![]() |
| Foto Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila(Nasdem)dan Anggota DPRD Anwar Kiah(PKB) |
Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao,Alfred Saudila,menangapi apa yang di sampaikan oleh Oknum Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Anwar Kiah , terkait dirinya selaku pimpinan DPRD yang menolak menerima Keluarga Boik,Alfred Saudila berpendapat bahwa apa yang di sampaikan oleh Anwar Kiah itu menurut saya dia berbicara secara personal bukan secara Lembaga, dan saya pikir Pak Anwar Kiah salah bicara, dan juga salah penyampaian sekali.lagi saya tegaskan itu penyampaian secara Pribadi Anwar Kiah bukan secara Lembaga ,dan kita bukan tidak mau menerima tetapi,kita tentu saja tetap menerima tetapi mari kita lihat kembali dan kita juga harus menerima secara lembaga apalagi dua orang pimpinan tidak ada oleh karena itu jika terjadi sesuatu maka siapa yang akan bertangung jawab,tegasnya.
Dan terkait Tanah yang sudah dihibahkan Kepada Pemda milik Keluarga Boik, bahwa Apa yang saya katakan ini secara lembaga jadi benar ada sejumlah lahan yang di serahkan oleh keluarga Boik yang saat ini sudah di bangun Kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao,dan Kantor Bupati untuk sebagian
.
Bikin Malu Warga Rote Ndao, Ketua DPRD Ronda Alfred Saudila Tidak Mau Temui Warga
https://www.newskpk.com/2019/01/bikin-malu-warga-rote-ndao-ketua-dprd.htmlSecara lembaga kita menghargai keluhan mereka namun apapun tindakan kita sebagai wakil rakyat, kita harus melihat kembali pada surat surat dari mereka yang masuk kepada Kita,pertama pada tahun lalu mereka meminta kejelasan dari pihak Pemda,dan kita fasilitasi kita mengundang mereka dan Pemda Rote Ndao pada saat itu kami duduk bersama mereka dan juga akhirnya dan hasilnya waktu itu kita serahkan kembali pada Pemerintah dan menurut pemerintah Permintaan dari keluarga Boik itu dan waktu itu kami secara lembaga juga telah menuntut pada pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Jadi apapun permintaan dan perjanjian antara Keluarga Besar Boik selaku yang menghibahkan Tanah mereka dan pemda selaku penerima harus di penuhi, dan menurut pemda bahwa waktu itu permintaan permintaan itu pemda sudah buka pintu untuk dialog bersama namun selanjutnya kami juga belum.mendapatkan juga hasil dari pertemuan tersebut.
Dan baru pada saat masa masa sidang saat itu,Lembaga kami kembali lagi mendapatkan surat lagi ada dua surat somasi dan surat somasi itu artinya DPRD mendapatkan pemberitahuan bahwa adanya somasi berarti sudah akan ada tindakan hukum
Dan soal kedatangan mereka kemarin 21/1 paginya baru saya mendapatkan surat tetapi surat dan itu berupa tembusan bahwa mereka demo ,yang di beritahukan oleh Sekwan,dan saya bukan tidak mau menerima mereka tetapi paling tidak, kita juga harus mendapat satu kepastian dari pemda tentang sejauh mana ketika itu hasil mediasinya seperti apa sehingga kita mempunyai satu dasar, kita sebagai wakil dari rakyat tentunya kita harus menyiapkan tempat waktu untuk mereka tetapi bukan saat ini dan jika hari ini saya menerima mereka, dan kita pangil pemda apa mereka hadir atau tidak dan jika kita memangil pemda kemudian ada terjadi sesuatu maka itu menjadi tangung jawab seperti apa ungkapnya.(AL)

