Medan - Minggu malam bekisar pukul 23,15 wib Remaja laki-laki diduga mahasiswa ditemukan warga merangkak bersimbah darah ditrotoar jalan Gajah Mada dekat perempatan jalan Mojo Pahit
Warga berkerumun segera melakukan pertolongan pertama terhadap diduga korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang belakangan diketahui bernama Afdilah (19) dan melarikannya ke Rumah Sakit terdekat menggunakan Betor (becak betmotor)
Sopir Betor bersama warga sekitar saat tiba dihalaman rumah sakit umum Herna yang disusul oleh beberapa brimob yang bertugas patroli malam beberapa saat kemudian mengatakan korban sudah tidak terselamatkan nyawanya
"sudah meninggal anak itu, itu didalam rumah sakit" terang sopir Betor
Berselang beberapa menit tiba seorang pria tegap berkaos oblong kuning menggunakan sepeda motor mengaku anggota polsek medan baru dan langsung melakukan pengecekan mayat yang diduga korban penusukan oleh OTK
Seorang yang mengaku anggota polsek medan baru tersebut saat melalukan pengecekan didampingi Dokter jaga sembari memberi penjelasan singkatnya mengatakan tubuh korban tampak luka tusuk senjata tajam dibagian dada kiri diduga menembus jantung
Mengutip keterangan beberapa warga setempat yang membawa kerumah sakit mengatakan tidak mengetahui persis siapa teman korban saat itu, namun tampak ada dua wanita remaja sebayanya menggunakan sepeda motor berboncengan bersama-sama dengan korban
"yang satu tadi ikut kita kemari (rumah sakit_red), tapi hilang tidak ada kemari" warga menerangkan
"yang satu lagi tadi tinggal disana (tempat korban sebelum dibawa kerumah sakit) bercelana putih sudah terkena bercak darah" tambah warga yang menolong
Berselang hampir 1 jam tiba-tiba datang dua remaja sebaya korban mengaku teman korban sambil histeris teriak tidak mempercayai temannya (Afdilah_red) telah meninggal
"gak mungkin kawanku meninggal, gak mungkin, gak percaya aku, tadi masi sama kami duduk di warkop (warung kopi)" ucap teman korban sambil histeris
"tadi dia janji pergi enggak lama, abis terima telepon terus mau anterkan ceweknya bentar" tambah teman korban mulai reda
Teman korban yang reda dari histerisnya perlahan menceritakan sebelum dapat kabar korban meninggal dari telepon temennya yang lain, mengaku masih menunggu korban kembali setelah antar temen wanitanya yang pamit pada saat mereka duduk sama di warkop sejam yang telah lalu,
Namun teman korban yang semula histeris itu semakin gamblang bercerita kalau memang sebelumnya korban yang diduga korban tusuk sajam oleh OTK tersebut mempunyai persoalan terkait hubungan dengan teman wanitanya yang menelepon korban sebelum meninggalkan dia pamit mengantarkan temen wanitanya, lalu ditemukan warga dalam keadaan sekarat ditrotor jalan Gajah Mada perempatan jalan Mojo Pahit yang disinyalir bersama dua wanita dan meninggal saat tiba dirumah sakit.
"dia (korban_red) tadi ditelepon lalu pamit pergi, janji tidak lama tapi aku tunggui sampai 1 jam dapat kabar uda meninggal" terang teman korban yang histeris tadinya.heri
Warga berkerumun segera melakukan pertolongan pertama terhadap diduga korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang belakangan diketahui bernama Afdilah (19) dan melarikannya ke Rumah Sakit terdekat menggunakan Betor (becak betmotor)
Sopir Betor bersama warga sekitar saat tiba dihalaman rumah sakit umum Herna yang disusul oleh beberapa brimob yang bertugas patroli malam beberapa saat kemudian mengatakan korban sudah tidak terselamatkan nyawanya
"sudah meninggal anak itu, itu didalam rumah sakit" terang sopir Betor
Berselang beberapa menit tiba seorang pria tegap berkaos oblong kuning menggunakan sepeda motor mengaku anggota polsek medan baru dan langsung melakukan pengecekan mayat yang diduga korban penusukan oleh OTK
Seorang yang mengaku anggota polsek medan baru tersebut saat melalukan pengecekan didampingi Dokter jaga sembari memberi penjelasan singkatnya mengatakan tubuh korban tampak luka tusuk senjata tajam dibagian dada kiri diduga menembus jantung
Mengutip keterangan beberapa warga setempat yang membawa kerumah sakit mengatakan tidak mengetahui persis siapa teman korban saat itu, namun tampak ada dua wanita remaja sebayanya menggunakan sepeda motor berboncengan bersama-sama dengan korban
"yang satu tadi ikut kita kemari (rumah sakit_red), tapi hilang tidak ada kemari" warga menerangkan
"yang satu lagi tadi tinggal disana (tempat korban sebelum dibawa kerumah sakit) bercelana putih sudah terkena bercak darah" tambah warga yang menolong
Berselang hampir 1 jam tiba-tiba datang dua remaja sebaya korban mengaku teman korban sambil histeris teriak tidak mempercayai temannya (Afdilah_red) telah meninggal
"gak mungkin kawanku meninggal, gak mungkin, gak percaya aku, tadi masi sama kami duduk di warkop (warung kopi)" ucap teman korban sambil histeris
"tadi dia janji pergi enggak lama, abis terima telepon terus mau anterkan ceweknya bentar" tambah teman korban mulai reda
Teman korban yang reda dari histerisnya perlahan menceritakan sebelum dapat kabar korban meninggal dari telepon temennya yang lain, mengaku masih menunggu korban kembali setelah antar temen wanitanya yang pamit pada saat mereka duduk sama di warkop sejam yang telah lalu,
Namun teman korban yang semula histeris itu semakin gamblang bercerita kalau memang sebelumnya korban yang diduga korban tusuk sajam oleh OTK tersebut mempunyai persoalan terkait hubungan dengan teman wanitanya yang menelepon korban sebelum meninggalkan dia pamit mengantarkan temen wanitanya, lalu ditemukan warga dalam keadaan sekarat ditrotor jalan Gajah Mada perempatan jalan Mojo Pahit yang disinyalir bersama dua wanita dan meninggal saat tiba dirumah sakit.
"dia (korban_red) tadi ditelepon lalu pamit pergi, janji tidak lama tapi aku tunggui sampai 1 jam dapat kabar uda meninggal" terang teman korban yang histeris tadinya.heri

