Notification

×

Iklan

Iklan

Keren! 73 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Kali Pertama Adanya Festival Paragat Tuak Di Sumatera Utara

Selasa | 4/09/2019 WIB Last Updated 2019-04-08T23:58:57Z
Simalungun-Sumut. Festival perdana seni budaya paragat, atau menyadap air nira yang merupakan ciri khas batak. Festival uni di adakan di Open Stage, Kota Parapat, Kecamatan Girsang sirpangan bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu 6/4/2019. Di ikuti oleh peserta dari 7 kecamatan yang ada di sekitar Fanau Toba, seperti Kecamatan Pamambean Panei, Sidamanik, Panei, Pematang Sidamanik, Samosir, dan beberapa peserta yang dari luar Kabupaten Simalungun. Festival paragat ini di laksanakan guna melestarikan adat dan budaya penyadap tuak yang merupakan budaya batak agar terus di lestarikan oelh para generasi muda.

Sudah 73 tahun bangsa ini merdeka, dan untuk yang pertama kali perises pengambilan air nira atau tuak ini di perlombakan. Air nira atau kenal dengan sebutan tuak merupakan minuman khas Suku Batak yamg memiliki banyak manfaat bagi tubuh peminumnya, jika tidak berlebihan.

Sebanyak 450 peserta antusias mengikuti festival paragat tersebut. Tujuan di adakannya acara ini guna mengangkat derajat dan taraf perekonomian para paragat. Tidak hanya itu, festival ini juga sebagai penghargaan profesi para paragat, karena profesi tersebut tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang. Selain itu juga untuk mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan paragat di daerah yang memiliki tradisi tersebut.

Festival paragat ini turut di hadiri jajaran kecamatan, pecinta budaya yang berasal dari luar daerah, seperti Mitra Tapanuli yang jauh1jauh datang dari Pulau Batam. Kepada awak media Robert Gultom mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan memberi apresiasi kepada  panitia yang mengadakan festival paragat ini. "Festival ini merupakan yang pertama kali di adakan setelah 73 tahun bangsa ini merdeka", tuturnya di selah-selah kegiatan.

Dirinya menambahkan, "Kegiatan ini sejatinya untuk mengangkat kebudayaan suku batak ke taraf nasional, khususnya Paragat. Dia berharap, festival ini menjadi agenda tahunan oelh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara khususnya,", tutupnya

Festival paragat ini juga memperlimbakan cara proses penyadapan air nira, hingga menjadi tuak untuk di minum. (Umri)
×
NewsKPK.com Update