Kab.kampar Riau- Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa sei raja kec.kampar kiri kab.kampar propinsi Riau. Semua perangkat dan elemen desa kecewa atas tindakan kepala desa yang arogan dan keras kepala yang tidak kompromi dan musayarah dengan jajaran nya.
Dalam hal ini di ungkap oleh salah seorang tokoh masyarakat yang sangat terpercaya dan akurat yang tak sebut nama nya ke media sabtu 10/8/2019 menyampaikan bahwa kepala desa yang akrab si sapa "gopon" ini memimpin secara diktator tanpa ada menyerap aspirasi masyarakat dan musyawarah sehingga terjadi kegonjang ganjingan di tengah masyarakat tutur nya""
Contoh melaksanakan kegiatan pembangunan di desa mayarakat di harian kerja dengan upah Rp.100.000/kepala dengan banyak masyarakat yang bekerja akhir merasa dia rugi pekerjaan di stop,dan di robah sistim borongan ke pekerja tanpa ada di musyawarah kan hanya bikin kebijakan sendiri,ungkap nya,,
Ironis nya apa bila di tanyakan honor pengawasan kegiatan oleh perangkat nya apa jawaban kades kalian kan da ada gaji dari pemerintah ini lah tugas kalian mengawasi pekerjaan menirukan bicara kades
Lucu nya lagi Ketua BPD desa tidak di perkenan kan melihat RAB dan mempelajari RAB sebelum pengesahan oleh ketua BPD ..sebut nya..
Terpisah beber sumber
Aneh nya lagi lahan desa yang luas 3.8 hektar di kerjakan dan di olah oleh kepala desa tanpa musyawarah dengan tokoh masyarakat,sehingga sudah siap di tanami sawit,pertanyaan nya uang dari mana apa anggaran dari dana desa atau pakai uang pribadi nya kadesuntuk pembiayaan pengolahan lahan desa ini sampai hari ini tidak ada penjelasan dari kepala desa beber nya,,
Sikap dan kebijakan kepala desa ini jadi bahan gunjingan dan perbincangan di tengah masyarakat, aneh nya lagi kami dapat informasi bahwa ada bantuan bibit tanaman kehidupan dana perpedayaan masyarakat berupa bibit durian340 batang total harga/batang rp. 135.000 x340=45.900.000,00 ,mangga 340x85=28.900.000,00,dan jambu madu340x85.000=28.900.000,00 tambah gaji mandor rp.750.000 tambah upah muat bongkar 3.000.000 dan ongkos bibit rp8.500.000 dan plastik polibek rp.470.000 jadi total keseluruhan uang nyaTp.116.420.000. yang bersumber dari dana desa tahun 2018 sampai hari ini tak ada kami terima sebut sumber,,
Sehubungan dengan ini media mencoba konfirmasi minta penjelasan dan tanggapan melalui via telpon namaun tak pernah di angkat akhir nya berita ini di terbaitkan""
Masyarakat desa sungai raja mengharapkan kedepan hendak nya kepala desa dalam memimpin masyarakat nya dapat transparan dalam pengelolaan anggaran negara sehingga terhindar dari fitnah dan prasangka negatif dalam memimpin serta memberi kepercayaan dan tanggung jawab terhadap bawahan dan jajaran tutup nya.
Lp wrdls
Dalam hal ini di ungkap oleh salah seorang tokoh masyarakat yang sangat terpercaya dan akurat yang tak sebut nama nya ke media sabtu 10/8/2019 menyampaikan bahwa kepala desa yang akrab si sapa "gopon" ini memimpin secara diktator tanpa ada menyerap aspirasi masyarakat dan musyawarah sehingga terjadi kegonjang ganjingan di tengah masyarakat tutur nya""
Contoh melaksanakan kegiatan pembangunan di desa mayarakat di harian kerja dengan upah Rp.100.000/kepala dengan banyak masyarakat yang bekerja akhir merasa dia rugi pekerjaan di stop,dan di robah sistim borongan ke pekerja tanpa ada di musyawarah kan hanya bikin kebijakan sendiri,ungkap nya,,
Ironis nya apa bila di tanyakan honor pengawasan kegiatan oleh perangkat nya apa jawaban kades kalian kan da ada gaji dari pemerintah ini lah tugas kalian mengawasi pekerjaan menirukan bicara kades
Lucu nya lagi Ketua BPD desa tidak di perkenan kan melihat RAB dan mempelajari RAB sebelum pengesahan oleh ketua BPD ..sebut nya..
Terpisah beber sumber
Aneh nya lagi lahan desa yang luas 3.8 hektar di kerjakan dan di olah oleh kepala desa tanpa musyawarah dengan tokoh masyarakat,sehingga sudah siap di tanami sawit,pertanyaan nya uang dari mana apa anggaran dari dana desa atau pakai uang pribadi nya kadesuntuk pembiayaan pengolahan lahan desa ini sampai hari ini tidak ada penjelasan dari kepala desa beber nya,,
Sikap dan kebijakan kepala desa ini jadi bahan gunjingan dan perbincangan di tengah masyarakat, aneh nya lagi kami dapat informasi bahwa ada bantuan bibit tanaman kehidupan dana perpedayaan masyarakat berupa bibit durian340 batang total harga/batang rp. 135.000 x340=45.900.000,00 ,mangga 340x85=28.900.000,00,dan jambu madu340x85.000=28.900.000,00 tambah gaji mandor rp.750.000 tambah upah muat bongkar 3.000.000 dan ongkos bibit rp8.500.000 dan plastik polibek rp.470.000 jadi total keseluruhan uang nyaTp.116.420.000. yang bersumber dari dana desa tahun 2018 sampai hari ini tak ada kami terima sebut sumber,,
Sehubungan dengan ini media mencoba konfirmasi minta penjelasan dan tanggapan melalui via telpon namaun tak pernah di angkat akhir nya berita ini di terbaitkan""
Masyarakat desa sungai raja mengharapkan kedepan hendak nya kepala desa dalam memimpin masyarakat nya dapat transparan dalam pengelolaan anggaran negara sehingga terhindar dari fitnah dan prasangka negatif dalam memimpin serta memberi kepercayaan dan tanggung jawab terhadap bawahan dan jajaran tutup nya.
Lp wrdls


