Kepulauan Sula- Masyarakat Kecamatan Mangoli,Kabupaten Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara. Meminta Pemerintah Membangun Jalan.
"Dari Keterangan Salah seorang warga (Sanusi) Desa Buaya, Kecamatan Mangoli Selatan,Menyampaikan Kepada Wartawan, Minggu (23/06/2019), bahwa Kami Sebagai Masyarakat Kepulauan Sula meminta Anggota DPRD dan Pemerintah Maluku Utara, Agar segera Membangun Jalan Wilayah itu,"Ucapnya.
Sejak Indonesia merdeka atau sudah memasuki usia 74 tahun sekarang ini, Masyarakat di Mangoli Selatan masih Sangat tertinggal atau terbelakang dalam Kegiatan Pembangunan,"Terangnya.
"Juga Diduga dimasa Pemerintahan Kepemimpinan Ahmad Hidayat Mus Menilap Anggaran untuk Pembangunan Dari Jalan Falabisahaya, Auponhia,Mangoli dan Waisakai Senilai 167 Miliar,"Tegasnya.
"Tambahnya, Anggaran Tersebut berasal dari Anggaran Perbelanjaan Negara dan Daerah Pada Tahun 2006-2010 namun yang didapat hanya Gusuran taman Warga,"Sebutnya.
Kondisi Ruas jalan sudah rusak berat dan parah dan sangat sulit untuk dilalui oleh masyarakat,"Jelasnya.
Hal ini Juga Tanggapan dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula(HPMS) Armin soamole kembali Mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk segera usut tuntas dugaan Kasus Korupsi yang ditangani Ditkrimsus Mabes Polri yang melalui surat perintah penyidikan dengan nomor print lidik/09/1/2013/Tipikor sejak Tanggal 30 januari dan 30 April 2013 yang dikeluarkan di Jakarta 25 Januari 2013,"Tutupnya. Sumber
(red)
"Dari Keterangan Salah seorang warga (Sanusi) Desa Buaya, Kecamatan Mangoli Selatan,Menyampaikan Kepada Wartawan, Minggu (23/06/2019), bahwa Kami Sebagai Masyarakat Kepulauan Sula meminta Anggota DPRD dan Pemerintah Maluku Utara, Agar segera Membangun Jalan Wilayah itu,"Ucapnya.
Sejak Indonesia merdeka atau sudah memasuki usia 74 tahun sekarang ini, Masyarakat di Mangoli Selatan masih Sangat tertinggal atau terbelakang dalam Kegiatan Pembangunan,"Terangnya.
"Juga Diduga dimasa Pemerintahan Kepemimpinan Ahmad Hidayat Mus Menilap Anggaran untuk Pembangunan Dari Jalan Falabisahaya, Auponhia,Mangoli dan Waisakai Senilai 167 Miliar,"Tegasnya.
"Tambahnya, Anggaran Tersebut berasal dari Anggaran Perbelanjaan Negara dan Daerah Pada Tahun 2006-2010 namun yang didapat hanya Gusuran taman Warga,"Sebutnya.
Kondisi Ruas jalan sudah rusak berat dan parah dan sangat sulit untuk dilalui oleh masyarakat,"Jelasnya.
Hal ini Juga Tanggapan dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula(HPMS) Armin soamole kembali Mendesak Kapolri Tito Karnavian untuk segera usut tuntas dugaan Kasus Korupsi yang ditangani Ditkrimsus Mabes Polri yang melalui surat perintah penyidikan dengan nomor print lidik/09/1/2013/Tipikor sejak Tanggal 30 januari dan 30 April 2013 yang dikeluarkan di Jakarta 25 Januari 2013,"Tutupnya. Sumber
(red)

