Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek Pamsimas Desa Teluk Kulbi Diduga Sarat Korupsi

Senin | 10/28/2019 WIB Last Updated 2019-10-28T02:09:19Z
Tanjabbar -Masyarakat desa teluk kulbi, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kecewa proyek penyediaan air minum dan sanitasi dan berbasis masyarakat (Pamsimas) dinilai gagal, yang pada akhirnya untuk menikmati air bersih dari program pemerintah pusat, melalui Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) seperti Belum bisa terwujud saat ini 29/10.



Pasalnya, Pamsimas yang dibangun pertengahan tahun 2017 lalu. Dengan dana ratusan juta rupiah melalui Dana Asian Development Bank dunia, ternyata gagal dalam pembangunan nya.


Buktinya, sejak awal dibangun beberapa tahun lalu sampai saat ini, air dari proyek sumur bor tersebut belum ada setitik pun mengalir kerumah- rumah masyarakat sekitar dan proyek pun dikerjakan asal-asalan.



Kuat dugaan jika kegagalan pembangunan proyek ini, disinyalir pihak pengelola pamsimas telah menyalahgunakan terhadap anggaran ratusan juta tersebut.



Menurut warga setempat, Tamyez, ia bersama masyarakat teluk kulbi lainnya merasa sangat kecewa melihat kegagalan pembangunan Pasimas didaerahnya yang hasil nya tidak sesuai dengan harapan masyarakat selama ini.



 Masyarakat desa sangat berharap sekali atas Pamsimas ini, sejak awal dibangun saja, masyarakat sudah bersyukur. Apabila terwujud kebutuhan akan air bersih yang selama ini diidam-idamkan bisa dinikmati, namun kenyataannya jauh dari harapan.” Ungkapnya.



Ia menduga dalam pengerjaan maupun  proses administrasi telah terjadi manipulasi data kepengurusan atas swakelola pekerjaan proyek air bersih tersebut.



Menurut yang merasa namanya dicaplok"Saya sebenarnya bingung, dalam hal ini saya tidak pernah di tunjuk sebagai apa pun di dalam struktur kepengurusan pekerjaan pembangunan Pamsimas.tapi nama saya tercantum  dalam kepengurusan tersebut,” Ujar  warga yang tinggal di rt Tanjung mas ini.



Sementara itu, wakil Ketua BPD Desa Teluk kulbi Asad Aminoto menyebut ia sebagai pengawas pembangunan desanya, mengakui sangat menyayangkan dengan gagalnya pembangunan Pamsimas diwilayahnya.



  Sebagai wakil ketua BPD,telah memberikan masukakan kepada pengolahan dan pengurus nya dengan memberikan waktu sampai akhir bulan Agustus lalu, namun sampai saat ini belum ada bukti kalau airnya bisa mengalir.” Ujar As’ad.



Katanya lagi, Pamsimas ini awal pembangunan nya sejak pertengahan tahun 2017 dan selesai di tahun 2018 lalu. Namun air yang ditunggu-tunggu juga tak kunjung mengalir kerumah warga sampai saat ini.



 Seharusnya air bersih ini sudah mengalir dan dinikmati oleh masyarakat,”sebutnya.



Dijelaskannya, dengan gagalnya pembangunan Pamsimas ini tentu sangat merugikan bagi masyarakat teluk kulbi.” Kalau seperti ini bagaimana bisa Desa kita mendapatkan bantuan lagi,” Bebernya.



Hal senada diungkapkan direktur bumdes desa teluk kulbi, Sudirmanzah. “Ia menyebut gagalnya pembangunan Pamsimas dikarenakan dana yang dikelola pengurus Pamsimas telah habis.



Rapat terakhir yang saya dengar, dana  246 juta untuk pembangunan pamsimas telah habis. Gagalnya air mengalir kerumah-rumah warga dikarenakan biaya pengeboran untuk sumur bor tidak terlaksana,” Sebutnya.



Ia menyebut, dana yang dikucurkan pemerintah pusat ke Kabupaten turun ke desa, untuk pembangunan pamsimas seakan-akan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat setempat.



  Harapan masyarakat kepada pemerintah, meminta agar yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan masalah ini. Agar masyarakat bisa menikmati program pemerintah ini, ” Pungkasnya.



Terpisah mantan Kades Teluk Kulbi Widodo, menyebut, ia sebagai mantan kades di Desa setempat sangat menyayangkan proyek Pamsimas dari pemerintah ini dibangun tidak dengan baik.



Gagalnya proyek Pamsimas tersebut, kata Widodo, diduga ada indikasi pengolaan dananya yang disalah gunakan.



Bila di temukan indikasi ketidak beresan dalam pengelolaan pekerjaan, kita berharap aparat terkait dapat mengusut tuntas kasus tersebut./pn
×
NewsKPK.com Update