Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Sosok Helfin Ware, Mantan Calon Kades yang Dijegal, kini Jadi DPRD

Senin | 11/25/2019 WIB Last Updated 2019-11-25T09:47:16Z
BOBONG – Sebanyak 20 anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) periode 2019-2024 dilantik Senin 30 September 2019 beberapa waktu lalu. Ke 20 wakil rakyat yang berasal keseluruhan dari 2 dapil ini dilantik di Gedung Hemungsia Sia Dufu. Satu diantara 20 nama tersebut ialah Helfin, yang biasa disapa dengan nama Frans.

Pria bernama lengkap Helfin Ware ini terpilih menjadi wakil Rakyat dari dapil I, Kabupaten Pulau Pulau Taliabu, pada pemilihan umum legislatif 2019 kemarin. Diusianya yang ke 40 tahun ini adalah untuk pertama kalinya menjadi wakil rakyat Kabupaten Pulau Taliabu.

 Ia berhasil meraih suara terbanyak dari rekan-rekannya pada Pemilu 2019 di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Helfin Ware rupanya sudah tidak asing lagi  dengan dunia politik, sebelum terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, rupanya hiruk pikuk dalam dunia politik juga pernah ia rasakan, pria kelaharin bau-bau ini.

Ia mengisahkan, pada saat itu menjadi salah satu kandidat terkuat pada pilkades di Desa Talo Tahun 2017 lalu, ia dijegal pada waktu hari H menjelang pencoblosan pemilihan Kepala Desa Talo oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara mengunting surat suara yang bergambar dirinya.

"pada saat besok hari pencoblosan, malam harinya saya bersama tim calon kades saya mempersiapkan keperluan besok pencoblosan. Esoknya, pada saat jam 7:00 WIT ditelepon oleh panitia pilkades untuk menyaksikan pembukaan surat suara, namun anehnya saat dibuka tinggal empat kandidat calon kades yang lainya.
Saya kaget bak disambar petir. Padahal, dari tahapan per tahapan telah dinyatakan lolos oleh panitia pilkades," kisah Helfin Ware.

Tak patah semangat dengan kejadian tersebut, Frans, pria ramah dari tanah bau-bau ini, kemudian memilih maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu periode 2019-2024 dan alhamdulillah Allah menghendakinya terpilih sebagai anggota DPRD.

Meski demikian, kata Helfin yang juga ketua pemenangan partai PKPI, DPD II Kabupaten Pulau Taliabu ini bahwa dirinya memilih tetap berbesar hati dengan memaafkan sikap yang dilakukan oknum-oknum tersebut.

Untuk itu, ia berharap cara-cara pilkades seperti ini tidak terulang kembali, sebab potensi konflik di akar rumput terjadi lebih besar.

Ketika ditanya alasan dirinya memilih jalur politik satu tingkat dari atasnya, kata Frans bahwa yang pertama optimis dan yakin dirinya terpilih sebagai DPRD. Ini didasari dengan dorongan publik serta keluarga yang selama ini kompak bersamanya. Selain itu juga kesiapan logistik.

Tantangan terbesar dalam perjalanan semasa pencalonan hingga setelah dilantik, kata Frans  bahwa tantangan terbesar baginya adalah kurangya pendidikan politik di masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu yang masih kuat dengan kencenderungan pada materialistik dan etnis, tanpa melihat Visi dan Misi.
 Namun menurutnya, ini juga salah satu motivasi tersendiri baginya hingga terpilih menjadi wakil rakyat.

Untuk itu, kata Helfin, sebagai representasi masyarakat di parlemen sudah pasti kedepannya lebih mengedepankan pendidikan politik kepada masyarakat.
 Bagitu juga teman-teman partai politik lainya, harus memiliki niat baik untuk menciptakan gairah politik ditenga-tengah masayarat Pulau Taliabu, sehingga kedepan cara politik seperti bisa dikurangi. Dan kedepan outputnya, representasi masyarakat di parlemen juga memiliki kapabilitas untuk menyuarakan kepentingan publik.

Olehnya itu, kedepan ia memiliki tekad kuat  untuk mendorong dan mengawal program-program dari eksekutif, sehingga lebih berpihak kepada kepentingan umum.
Sebab menurutnya, selama ini banyak keluhan yang disampaikan masyarakat padanya adalah mereka kurang merasakan kehadiran program dari pemerintah saat ini.

“jadi saya sebagai representasi masyarakat di parlemen, sudah tentunya dengan kepercayaan yang diamanahkan oleh masyarakat kepada saya.

Saya akan menghibahkan diri saya untuk mengawal kepentingan umum masyarakat Taliabu. Pertama-tama memastikan apa yang direncanakan pemerintah melalui APBD benar-benar bersentuhan dengan masyarakat dan sampai ke masyarakat,” ujar, Helfin.

Kedepan, kata Helfin, program prioritas yang akan ia dorong adalah pada sektor pengembangan infrastruktur pendidikan, Kesehatan, dan perikanan dan pertanian, Karena menurutnya, dengan hal-hal ini kedepan Kabupaten Pulau Taliabu lebih cepat berkembang dan mandiri.

Olehnya ia berharap kepada masyarakat kabupaten Pulau Taliabu terus bersama-sama dirinya dan tak bosan-bosanya memberikan masukan dan kritikan yang sifatnya konstruktif, sebab yang namanya manusia pasti ada lalainya.

Repoerter : Rajak
×
NewsKPK.com Update