SUMENEP -- Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka Universitas Wiraraja melaksanakan Musyawarah Pandega (MUSDEGA) yang ke V dan serah terima jabatan pada Minggu 15 Desember 2019. Acara yang diselenggarakan di Graha Sumekar Universitas Wiraraja ini mengusung tema “Menuju Pramuka GEMBIRA (Gemar dan Bisa Berkarya)”.
Dalam MUSDEGA ke-V ini dibagi menjadi 3 acara. Pertama, penyampaian laporan pertanggungjawaban selama satu periode.
Kedua, pembahasan tata adat. Tiga, pemilihan Ketua Dewan Racana dan Pemangku Adat. Acara ini juga dihadiri oleh Mohammad Romli selaku Ketua Dewan Kerja Cabang Sumenep dan anggota kehormatan Kak Atiqurrahman.
Dalam sambutannya Kak Atiqurrahman, S.E yang akrab dipanggil kak Atiq ini merupakan salah satu penggagas berdirinya Pramuka Universitas Wiraraja.
“proses berdirinya dan perjalanan panjang pramuka Universitas hingga mencapai usianya yang ke lima tahun, ini bukanlah sesuatu yang mudah namun kedepan akan semakin banyak tantangan, terutama dalam menyiapkan kader-kader Pramuka yang siap mengabdi dan menjadi kepercayaan Universitas lebih-lebih dalam keikutsertaannya membangaun masyarakat.” Tuturnya.
Tidak hanya itu kak Mohammad Romli juga turut membuka kegiatan dan menyampaikan dalam sambutannya.“ bahwa tidak sedikit Mahasiswa yang merasa malu ketika mengenakan seragam Pramuka ke kampusnya, karena banyak yang beranggapan bahwa seperti anak SMP atau SMA, bahkan yang lebih miris lagi ketika Pramuka dinilai hanya kegiatannya tepuk-tepuk, yel-yel dan berkemah seperti halnya anak SD.
Perlu diketahui bahwa tak sedikit anggota Pramuka Universitas Wiraraja yang menjadi pemikir, mewarnai berbagai kegiatan dan kemajuan Pramuka Sumenep serta perlu kakak ingat juga, tidak ada organisasi yang lebih besar dari Pramuka, lebih dari 150 negara yang menyelernggarakan Gerakan Pramuka yang terhimpun dalam Organisasi Dunia yaitu World Organization of the Scout Movement (WOSM). Lalu apa yang membuat kakak-kakak malu, keberadaan kita sudah disahkan oleh undang-undang, dan apakah yang membuat kita tidak percaya diri, yang menggunakan seragam Pramuka dari Presiden sampai Rektor kakak-kakak sekalian masih percaya diri fotoya terpampang dikampus ini" Ungkapnya
Kak Indri selaku Ketua Reka Kerja MUSDEGA V ini berharap hendaknya kegiatan ini dapat dilakukan sebaik mungkin agar menjadi evaluasi bagi seluruh anggota untuk menyongsong masa depan Paramuka Universitas Wiraraja guna mencapai tujuannya yang lebih baik.
Dari hasil musyawarah Pandega ini menghasilkan banyak perupabahan dalam tata adat, terutama dalam perubahan logo Gerakan Pramuka Universitas Wiraraja dan beberapa perubahan lainnya, termasuk pada pergantian kepengurusan yang diusulkan oleh peserta Musdega. Sehingga pada akhir kegiatan ini terpilih Ketua Dewan Racana yang baru yaitu Kak Angga Prasetiya Andrianto dan Kak Dia Homsatul Imah menggantikan Kak Ahmad Wahid Fudhaily dan Kak Ilan Nuri S. dibagian pemangku Adat terpilih Kak Oos Ariyanto dan Kak Indri Nur Safitri Mengganikan Kak Matlimin dan Kak Friska Wahyu I.
Penyerahan dokumen dan pusaka adat kepada pengurus yang baru berlangsung dengan suasana yang hening, Pemangku Adat (Matlimin) memberikan banyak pesan-pesan kepada pemangku adat dan ketua dewan racana terpilih untuk mempertanggungjwabkan, menjalakan amanah dengan ikhlas dan mengintruksikan untuk segera membentuk kepengurusan dan melakuan rapat Kerja (Raker).
