ROTE NDAO - Sejumlah elemen Sipil di Jakarta Hingga Kabupaten Rote Ndao menyoal dan menantang Keras sejumlah Kebijakan Pemda Kabupaten Rote Ndao ,yang di angap telah merugikan daerah serta akan merusak lingkungan, protes tersebut disampaikan dengan cara berkirim surat ke Presiden RI,Mendagri,Menkumham,Menlinghub,Men-PAN RB RI,Gebernur,Maupun DPRD.
Surat yang ditandatagani oleh salah satu tokoh Budaya di Jakarta Sofia Henderina Nggebu, melalui Elemen Generasi Rote Memanggil yang tergabung di seluruh Indonesia ,Dalam perss realles menyampaikan sekaligus mempertanyakan alasan kebijakan yang di ambil oleh Bupati Rote Ndao,Paulina Bullu Haning, perihal 165 hari di bawah kepemimpinan Bupati Rote Ndao,Paulina Bullu Haning.
Pertama tama mengucapkan terima kasih yang mana Kabupaten Rote Ndao yang telah berdiri lebih kurang 17 tahun dan telah berganti tiga kepemimpinan dan kini dipimpin oleh Bupati seorang Perempuan yang satu satunya ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) dan seharusnya menjadi kebanggaan Masyarakat Rote Ndao sendiri.
Namun ternyata fenomena kepemimpinan Bupati Rote Ndao,Paulina Bullu Haning,justru ada sejumlah kebijakan yang diangap salah dan tidak sesuai aturan, yang diangap dilakukan secara sewenang wenang sebagai Kepala Daerah diantaranya sebagai berikut:
1)Mempekerjakan Kembali Para PNS Mantan Napi Koruptor yang sebelumnya sudah di Berhentikan berdasarkan Keputusan Bersama .2)Kebijakan Mengangkat Kembali Mantan Bupati Rote Ndao dua periode ,Drs Leonard Haning,MM yang adalah suami dari Bupati Rote Ndao saat ini Paulina Bullu Haning,sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah,padahal yang bersangkutan juga telah menjabat sebagai Ketua PKK Kabupaten Rote,dan juga Ketua Koni Kabupaten Rote Ndao.
3).Bupati Rote Ndao Paulina Bullu Haning,juga telah mengajukan ijin Diskresi tambang Galian C,kepada gubernur NTT,untuk ijin atas nama Drs Leonard Haning,MM .4)Menentang keras Rencana Penebangan Lanjutan 16 Pohon Mahoni(Pohon Pelindung) di lokasi areal Lapangan Bola Kaki Baa,dengan dalih penataan pembangunan Kota Baa,Sebab pohon pohon tersebut merupakan cerita sejarah para leluhur kami karena telah berumur ratusan tahun,sejak jaman belanda,an sesungguhnya menjadi ikon tersendiri bagi kota Kabupaten Rote Ndao.
dari keempat Kebijakan tersebut Kami Putra Putri Rote Ndao ,yang tergabung dalam Forum Rote Memanggil menilai bahwa,seluruh kebijakan yang diambil oleh Paulina Bullu Haning,telang melawan Program Nawacita Presiden RI,yang salah satunya adalah Revolusi Mental,sikap Bupati Rote Ndao,juga trlah menunjukan bahwa yang bersangkutan tidak taat azas,tidak taat terhadap sumpah jabatan sebagai Kepala Daerah Kabupaten Rote Ndao.
Kebijakan yang di keluarkan juga merupakan Kamu flase yakni mempertahankan Posisi Mantan Bupati Rote Ndao,Drs Leonard Haning,yang adalah suami Paulina Bullu Haning,untuk jabatan posisi strategis,agar tetap terlibat aktif mengarahkan serta mengambil keputusan dalam setiap kebijakan baik Fungsional maupun secara Struktural,dalam jalanya Roda Pemerintahan Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Paulina Bullu Haning juga diangap telah mengambil kebijakan yang kontra,tamak,kolusi,serta syarat Nepotisme maka akan berdampak pada Kolusi,terutama kebijakan guna kepentingan suaminya Drs Leonard Haning.MM.
Untuk itu kami meminta agar Bupati Rote Ndao,Paulina Bullu Haning,mempertimbangkan kembali seluruh kebijakanya terutama terkait Penebangan Sejumlah Pohon,karena akan merusak ekositim lingkungan,dan juga harus melalui Kajian yang matang dan komperehensif sebab Kabupaten Rote Ndao,sampai.saat ini belum memiliki Rencana tata ruang RT/RW sebagai Rujukan dasar.(AL).

