MUARO JAMBI- karena merasa gaji belu guru honorer di Kabupaten Muaro Jambi dirasakan masih sangat minim, jauh dari kata sejahtera. Sejumlah guru honorer pada hari ini Senin, tanggal, 3 Febuari, 2020 mendatangi gedung DPRD Muaro Jambi, guna menyampaikan asfirasi dihadapan sejumlah anggota dewan yang membidangi.
Asfirasi dari sejumlah tenaga guru honorer di Muaro Jambi itu, disambut baik oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Muaro Jambi, bertempat di ruang rapat bersama, gedung perwakilan rakyat Muaro Jambi itu.
Selain komisi 1, Wakil ketua II DPRD Muaro Jambi, M.Haikal, pun turut menengahi persoalan keluhan yang dirasakan oleh sejumlah guru honorer di Kabupaten Muaro Jambi saat ini.
Dalam diskusi tersebut Ketua Forum Guru Honorer Kabupaten Muaro Jambi, Mi'ad, dalam penyampaiannya menilai bahwa gaji tenaga guru honorer saat ini sangat tidak layak dan sangat kurang, jauh dari kata cukup.
"Kami berharap guru honorer juga diperhatikan sama seperti guru yang tercatat sebagai guru pegawai negeri pada umumnya. Karena pekerjaannya juga sama, sama-sama mengajar. Dan jadwal mengajarnya pun sepertinya sama". Harap Mi'ad.
Dijelaskan Mi'ad, gaji guru honor dengan SK kepala sekolah menunggu dana BOS cair, sedangkan gaji guru honorer yang di SK kan oleh Pemerintah Kabupaten yaitu hanya sebesar Rp. 600.000-, per bulan. Hal ini miris jika di bandingkan dengan kebutuhan hidup zaman sekarang. Ujar Mi'ad.
Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi, M.Haikal, mengatakan bahwa pihaknya akan mencarikan solusi atau jalan keluar yang terbaik untuk para guru honorer di Muaro Jambi, dan hal ini akan di sampaikan kepada Pemkab Muaro Jambi. Kata Haikal.
Sementara itu Sekretaris Komisi 1 DPRD Muaro Jambi, Ulil Amri, menyatakan Kedepan akan meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan para guru honorer khususnya melalui TAPD yang nanti selanjutnya akan dibahas. (Rdw/Adv)
Asfirasi dari sejumlah tenaga guru honorer di Muaro Jambi itu, disambut baik oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Muaro Jambi, bertempat di ruang rapat bersama, gedung perwakilan rakyat Muaro Jambi itu.
Selain komisi 1, Wakil ketua II DPRD Muaro Jambi, M.Haikal, pun turut menengahi persoalan keluhan yang dirasakan oleh sejumlah guru honorer di Kabupaten Muaro Jambi saat ini.
Dalam diskusi tersebut Ketua Forum Guru Honorer Kabupaten Muaro Jambi, Mi'ad, dalam penyampaiannya menilai bahwa gaji tenaga guru honorer saat ini sangat tidak layak dan sangat kurang, jauh dari kata cukup.
"Kami berharap guru honorer juga diperhatikan sama seperti guru yang tercatat sebagai guru pegawai negeri pada umumnya. Karena pekerjaannya juga sama, sama-sama mengajar. Dan jadwal mengajarnya pun sepertinya sama". Harap Mi'ad.
Dijelaskan Mi'ad, gaji guru honor dengan SK kepala sekolah menunggu dana BOS cair, sedangkan gaji guru honorer yang di SK kan oleh Pemerintah Kabupaten yaitu hanya sebesar Rp. 600.000-, per bulan. Hal ini miris jika di bandingkan dengan kebutuhan hidup zaman sekarang. Ujar Mi'ad.
Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi, M.Haikal, mengatakan bahwa pihaknya akan mencarikan solusi atau jalan keluar yang terbaik untuk para guru honorer di Muaro Jambi, dan hal ini akan di sampaikan kepada Pemkab Muaro Jambi. Kata Haikal.
Sementara itu Sekretaris Komisi 1 DPRD Muaro Jambi, Ulil Amri, menyatakan Kedepan akan meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan para guru honorer khususnya melalui TAPD yang nanti selanjutnya akan dibahas. (Rdw/Adv)

