Notification

×

Iklan

Iklan

Cegah Kekerasan Pada Anak Pangulu Pamatang Syahkuda Galakan Sosialisasi Perlindungan Anak

Kamis | 12/19/2019 WIB Last Updated 2019-12-19T05:46:44Z
Simalungun-Sumut. Maraknya angka kekerasan pada anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran dan bullying sangat memprihatinkan terutama di kalangan masyarakat yang masih berada di pedesaan. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah Nagori Pamatang Syahkuda, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun melakukan Sosialisasi Perlindungan Anak di halaman kantor Nagori jalan Asahan KM 21 Huta V Marihat Tempel, pada Kamis, 19/12/2019 sekira pukul 10.30 wib.

Keprihatinan luar biasa dari Kepala Desa /Pangulu Pamatang Syahkuda, Suwardi SE, MM untuk mengambil peran strategis dalam mencegah dan menangkal terjadinya peristiwa memilukan pada anak-anak agar dapat dihindari sedini mungkin. Hal tersebut mengemuka dan membuat Suwardi mengadakan Parenting dengan tajuk "Mewujudkan Nagori Ramah Anak Dan Menjadikan Anak Nagori Generasi Unggul Yang Siap Membangun Kebersamaan, Keberagamaan Dan Cinta Tanah Air".

Dalam sambutannya Pangulu Nagori Pematang Syahkuda menyampaikan, "dalam Permendes 16 Tahun 2018 salah satunya disebutkan prioritas Dana Desa digunakan untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagori. Dengan Permendes tersebut hari ini pemerintah Nagori perlunya mengintegrasikan pemahaman dalam melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan, dari Dana yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2019. Salah satu tujuan cara yang dilakukan ini adalah memberikan edukasi kepada para orang tua dan keluarga tentang perlindungan terhadap anak", papar Pangulu.

Untuk memajukan anak-anak Nagori harus memperhatikan pengetahuan orang tuanya dalam mengasuh anak di rumah, sehingga peran pemerintah Nagori dan orang tua dapat saling mendukung anak agar tumbuh optimal dan berprestasi. Sebisa mungkin kita harus menghindari kekerasan pada anak-anak, baik di rumah, dan di lingkungan masyarakat”, ungkap Suwardi SE, MM selaku Kepala Nagori Pematang Syahkuda.

Sekjen KPAI Pusat Danang Sasongko dalam sambutan santainya mengatakan, "Orang tua jangan selalu memarahi/omelin anak-anak dengan bahasa yang dapat menyakitkan perasaan anak, karena hal itu akan menjadi memori bagi sianak sehingga membuat dirinya menjadi dendam. Jadilah orang tua yang jika memarahi anak, dengan do'a-do'a yang baik. Waspada juga terhadap orang-orang terdekat, karena kejahatan seksual terhadap anak banyak terjadi karena orang-orang dekat", papar Danang.

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh Sekjen Komnas Perlidungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Danang Sasongko, hadir  juga dari unsur Muspika, diantaranya Camat Kecamatan Gunung Malela Ir. Andi S Pasaribu, Danramil Model Simalungun, Kapolsek Bangun serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Simalungun Hormauli Purba, SP.M.Si. Ada juga Kapus Bahjambi, Manager Kebun Sipef, Ketua Maujana, perangkat Nagori dan warga Masyarakat dan tokoh agama.

Menyoal maraknya kejahatan seksual yang saat ini tengah marak, Danang meminta semua pihak mampu memutus mata rantai kekerasan, dan kejahatan seksual sehingga perlu pelayanan dan segera melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang, salah satunya KPAI agar anak mendapat perlindungan. Diakhir paparan Danang, juga di adakan seksi tanya jawab, dari warga masyarakat dan undangan. Dengan acara ini Pemerintah Nagori harus memiliki peranan penting dalam menumbuhkan pengetahuan orang tua dalam mencegah kekerasan pada anak. (RU)
×
NewsKPK.com Update