Paluta - Sumut.Idealnya jalinsum merupakan infrastruktur utama transportasi untuk kegiatan ekonomi dan kepentingan masyarakat luas.
Tapi sayangnya kondisi Jalinsum malah menjadi keluhan masyarakat,sebab kondisi fisik jalannya tidak mendukung bagi para pengguna jalan.
Seperti yang terjadi di jalinsum daerah Kabupaten Padang Lawas Utara,tempatnya di desa Pangirkiran Kecamatan Halongonan.Setiap hujan,air selalu meluap diruas jalan tersebut.
Pantauan dilokasi,Kamis (26/12/2019,Ketika hujan deras mengguyur,luapan air dari parit ke jalan pun terjadi.Tidak hanya air,sampah-sampah pun ikut terbawa dan berserakan di atas jalan.
Sehingga terpotret beberapa warga yang melintaspun sempat mencuci motor miliknya diatas genangan air yang meluap dengan alat seadanya.
Seterusnya luapan air ini terjadi karena saluran drainase tersumbat.Volume air yang tercurah dari arah saluran pembuangan air Embung milik masyarakat Rondaman Siburegar tidak bisa lagi mengalir mengikuti saluran drainase dengan normal.
"Perlu perbaikan drainase,jika paritnya dibiarkan tersumbat terus maka air akan terus meluap ke jalan dan mengakibatkan kondisi kerusakan jalan akan semakin parah seperti kondisi sekarang,"Tutur Pontas Hasibuan,
Dengan kondisi seperti ini,kata dia seharusnya pemerintah daerah harus peduli dan langsung mencari tahu,apa penyebab air meluap di aspal ini.Bukan hanya warga,akses jalan ini juga selalu dilintasi oleh kendaraan para pejabat.
"Kami selaku warga paluta berharap,agar pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara segera menangani air yang sudah menggenangi akses jalan itu.Sudah lama air itu tergenang dijalan tanpa perbaikan,dan Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan kendaraan yang melintas,"Ungkapnya. (Mara)
Tapi sayangnya kondisi Jalinsum malah menjadi keluhan masyarakat,sebab kondisi fisik jalannya tidak mendukung bagi para pengguna jalan.
Seperti yang terjadi di jalinsum daerah Kabupaten Padang Lawas Utara,tempatnya di desa Pangirkiran Kecamatan Halongonan.Setiap hujan,air selalu meluap diruas jalan tersebut.
Pantauan dilokasi,Kamis (26/12/2019,Ketika hujan deras mengguyur,luapan air dari parit ke jalan pun terjadi.Tidak hanya air,sampah-sampah pun ikut terbawa dan berserakan di atas jalan.
Sehingga terpotret beberapa warga yang melintaspun sempat mencuci motor miliknya diatas genangan air yang meluap dengan alat seadanya.
Seterusnya luapan air ini terjadi karena saluran drainase tersumbat.Volume air yang tercurah dari arah saluran pembuangan air Embung milik masyarakat Rondaman Siburegar tidak bisa lagi mengalir mengikuti saluran drainase dengan normal.
"Perlu perbaikan drainase,jika paritnya dibiarkan tersumbat terus maka air akan terus meluap ke jalan dan mengakibatkan kondisi kerusakan jalan akan semakin parah seperti kondisi sekarang,"Tutur Pontas Hasibuan,
Dengan kondisi seperti ini,kata dia seharusnya pemerintah daerah harus peduli dan langsung mencari tahu,apa penyebab air meluap di aspal ini.Bukan hanya warga,akses jalan ini juga selalu dilintasi oleh kendaraan para pejabat.
"Kami selaku warga paluta berharap,agar pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara segera menangani air yang sudah menggenangi akses jalan itu.Sudah lama air itu tergenang dijalan tanpa perbaikan,dan Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan kendaraan yang melintas,"Ungkapnya. (Mara)

