Tanah Laut - Seperti di beberapa daerah lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel), stadion olahraga di Kabupaten Tanah Laut (Tala) juga belum memadai, bahkan Stadion Pertasi Kencana di Kota Pelaihari,Tala, kerap kebanjiran.
"Kalau pas hujan deras, lapangannya tergenang air," sebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tala Lutfiati Uyun, Selasa (17/6).
Pejabat eselon II di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan hal seperti lumayan sering terjadi. Karena itu pula Pemkab Tala saat ini merencanakan merelokasi stadion Pertasi Kencana ke tempat yang dinilai lebih baik. Termasuk dari aspek luasan areanya.
Uyun mengatakan area Stadion Pertasi Kencana di kawasan Jalan A Syairani yang letaknya bersebelahan dengan kantor bupati tersebut kurang memadai. "Kurang luas, kurang memenuhi syarat untuk lintasan. Penyerapan airnya juga kurang sehingga air mudah menggenang," tandasnya.
Lahan baru yang disiapkan untuk stadion Pertasi Kencana, sebut Uyun, yakni di wilayah Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari. Luasannya mencapai sepuluh hektare sehingga cukup memadai untuk membangun beragam fasilitas olahraga dan sarana pendukung lainnya.
Terkait rencana relokasi stadion tersebut, pihaknya telah mengonsultasikannya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Saat ini kami masih menunggu evaluasi dari Kemenpora," sebutnya.
Kepala Bidang Olahraga, Dispora Tala, Rudi Imtihamsyah menerangkan tim dari Kemenpora dijadwalkan datang ke Tala pada 24-25 Juni 2019 mendatang. Mereka akan melihat dari dekat kondisi Stadion Pertasi Kencana serta lokasi baru yang disiapkan Pemkab Tala.
Ia menyebutkan luas area Stadion Pertasi Kencana 52.812 meter persegi. Sementara area baru yang disiapkan di Desa Panggung jauh lebih luas. "Letaknya juga strategis karena berada di tepi Jalan Trans Kalimantan," tandas Rudi.
Pantauan di lokasi, Selasa (17/6) siang, kondisi Stadion Pertasi Kencana terkesan kurang terawat secara memadai. Sebagian area lapangan bolanya diselimuti rerumputan yang mulai meninggi, terutama di sisi tepi.
Di beberapa tempat di area lapangan juga tampak jelas gurat becek tanah yang mengering. Di sisi tepi terluar lapangan juga ada beberapa parit mini darurat untuk mengalirkan air dari lapangan ke selokan.
Area lintasannya masih berupa tanah merah. Di beberapa tempat kondisinya lembek bekas rendaman air hujan. Dedaunan kering pohon akasia pun bertebaran terutama di sisi terluar dekat papan nama bertuliskan Pertasi Kencana.
Rencana relokasi Stadion Pertasi Kencana tersebut mendapat respons beragam dari kalangan masyarakat Tala. Ada yang setuju, ada pula yang kurang sependapat.
"Saat ini masih banyak fasilitas publik terutama di perdesaan yang mendesak perlu ditangani, seperti jalan usahatani, jembatan desa, pengairan dan lainnya. Jadi, lebih baik mengoptimalkan pengelolaan stadion yang sudah ada saja," ucap M Hardiansyah, selaku Direktor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih.
Kalau sekadar karena lapangan kerap tergenang, menurut Hardiansyah hal itu masih bisa diatasi. "Ini kan persoalanya cuma karena salurannya terlalu kecil sehingga tak mampu menampung air hujan dari lapangan. Salurannya juga buntu, belum ada saluran pembuangnya ke area bertopografi rendah di sekitar pagar belakang stadion," cetusnya.
Dikatakannya, di belakang stadion juga masih ada lahan kosong milik Pemkab Tala yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan stadion Pertasi Kencana. "Jadi sebetulnya masih layak saja stadion ini," tandasnya. (Heryand)
"Kalau pas hujan deras, lapangannya tergenang air," sebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tala Lutfiati Uyun, Selasa (17/6).
Pejabat eselon II di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan hal seperti lumayan sering terjadi. Karena itu pula Pemkab Tala saat ini merencanakan merelokasi stadion Pertasi Kencana ke tempat yang dinilai lebih baik. Termasuk dari aspek luasan areanya.
Uyun mengatakan area Stadion Pertasi Kencana di kawasan Jalan A Syairani yang letaknya bersebelahan dengan kantor bupati tersebut kurang memadai. "Kurang luas, kurang memenuhi syarat untuk lintasan. Penyerapan airnya juga kurang sehingga air mudah menggenang," tandasnya.
Lahan baru yang disiapkan untuk stadion Pertasi Kencana, sebut Uyun, yakni di wilayah Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari. Luasannya mencapai sepuluh hektare sehingga cukup memadai untuk membangun beragam fasilitas olahraga dan sarana pendukung lainnya.
Terkait rencana relokasi stadion tersebut, pihaknya telah mengonsultasikannya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Saat ini kami masih menunggu evaluasi dari Kemenpora," sebutnya.
Kepala Bidang Olahraga, Dispora Tala, Rudi Imtihamsyah menerangkan tim dari Kemenpora dijadwalkan datang ke Tala pada 24-25 Juni 2019 mendatang. Mereka akan melihat dari dekat kondisi Stadion Pertasi Kencana serta lokasi baru yang disiapkan Pemkab Tala.
Ia menyebutkan luas area Stadion Pertasi Kencana 52.812 meter persegi. Sementara area baru yang disiapkan di Desa Panggung jauh lebih luas. "Letaknya juga strategis karena berada di tepi Jalan Trans Kalimantan," tandas Rudi.
Pantauan di lokasi, Selasa (17/6) siang, kondisi Stadion Pertasi Kencana terkesan kurang terawat secara memadai. Sebagian area lapangan bolanya diselimuti rerumputan yang mulai meninggi, terutama di sisi tepi.
Di beberapa tempat di area lapangan juga tampak jelas gurat becek tanah yang mengering. Di sisi tepi terluar lapangan juga ada beberapa parit mini darurat untuk mengalirkan air dari lapangan ke selokan.
Area lintasannya masih berupa tanah merah. Di beberapa tempat kondisinya lembek bekas rendaman air hujan. Dedaunan kering pohon akasia pun bertebaran terutama di sisi terluar dekat papan nama bertuliskan Pertasi Kencana.
Rencana relokasi Stadion Pertasi Kencana tersebut mendapat respons beragam dari kalangan masyarakat Tala. Ada yang setuju, ada pula yang kurang sependapat.
"Saat ini masih banyak fasilitas publik terutama di perdesaan yang mendesak perlu ditangani, seperti jalan usahatani, jembatan desa, pengairan dan lainnya. Jadi, lebih baik mengoptimalkan pengelolaan stadion yang sudah ada saja," ucap M Hardiansyah, selaku Direktor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih.
Kalau sekadar karena lapangan kerap tergenang, menurut Hardiansyah hal itu masih bisa diatasi. "Ini kan persoalanya cuma karena salurannya terlalu kecil sehingga tak mampu menampung air hujan dari lapangan. Salurannya juga buntu, belum ada saluran pembuangnya ke area bertopografi rendah di sekitar pagar belakang stadion," cetusnya.
Dikatakannya, di belakang stadion juga masih ada lahan kosong milik Pemkab Tala yang bisa dimanfaatkan untuk perluasan stadion Pertasi Kencana. "Jadi sebetulnya masih layak saja stadion ini," tandasnya. (Heryand)

