Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Binaan Pelaihari Selalu Istiqomah Belajar Al Quran

Senin | 8/19/2019 WIB Last Updated 2019-08-19T12:44:17Z

Tanah Laut - Setelah sepekan yang lalu warga binaan yang ada Rumah Tahanan Negara Klas IIB Pelaihari mendapat pengobatan dengan terapi Al Qur’an (Ruqyah) dalam acara Ruqyah Massal kemari yang di gagas dua orang mahasiswa yang magang, Abdu Syahid dan Arina Rofikoh, hari ini mereka kembali mengadakan penyuluhan Agama kepada warga binaan yang ada didalam Rutan, Senin, 19 /08/2019.

Acara dibuka dengan sambutan Karutan Pelaihari, Budi Suharto " Terimakasih kami yang tak terhingga kepada adik-adik mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari (UINA) Banjarmasin yang lagi magang di Rutan  Pelaihari yang melaksanakan kegiatan seperti ini,saya sangat mengapresiasi " Ujar Budi Suharto.

" Kepada warga binaan saya berpesan apapun yang di sampaikan saya harap kalian bisa mendengarkan dengan baik sebagai bekal untuk kalian kembali kemasyarakat kelak,serta tak lupa saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada KH.Awang Fathuddin,S.Ag yang sudi datang dan memberikan Penyuluhan Agama semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua " harapnya.

Kemudian KH.Awang Fathuddin yang selain bekerja di Kemenag Tanah Laut,beliau juga pimpinan Pondok Pesantren Nur Ihya'iddin Sei Riam Pelaihari dalam ceramahnya mengatakan "  Bahwa Al- Qur'an adalah obat paling mujarab untuk segala macam penyakit medis maupun non medis bukanlah hal mudah. Namun, seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa Al Qur’an adalah obat yang utama".

Sejak awal abad ke-19 ahli kedokteran mulai menyadari adanya hubungan antara penyakit fisik dengan kondisi psikis manusia. Manusia bisa menderita gangguan fisik karena gangguan mental (somapsikotis) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (psikosomatis). Di antara berbagai faktor mental yang diidentifikasi memiliki potensi menimbulkan gejala tersebut adalah keyakinan agama. Hal ini antara lain disebabkan sebagian dokter beranggapan bahwa penyakit mental  (mental illness) tidak ada hubungannya dengan penyem-buhan medis.

" Agama membawa efek tenang Efek tenang yang ada pada agama sering dilakukan lewat doa, ritual, meditasi dan bentuk lain dari relaksasi tubuh. Sehingga, dengan ajaran keyakinan yang Anda miliki, Anda dapat mengurangi depresi dan stress pada fisik. Beberapa penelitian yang ditemukan, terkait bagaimana keyakinan dapat berdampak sangat baik bagi tubuh kita" Jelas KH.Awang Fathuddin.

Mengobati berbagai macam penyakit dengan Al Qur’an adalah ikhtiar besar tidak hanya membantu warga binaan agar dapat sehat dengan Al Qur’an, tapi juga terus mengajak warga binaan Rutan Pelaihari untuk tidak meninggalkan Al Qur’an, istiqomah membacanya, serta tekun melaksanakan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim.

mendapat pengobatan dengan terapi Al Qur’an (Ruqyah) dalam acara Ruqyah Massal kemari yang di gagas dua orang mahasisawa yang magang,Abdu Syahid dan Arina Rofikoh,hari ini mereka kembali mengadakan penyuluhan Agama kepada warga binaan yang ada didalam Rutan, Senin, 19 /08/2019.

Acara dibuka dengan sambutan Karutan Pelaihari, Budi Suharto " Terimakasih kami yang tak terhingga kepada adik-adik mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari (UINA) Banjarmasin yang lagi magang di Rutan  Pelaihari yang melaksanakan kegiatan seperti ini,saya sangat mengapresiasi " Ujar Budi Suharto.

" Kepada warga binaan saya berpesan apapun yang di sampaikan saya harap kalian bisa mendengarkan dengan baik sebagai bekal untuk kalian kembali kemasyarakat kelak,serta tak lupa saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada KH.Awang Fathuddin,S.Ag yang sudi datang dan memberikan Penyuluhan Agama semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua " harapnya.

Kemudian KH.Awang Fathuddin yang selain bekerja di Kemenag Tanah Laut,beliau juga pimpinan Pondok Pesantren Nur Ihya'iddin Sei Riam Pelaihari dalam ceramahnya mengatakan "  Bahwa Al- Qur'an adalah obat paling mujarab untuk segala macam penyakit medis maupun non medis bukanlah hal mudah. Namun, seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa Al Qur’an adalah obat yang utama".

Sejak awal abad ke-19 ahli kedokteran mulai menyadari adanya hubungan antara penyakit fisik dengan kondisi psikis manusia. Manusia bisa menderita gangguan fisik karena gangguan mental (somapsikotis) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (psikosomatis).

 Di antara berbagai faktor mental yangbini diidentifikasi memiliki potensi menimbulkan gejala tersebut adalah keyakinan agama. Hal ini antara lain disebabkan sebagian dokter beranggapan bahwa penyakit mental  (mental illness) tidak ada hubungannya dengan penyem-buhan medis.

" Agama membawa efek tenang Efek tenang yang ada pada agama sering dilakukan lewat doa, ritual, meditasi dan bentuk lain dari relaksasi tubuh. Sehingga, dengan ajaran keyakinan yang Anda miliki, Anda dapat mengurangi depresi dan stress pada fisik. Beberapa penelitian yang ditemukan, terkait bagaimana keyakinan dapat berdampak sangat baik bagi tubuh kita" Jelas KH.Awang Fathuddin.

Mengobati berbagai macam penyakit dengan Al Qur’an adalah ikhtiar besar tidak hanya membantu warga binaan agar dapat sehat dengan Al Qur’an, tapi juga terus mengajak warga binaan Rutan Pelaihari untuk tidak meninggalkan Al Qur’an dengan istiqomah membacanya, serta tekun melaksanakan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim.(Her)
×
NewsKPK.com Update