Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Kiriman' PTPN IV Unit Kebun Bah Birong Ulu Rusak Fasilitas Pertanian Dan Jembatan Desa Suka Mulia Dan Desa Pinang Ratus

Minggu | 5/19/2019 WIB Last Updated 2019-05-19T13:27:11Z

Simalungun-Sumut. Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan membuat warga Nagori Pinang Ratus, Kecamatan Jorlang Hatatan, Kabupaten Simalungun, resah. Pasalnya, sejak bergantinya tanaman kebun PTPN IV unit Bah Birong Ulu dari tanaman Teh menjadi kelapa sawit, setiap musim hujan tiba, lahan pertanian milik warga  kebanjiran, bahkan sampai merusak akses jembatan, tembok irigasi yang ada di bawah lahan kebun. 

Seperti hujan yang terjadi terus-menerus kemarin, sebuah jembatan penghubung antara Nagori Pinang Ratus dengan Suka Mulia tidak bisa di lalui akibat hancur terkeruk oleh derasnya air banjir kiriman dari hulu kebun unit Bah Birong Ulu. Tidak hanya itu, tembok parit irigasi persawahan pun roboh sepanjang 30 meter saat hujan sejak siang hingga sore, dan berlanjut hingga malam hari kemarin.

Salah seorang warga Pinang Ratus, Charles Rumapea kepada reporter mengaku kecewa. Saat in aksesnya untuk pergi kesawah dan ladang  warga tergantung dengan jembatan tersebut, karena lokasi sawah ada di seberang.

"Gimana warga ga kesal dengan kondisi jembatan yang sudah setahun lebih tidak bisa di lalui dengan kendaraan ini, pak? Sawah kami ada di seberang jembatan ini, di desa Suka Mulia". Ucapnya kesal. saat in akses ya untuk pergi kesawah dan ladang  warga tergantung dengan jembatan tersebut.

Pantauan reporter di lokasi, beberapa petani yang sedang membawa pupuk, harus turun dari sepeda motor lalu mengangkutnya dengan berjalan kaki keseberang sejauh 300 meter lebih. Kondisi ini ditambahkan Charles akibat luapan air yang berasal dari hulu lahan HGU milik PTPN IV. warga juga menuding luapan air yang tak terbendung tersebut sejak pergantian tanaman teh menjadi tanaman sawit, beberapa tahun yang lalu

Tidak hanya Charles warga lain yang juga petani di Nagori Suka Mulia berpendapat sama. Pak Adi sudah puluhan tahun berdomisili di Nagori Suka Mulia, sebelum pernah ada banjir seperti sekarang ini  Menurutnya sejak hampir 2 periode pergantian tanaman teh menjadi sawit inilah yang mengakibatkan luapan air yang semakin besar di desa mereka.

"Dulu kebun Bah Birong Ulu waktu masih tanaman Teh, dan tidak pernah air meluap besar hingga menyebabkan banjir, dan merusak irigasi dan jembatan yang di kampung kami ini", tuturnya kesal.

"Bahkan akibat derasnya luapan air dari lahan HGU PTPN IV ini tanaman padi saya hanyut usai di panen", kesalnya lagi.

Kedua warga ini berharap pemerintah Kabupaten segera memperbaiki jembatan penghubung 2 desa mereka, dan robohnya dinding parit irigasi yang baru di bangun sekira 1 tahun 3 bulan yang lalu. Kepada pihak PTPN IV khususnya unit kebun bah Birong Ulu agar segera memberikan bantuan perbaikan nyata bukan janji-janji belaka kepada warga, tapi pengerjaannya tidak pernah terealisasi. (Umri)
×
NewsKPK.com Update