Pekanbaru - Tim Opstib PKB 2019 kembali melaksanakan razia penertiban pajak kendaran bermotor. Lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan razia hari Kamis (08/08) ini adalah di Jl. Sudirman, tepatnya di depan Kantor Cab Bank Mandiri Syariah, Kota Dumai.
Seperti pada pelaksanaan razia sebelumnya, selain menertibkan kendaraan pribadi penunggak pajak, tim juga melakukan penertiban pada kendaraan angkutan umum, angkutan barang dan juga kendaraan dengan plat non-BM (plat nomor luar Prov Riau).
Dalam razia kali ini banyak pelanggar yang mengaku lupa untuk bayar pajak. Seperti diungkapkan Yanti (43), salah seorang pengendara R2 (roda dua) yang mengaku tidak tahu jika sepeda motor yang dipakainya saat itu sudah melewati masa jatuh tempo pembayaran pajaknya.
"Lupa saya, Pak. Ini pas razia saya baru tahu kalau motor saya sudah mati pajaknya. Tapi gak apa-apalah. Jadinya kan saya ingat buat bayar walau rugi sedikit soalnya kena denda," ungkapnya.
Selain mereka yang lupa membayar pajak, ada beberapa pengendara lain yang mengaku tidak tahu jika pajak kendaraan bermotor harua dibayarkan setiap tahunnya.
"Kirain saya pajaknya itu lima tahun sekali, pak. Kalau tahu pertahun ya pasti saya bayar, pak. Makanya saya PD (percaya diri) aja pas tadi dibilangin razia pajak. Soalnya gak merasa bersalah," ungkap murniati (30) yang terjaring petugas opstib saat pulang menjemput anaknya dari sekolah.
Dalam razia kali ini Tim Opstib berhasil menjaring 515 unit kendaraan R2 dan R4 dengan rasio pelanggaran sebesar 30,29%.
"Ada 156 unit kendaraan yang melanggar. 53 unit pelanggaran pajak kendaraan termasuk pengesahan tahunan dan perpanjangan. Kemudian juga ada 17 unit kendaran tanpa dokumen yang langsung diamankan oleh kawan-kawan dari kepolisian. Untuk tilang di tempat 46 unit dan 30 unit melakukan pembayaran pajak di tempat," ungkap Hendri, Ka Samsat Dumai sekaligus Koordinator Lapangan Opstib Dumai.
Melihat masih cukup rendahnya kesadaran warga dumai dalam membayar pajak kendaraan, Hendri juga menghimbau warga untuk dapat membayar pajak kendaraan sebelum jatuh tempo.
"Mari kita semua ikut berperan aktiv dalam pembangunan di Provinsi Riau ini. Salah satunya ya dengan membayar pajak. Karena uang pajak ini nantinya akan kembali ke daerah kita masing-masing sebagai modal pembangunan pemerintah daerah setempat," katanya.
Kasubid Penerimaan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Bapenda Riau sekaligus Koordinator Opstib PKB 2019, Bambang Feriyanto yang hadir di lokasibopstib mengucapkan terimakasih kepada warga Kota Dumai yang selalu membayar pajak kendaraan tepat pada waktunya.
"Terimakasih dari kami, selaku Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Riau kepada warga Kota Dumai atas partisipasinya dalam pembangunan daerah melalui pajak kendaraan. Mari bangun daerah kita dengan membayar pajak tepat waktu," ujarnya.
Seperti diungkapkan oleh Kepala Bapenda sebelumnya, bahwa razia pajak kendaraan bermotor untuk tahun 2019 ini akan dilaksanakan selama enam bulan kedepan terhitung bulan Juli hingga Desember 2019.
"Dari Juli hingga Desember ini Opstib akan kita gelar di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau. Selain edukasi kegiatan ini juga lebih kepada sosialisasi program-program keSamsatan serta pentingnya pajak untuk pembangunan daerah," ungkap Ka Bapenda.
Seperti diketahui bersama, Opstib PKB 2019 melibatkan sejumlah unsur dalam pelaksanaannya. Selain Tim Samsat Riau(Ditlantas Polda Riau, Bapenda Prov Riau dan PT Jasa Raharja) operasi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP serta Dinas Kesehatan Prov Riau dalam setiap pelaksanaanya.
Kepala Bapenda Prov Riau Drs H Indra Putrayana MSi mengungkapkan dalam kegiatan Opstib di Kota Dumai, selain penertiban pajak kendaraan tim juga melakukan aksi simpatik dengan membagikan ratusan masker yang merupakan bantuan dari PT Jasa Raharja untuk warga.
Selain membagikan masker, tampak pula aksi pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PT Jasa Raharja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Terlihat sejumlah pengendara sedang mengantri untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas di lapangan.
"Selain pembagian masker dan pengecekan kesehatan gratis, razia kali ini juga disupport oleh pihak Rotte Bakery yang membagi-bagikan roti gratis kepada pengendara yang melintas di lokasi razia," tutup Ka Bapenda.
