Tanah Laut - Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Klas IIB Pelaihari menggelar Sholat Idul Adha 1440 H kali ini di masjid Istiqomah yang ada didalam Rutan.Warga binaan yang beragama muslim berbondong-bondong melangkahkan kaki memasuki masjid tempat pelaksanaan shalat idul Adha hingga memenuhi teras dan lapangan depan mesjid,Minggu (11/08/2019).
Sejak pukul 07.00 WITA, mereka bersiap.
Satu per satu mereka keluar dari blok tahanan menuju Masjid, lengkap mengenakan pakaian sembahyang. Kemudian, masing-masing mereka membasuh diri dengan air wudhu intuk mempersiapkan Sholat Idul Adha
Kepala Rutan Pelaihari, Budi Suharto dan jajaran nya serta Warga binaan Rutan Pelaihari membaur bersama di Masjid Istiqomah yang ada didalam Rutan, bertindak sebagai imam dan khotib ialah Ustadz M.Sholihin dari Pesantren Raudatul Aamiin,Sholat dimulai pukul 07.30 WITA.
Usai shalat, khatib Ustadz M.Sholihi kemudian memberikan ceramah yang menjadi penyejuk bagi warga binaan yang terpisah dan jauh dari sanak saudara.
“ Bahwa hakekat berqurban ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim adalah sebagai lambang orang yang beriman, sedangkan Nabi Ismail adalah sebagai lambang dari harta benda dan jabatan yang kita miliki. Setiap takbir yang selalu dikumandangkan diharapkan tidak hanya gerak bibir, tetapi juga menyentuh hati bagi orang-orang yang beriman dan ikhlas menyisipkan harta benda mereka untuk berqurban,” ujar Ustadz M.Sholihin dalam khotbahnya.
" Mari kita mengaplikasikan makna Hari Raya Idul Adha ini kedalam diri kita untuk menjaga khatar atau lintasan hati sehingga menjadi manusia yang lebih baik bagi agama,masyarakat dan bangsa " ajak Ustadz M.Sholihin.
Sementara itu Karutan Pelaihari,Budi Suharto mengajak petugas serta warga binaan yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini, saling berjabat tangan, maaf memaafkan kemudian selanjutnya bersilaturahmi antara sesama warga binaan dan petugas Rutan.(Her)
Sejak pukul 07.00 WITA, mereka bersiap.
Satu per satu mereka keluar dari blok tahanan menuju Masjid, lengkap mengenakan pakaian sembahyang. Kemudian, masing-masing mereka membasuh diri dengan air wudhu intuk mempersiapkan Sholat Idul Adha
Kepala Rutan Pelaihari, Budi Suharto dan jajaran nya serta Warga binaan Rutan Pelaihari membaur bersama di Masjid Istiqomah yang ada didalam Rutan, bertindak sebagai imam dan khotib ialah Ustadz M.Sholihin dari Pesantren Raudatul Aamiin,Sholat dimulai pukul 07.30 WITA.
Usai shalat, khatib Ustadz M.Sholihi kemudian memberikan ceramah yang menjadi penyejuk bagi warga binaan yang terpisah dan jauh dari sanak saudara.
“ Bahwa hakekat berqurban ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim adalah sebagai lambang orang yang beriman, sedangkan Nabi Ismail adalah sebagai lambang dari harta benda dan jabatan yang kita miliki. Setiap takbir yang selalu dikumandangkan diharapkan tidak hanya gerak bibir, tetapi juga menyentuh hati bagi orang-orang yang beriman dan ikhlas menyisipkan harta benda mereka untuk berqurban,” ujar Ustadz M.Sholihin dalam khotbahnya.
" Mari kita mengaplikasikan makna Hari Raya Idul Adha ini kedalam diri kita untuk menjaga khatar atau lintasan hati sehingga menjadi manusia yang lebih baik bagi agama,masyarakat dan bangsa " ajak Ustadz M.Sholihin.
Sementara itu Karutan Pelaihari,Budi Suharto mengajak petugas serta warga binaan yang hadir untuk memanfaatkan momentum ini, saling berjabat tangan, maaf memaafkan kemudian selanjutnya bersilaturahmi antara sesama warga binaan dan petugas Rutan.(Her)

