Notification

×

Iklan

Iklan

Karena Salah Satu Rekan Dari BEM-UNA Di Tahan, Polres Asahan Di Demo Mahasiswa

Selasa | 7/23/2019 WIB Last Updated 2019-07-23T15:27:21Z

Kisaran-Sumut. Aksi Unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hukum dan Tehnik Asahan di Mapolres jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Selasa 23/7/2019. Aksi BEM UNA ini menuntut agar rekan mereka sesama anggota BEM UNA yang saat ini di tahan, agar segera di Bebaskan.

Massa yang berjumlah 50 an orang dari fakultas Hukum dan Tekhnik tersebut melakukan aksi dengan membawa dengan spanduk dan alat peraga di kawal ketat oleh pihak kepolisian dari Polres Kabupaten Asahan berlangsung damai.

Korlap Sdr M. Nur Hidayat Manurung dengan  jumlah massa lebih kurang 50 orang. Mahsiswa Unfersitas Asahan dari dua jurusan yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Tenik Asahan  dibawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Selasa ( 23/07 2019) sekira  pukul 10.30 WIB. 

Menurut koordinatornya Nur Hidayat Manurung, aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk sepontanitas dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hukum dan Tehnik Universitas Asahan, karena rekan mereka, Safii di tahan pihak kepolisian Polres Asahan yang di sinyalir tanpa alasan jelas.

BEM UNA, dalam aksinya menuntut,
agar Kapolres asahan segera membebaskan Rekanan mereka Muhammad Syafi'i yang telah di tahan di Mapolres Asahan. Mereka juga mempertanyakan Dasar  penagkapan dan penetapan sebagai tersangka terhadap Muhammad Syafi'i, tanpa mengirimkan surat pemanggilan guna kepentingan pemeriksaan.

Selanjutnya massa juga meminta Kapolri, untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Asahan yang di duga telah mengkriminilisasi rekan juang mereka Muhammad Syafi'i dalam memperjuangkan keadailan Rakyat di Desa Teluk Dalam, Kabupaten Asahan beberapa waktu lalu.

Pukul 10.50 WIB sejumlah perwakilan massa di  terima di pintu gerbang Mapolres Asahan oleh Kasat Sabara AKP Julhazri. YS, Kasat Sabara yang menerima mereka, menyampaikan bahwa bapak Kapolres sedang tidak berada di tempat.

Sementara yang berada di Mapolres Waka Polres Kompol M. Taufik. Pengunjuk rasa pun Bersedia Masuk kehalaman Mapolres. Akan tetapi hanya bisa bertemu dengan Kabag Sumda setelah masuk kehalaman Mako Polres Asahan. 

Situasi sedikit memanas akibat massa merasa di bohongi akan keberadaan Pimpinan Kepolisian di Kabupaten Asahan tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, Pengunjuk rasa pun di bubarkan secara paksa oleh personil Polres Asahan di karenakan peserta aksi mengantongi izin aksi dari Polres Asahan.

Dengan perasaan kecewa dan tidak puas para peserta demo pun kemudian mengakhiri aksinya dengan membubarkan diri secara tertib. (Dani)
×
NewsKPK.com Update