Pangkalan Kerinci - Sudah hampir tiga bulan hasil dari fenomena ikan mati di sepanjang aliran sungai kampar yang di mulai dari kecamatan Pelalawan sampai kecamatan teluk meranti tidak kunjung ada.
Beberapa tahun belakangan ini, Sepanjang aliran sungai kampar sering terjadi banyaknya ikan yang mati yang belum tahu penyebab kepastiannya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan Tengku Wahidudin saat dikonfirmasi awak media (25/03/2019) pada saat turun tangga dari lantai 2 di Kantor Bupati sambil berjalan menyampaikan bahwa hasil dari Balai Budidaya Air Tawar wilayah jambi sudah ada dan silahkan datang kekantor.
Dari hasil pantauan awak media di lapangan datang kekantor Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan (26/03/2019 pukul 08.30) Kepala Dinas belum masuk kantor dan ditanyai kepada salah satu staff Dinas Perikanan menyampaikan bahwa hasil cek laboratorium belum ada.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pelalawan Suprianto S.P dan termasuk Calon Legislatif DPRD Propinsi Riau Daerah Pemilihan Pelalawan-Siak dari Partai PDI-P saat dikonfirmasi awak media (19/03/2019) menyampaikan kisah lama "Saya apakah itu benar atau tidak, tetapi dulunya saya sekolah menggunakan perahu pompong dari penyalai sampai ke rantau baru/ desa pangkalan baru. Saya dulunya tidak ada mendengar adanya ikan-ikan yang mati seperti kondisi saat sekarang banyak ikan yang mati".
Tetapi semenjak adanya beberapa perusahaan di wilayah pemerintahan Kabupaten Pelalawan dan ini terjadi berbagai jenis ikan-ikan yang sering mati dan ini sangatlah perlu adanya pengkajian dan penelitian yang serius, yang benar juga jujur.
Saya hanya bilang tidak ada ditutup-tutupi dan seluruh instansi terkait dengan dampak lingkungan harus berbicara jujur hasilnya. Tidak mungkin sebanyak itu ikan yang mati itu tidak ada sebab dan itu pasti ada sebabnya, maka dari pada itu kita selalu menwgaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan kami dari Fraksi PDI-P selalu berpandangan bahwa hasil secara kongkrit tentang ikan-ikan mati di aliran sungai kampar yang selalu terjadi di desa sering dan desa-desa lainnya sepanjang aliran sungai kampar sampai ke Kecamatan Teluk Meranti.
Permasalahan ikan mati selalu dipersoalan keadaan cuaca, keadaan lingkungan, dulunya tidak ada pernah ada ikan yang mati sampai sebanyak itu. Dan dulunya air sepanjang aliran sungai kampar dapat diminum dan untuk mandi.
Sesuai dengan fungsi dan tupoksi harus tegas melakukan pekerjaan itu sesuai yang diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apa bila terdapat pelanggaran yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, cabut izinnya Tegas Suprianto S.P. ( sbr)
Beberapa tahun belakangan ini, Sepanjang aliran sungai kampar sering terjadi banyaknya ikan yang mati yang belum tahu penyebab kepastiannya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan Tengku Wahidudin saat dikonfirmasi awak media (25/03/2019) pada saat turun tangga dari lantai 2 di Kantor Bupati sambil berjalan menyampaikan bahwa hasil dari Balai Budidaya Air Tawar wilayah jambi sudah ada dan silahkan datang kekantor.
Dari hasil pantauan awak media di lapangan datang kekantor Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan (26/03/2019 pukul 08.30) Kepala Dinas belum masuk kantor dan ditanyai kepada salah satu staff Dinas Perikanan menyampaikan bahwa hasil cek laboratorium belum ada.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pelalawan Suprianto S.P dan termasuk Calon Legislatif DPRD Propinsi Riau Daerah Pemilihan Pelalawan-Siak dari Partai PDI-P saat dikonfirmasi awak media (19/03/2019) menyampaikan kisah lama "Saya apakah itu benar atau tidak, tetapi dulunya saya sekolah menggunakan perahu pompong dari penyalai sampai ke rantau baru/ desa pangkalan baru. Saya dulunya tidak ada mendengar adanya ikan-ikan yang mati seperti kondisi saat sekarang banyak ikan yang mati".
Tetapi semenjak adanya beberapa perusahaan di wilayah pemerintahan Kabupaten Pelalawan dan ini terjadi berbagai jenis ikan-ikan yang sering mati dan ini sangatlah perlu adanya pengkajian dan penelitian yang serius, yang benar juga jujur.
Saya hanya bilang tidak ada ditutup-tutupi dan seluruh instansi terkait dengan dampak lingkungan harus berbicara jujur hasilnya. Tidak mungkin sebanyak itu ikan yang mati itu tidak ada sebab dan itu pasti ada sebabnya, maka dari pada itu kita selalu menwgaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan kami dari Fraksi PDI-P selalu berpandangan bahwa hasil secara kongkrit tentang ikan-ikan mati di aliran sungai kampar yang selalu terjadi di desa sering dan desa-desa lainnya sepanjang aliran sungai kampar sampai ke Kecamatan Teluk Meranti.
Permasalahan ikan mati selalu dipersoalan keadaan cuaca, keadaan lingkungan, dulunya tidak ada pernah ada ikan yang mati sampai sebanyak itu. Dan dulunya air sepanjang aliran sungai kampar dapat diminum dan untuk mandi.
Sesuai dengan fungsi dan tupoksi harus tegas melakukan pekerjaan itu sesuai yang diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apa bila terdapat pelanggaran yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, cabut izinnya Tegas Suprianto S.P. ( sbr)