Tak hanya itu, ia meminta kepada seluruh anggota untuk turut andil memberikan warna pemikirannya untuk kemajuan Pramuka Universitas Wiraraja yang lebih baik.(Jon/Anto.T)
Dalam MUSDEGA ke-V ini dibagi menjadi 3 acara. Pertama, penyampaian laporan pertanggungjawaban selama satu periode.
Kedua, pembahasan tata adat. Tiga, pemilihan Ketua Dewan Racana dan Pemangku Adat. Acara ini juga dihadiri oleh Mohammad Romli selaku Ketua Dewan Kerja Cabang Sumenep dan anggota kehormatan Kak Atiqurrahman.
Dalam sambutannya Kak Atiqurrahman, S.E yang akrab dipanggil kak Atiq ini merupakan salah satu penggagas berdirinya Pramuka Universitas Wiraraja.
“proses berdirinya dan perjalanan panjang pramuka Universitas hingga mencapai usianya yang ke lima tahun, ini bukanlah sesuatu yang mudah namun kedepan akan semakin banyak tantangan, terutama dalam menyiapkan kader-kader Pramuka yang siap mengabdi dan menjadi kepercayaan Universitas lebih-lebih dalam keikutsertaannya membangaun masyarakat.” Tuturnya.
Tidak hanya itu kak Mohammad Romli juga turut membuka kegiatan dan menyampaikan dalam sambutannya.“ bahwa tidak sedikit Mahasiswa yang merasa malu ketika mengenakan seragam Pramuka ke kampusnya, karena banyak yang beranggapan bahwa seperti anak SMP atau SMA, bahkan yang lebih miris lagi ketika Pramuka dinilai hanya kegiatannya tepuk-tepuk, yel-yel dan berkemah seperti halnya anak SD.
Perlu diketahui bahwa tak sedikit anggota Pramuka Universitas Wiraraja yang menjadi pemikir, mewarnai berbagai kegiatan dan kemajuan Pramuka Sumenep serta perlu kakak ingat juga, tidak ada organisasi yang lebih besar dari Pramuka, lebih dari 150 negara yang menyelernggarakan Gerakan Pramuka yang terhimpun dalam Organisasi Dunia yaitu World Organization of the Scout Movement (WOSM). Lalu apa yang membuat kakak-kakak malu, keberadaan kita sudah disahkan oleh undang-undang, dan apakah yang membuat kita tidak percaya diri, yang menggunakan seragam Pramuka dari Presiden sampai Rektor kakak-kakak sekalian masih percaya diri fotoya terpampang dikampus ini" Ungkapnya
Kak Indri selaku Ketua Reka Kerja MUSDEGA V ini berharap hendaknya kegiatan ini dapat dilakukan sebaik mungkin agar menjadi evaluasi bagi seluruh anggota untuk menyongsong masa depan Paramuka Universitas Wiraraja guna mencapai tujuannya yang lebih baik.
Dari hasil musyawarah Pandega ini menghasilkan banyak perupabahan dalam tata adat, terutama dalam perubahan logo Gerakan Pramuka Universitas Wiraraja dan beberapa perubahan lainnya, termasuk pada pergantian kepengurusan yang diusulkan oleh peserta Musdega. Sehingga pada akhir kegiatan ini terpilih Ketua Dewan Racana yang baru yaitu Kak Angga Prasetiya Andrianto dan Kak Dia Homsatul Imah menggantikan Kak Ahmad Wahid Fudhaily dan Kak Ilan Nuri S. dibagian pemangku Adat terpilih Kak Oos Ariyanto dan Kak Indri Nur Safitri Mengganikan Kak Matlimin dan Kak Friska Wahyu I.
Penyerahan dokumen dan pusaka adat kepada pengurus yang baru berlangsung dengan suasana yang hening, Pemangku Adat (Matlimin) memberikan banyak pesan-pesan kepada pemangku adat dan ketua dewan racana terpilih untuk mempertanggungjwabkan, menjalakan amanah dengan ikhlas dan mengintruksikan untuk segera membentuk kepengurusan dan melakuan rapat Kerja (Raker).
Tak hanya itu, ia meminta kepada seluruh anggota untuk turut andil memberikan warna pemikirannya untuk kemajuan Pramuka Universitas Wiraraja yang lebih baik.(Jon/Anto.T)