(Sb)
Seperti pada pelaksanaan razia sebelumnya, selain menertibkan kendaraan pribadi penunggak pajak, tim juga melakukan penertiban pada kendaraan angkutan umum, angkutan barang dan juga kendaraan dengan plat non-BM (plat nomor luar Prov Riau).
Dalam razia kali ini banyak pelanggar yang mengaku lupa untuk bayar pajak. Seperti diungkapkan Yanti (43), salah seorang pengendara R2 (roda dua) yang mengaku tidak tahu jika sepeda motor yang dipakainya saat itu sudah melewati masa jatuh tempo pembayaran pajaknya.
"Lupa saya, Pak. Ini pas razia saya baru tahu kalau motor saya sudah mati pajaknya. Tapi gak apa-apalah. Jadinya kan saya ingat buat bayar walau rugi sedikit soalnya kena denda," ungkapnya.
Selain mereka yang lupa membayar pajak, ada beberapa pengendara lain yang mengaku tidak tahu jika pajak kendaraan bermotor harua dibayarkan setiap tahunnya.
"Kirain saya pajaknya itu lima tahun sekali, pak. Kalau tahu pertahun ya pasti saya bayar, pak. Makanya saya PD (percaya diri) aja pas tadi dibilangin razia pajak. Soalnya gak merasa bersalah," ungkap murniati (30) yang terjaring petugas opstib saat pulang menjemput anaknya dari sekolah.
Dalam razia kali ini Tim Opstib berhasil menjaring 515 unit kendaraan R2 dan R4 dengan rasio pelanggaran sebesar 30,29%.
"Ada 156 unit kendaraan yang melanggar. 53 unit pelanggaran pajak kendaraan termasuk pengesahan tahunan dan perpanjangan. Kemudian juga ada 17 unit kendaran tanpa dokumen yang langsung diamankan oleh kawan-kawan dari kepolisian. Untuk tilang di tempat 46 unit dan 30 unit melakukan pembayaran pajak di tempat," ungkap Hendri, Ka Samsat Dumai sekaligus Koordinator Lapangan Opstib Dumai.
Melihat masih cukup rendahnya kesadaran warga dumai dalam membayar pajak kendaraan, Hendri juga menghimbau warga untuk dapat membayar pajak kendaraan sebelum jatuh tempo.
"Mari kita semua ikut berperan aktiv dalam pembangunan di Provinsi Riau ini. Salah satunya ya dengan membayar pajak. Karena uang pajak ini nantinya akan kembali ke daerah kita masing-masing sebagai modal pembangunan pemerintah daerah setempat," katanya.
Kasubid Penerimaan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Bapenda Riau sekaligus Koordinator Opstib PKB 2019, Bambang Feriyanto yang hadir di lokasibopstib mengucapkan terimakasih kepada warga Kota Dumai yang selalu membayar pajak kendaraan tepat pada waktunya.
"Terimakasih dari kami, selaku Perwakilan dari Pemerintah Provinsi Riau kepada warga Kota Dumai atas partisipasinya dalam pembangunan daerah melalui pajak kendaraan. Mari bangun daerah kita dengan membayar pajak tepat waktu," ujarnya.
Seperti diungkapkan oleh Kepala Bapenda sebelumnya, bahwa razia pajak kendaraan bermotor untuk tahun 2019 ini akan dilaksanakan selama enam bulan kedepan terhitung bulan Juli hingga Desember 2019.
"Dari Juli hingga Desember ini Opstib akan kita gelar di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau. Selain edukasi kegiatan ini juga lebih kepada sosialisasi program-program keSamsatan serta pentingnya pajak untuk pembangunan daerah," ungkap Ka Bapenda.
Seperti diketahui bersama, Opstib PKB 2019 melibatkan sejumlah unsur dalam pelaksanaannya. Selain Tim Samsat Riau(Ditlantas Polda Riau, Bapenda Prov Riau dan PT Jasa Raharja) operasi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP serta Dinas Kesehatan Prov Riau dalam setiap pelaksanaanya.
Kepala Bapenda Prov Riau Drs H Indra Putrayana MSi mengungkapkan dalam kegiatan Opstib di Kota Dumai, selain penertiban pajak kendaraan tim juga melakukan aksi simpatik dengan membagikan ratusan masker yang merupakan bantuan dari PT Jasa Raharja untuk warga.
Selain membagikan masker, tampak pula aksi pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PT Jasa Raharja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Terlihat sejumlah pengendara sedang mengantri untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas di lapangan.
"Selain pembagian masker dan pengecekan kesehatan gratis, razia kali ini juga disupport oleh pihak Rotte Bakery yang membagi-bagikan roti gratis kepada pengendara yang melintas di lokasi razia," tutup Ka Bapenda.
(Sb)

