Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sekitar 61 KK Kampung Gedung Aji, Hingga Kini Belum Tersentuh Bantuan Tunai Apapun dari Pemerintah

Sabtu | 5/23/2020 WIB Last Updated 2020-05-23T07:12:08Z

Tulang Bawan - Sejak merebaknya wabah virus Corona di tanah air yang saat ini tengah melanda hampir di seluruh pelosok negeri, nampaknya menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah, dengan mengucurkan beberapa program bantuan tunai maupun non tunai kepada rakyat indonesia, tak lebih bertujuan untuk membatu meringankan sedikit beban masyarakat yang terkena dampak virus Corona.

Sayangnya... Niat baik dari pemerintah tersebut, terkadang tidak berjalan sesuai dengan harapan dan rencana sebelumnya.

Seperti yang terjadi di Kampung Gedung Aji, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung saat ini misalnya, dari berbagai informasi yang berhasil kami himpun di lapangan, kami temukan sejumlah warga setempat yang tak kurang dari 61 KK yang mengaku hingga saat ini belum juga menerima bantuan tunai apapun yang di kucurkan oleh pemerintah.

Untuk itu kami mencoba menemui Kepala Kampung setempat, untuk mempertanyakan hal tersebut, guna mendapatkan penjelasan yang detail agar masyarakat dapat lebih memahami dan mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi.

"Abdul Hamid selaku kepala Kampung Gedung Aji setempat saat di jumpai awak media newskpk.com saat itu ia mengatakan bahwa, untuk sementara ini warganya yang sudah menerima BST yaitu sebanyak 17 KK yang masing-masing per KK menerima bantuan Tunai sebesar Rp.600.000,-

Adapun Mengenai jumlah Anggaran yang di peruntukan untuk BLT yaitu sebesar Rp. 203.400.000,- untuk 113 KK dan selebihnya itu sudah mendapakan Bantuan Keluarga Harapan (PKH) yang mana dalam berbagai aturan yang mengacu kesitu bahwa dalam satu KK tidak boleh menerima lebih dari satu Bantuan Tunai," Ungkapnya, Sabtu 23 Mei 2020.


"Selanjutnya, Abdul Hamid juga membenarkan bahwa, memang masih ada warganya sekitar 61 KK yang belum menerima bantuan tunai jenis apapun dari pemerintah, akan tetapi menurut informasi yang ia terima bahwa, 61 KK tersebut tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang insya allah dalam waktu dekat sehabis lebaran akan segera dicairkan melalui Kantor Pos terdekat" Sambungnya.

Adapun bila ada warga yang nantinya terbukti menerima bantuan tunai lebih dari satu bantuan, maka itu harus di kembalikan kepada pemerintah terkait," Tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Sejumlah masyarakat kampung Gedung Aji pun mengucapkan terima kasih kepada abdul hamid sekaligus mereka mengharapkan agar Bantuan tersebut dapat segera tersalurkan dengan baik, lantaran saat ini sejumlah warga mengaku terdesak oleh kebutuhan mereka sehari- hari.

Hal terbut mereka alami Lantaran, mata pencaharian mereka sehari-hari saat ini mengalami penurunan, pasalnya warga gedung aji setempat, yang sebagai mana kita ketahui mayoritas berprofesi sebagai nelayan, warga mengaku sejak adanya pandemi virus covid-19 ini, selain sulitnya untuk mencari ikan harga jualnya pun ikut mengalami penurunan/jatuh harga, sementara sejumlah bahan pokok saat ini melambung naik.

"Harapan masyarakat setempat dengan kondisi seperti saat ini, pemerintah terkait, mampu menekan harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan yang begitu tinggi.

Di tempat terpisah, sejumlah warga setempat yang enggan untuk disebutkan namanya menuturkan bahwa, untuk menghindari berbagai kecurigaan dan kesalah paham yang menimbulkan kecemburuan sosial maka alangkah baiknya pemerintah kampung gedung aji kedepannya untuk lebih transparan lagi dengan memasang sejumlah nama-nama warga yang menerima bantuan tersebut di balai kampung setempat, dengan begitu saya rasa akan lebih jelas sehingga tidak menimbulkan berbagai pertanyaan dan kecurigaan dari berbagai pihak," Ungkapnya.

"Semoga pandemi virus Corona ini cepat berlalu dan keadaan dapat segera pulih seperti semula, agar kita semua dapat bekerja dengan bebas serta roda perekonomian bisa kembali normal seperti semula," Tuturnya warga gedung aji.  (Ahmad AA).
×
Berita Terbaru Update