Diduga Ada Tarik Ulur, Pokja ULP Torut Belum Umumkan Pemenang Lelang Pengawasan Pasar Nanggala

Diduga Ada Tarik Ulur, Pokja ULP Torut Belum Umumkan Pemenang Lelang Pengawasan Pasar Nanggala

Senin, 26 Agustus 2019, 20.42

MAKASSAR, Newskpk - Imbas dari adanya dugaan persekongkolan dan dugaan praktek monopoli, seperti dilansir sebelumnya, Pokja ULP (Unit Lelang Pengadaan) Toraja Utara hingga kini belum mengumumkan pemenang Lelang Pengawasan Pasar Nanggala senilai Rp200 juta tahun ini.

Menurut sumber yang layak dipercaya yang dihimpun tim penelusuran Newskpk, diduga ada tarik ulur kepentingan antar rekanan peserta yang dibekingi oknum petinggi Pemda Torut dengan rekanan lain yang murni bersaing. Bahkan, bocoran lain yang diterima menyebutkan, Senin malam tadi (26/8), pihak Pokja dan Panitia setempat diduga masih menunggu respon dan arahan dari Bupati Torut Kala'tiku Paembonan siapa yang akan dimenangkan.

Informasi ini diperoleh dengan mensetir omongan sumber tersebut yang mengatakan, ketua Pokja Ardiantomo Parantean sedang dimediasi ke Bupati Torut oleh seseorang malam tadi. Hasil mediasi sampai Selasa siang ini (27/8), belum diketahui.

Lelang Konsultansi Pengawasan ini sendiri memang berlangsung molor. Pihak Pokja sampai 7 kali merubah jadwal tahapan bahkan hingga tahap pembuktian. Ini diduga karena dari awal ditengarai ada intervensi pihak penentu yang hendak menggolkan rekanan jagoannya.
Salah satu yang diduga dijagokan adalah EK, yang konon juga konsultan Perencana Pembangunan Pasar Nanggala.

Molornya proses lelang ini, sudah pasti berdampak pada kontrak. Padahal, biaya proyek pasar ini bersumber dari dana pusat yakni dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan.

Ini berarti proyek tersebut mestinya sudah berkontrak akhir Juli atau awal Agustus. "Sudah harus dikirim ke pusat nomor kontrak. Yang jelas sudah harus dilampirkan nama pemenang. Jangan sampai ada kontrak yang dikirim ke pusat, terus pemenangnya siapa," ujar sumber lain yang enggan disebut namanya, di Makale, baru-baru ini.

Atas dasar ini, bukan mustahil draf kontrak sudah ada namun nama pemenang masih dikosongkan.

Ketua Pokja, Ardiantomo Parantean, ketika dikonfirmasi hari ini, lagi-lagi tidak dapat dihubungi. Ponselnya nomor 082291931688 'sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan'. Konon nomornya ini akan diganti dengan nomor baru yang belum diketahui. (Anto)

TerPopuler