenag yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memberikan solusi dalam permasalahan kerukunan ummat beragama. Jika ada isu tentang SARA, konflik antar agama yang muncul di masyarakat, merupakan tugas FKUB untuk melakukan dialog, musyawarah, mediasi dan memberikan solusi terkait permasalahan tersebut,” pungkasnya. (Wardi)

TerPopuler