ROTE NDAO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Kabupaten Rote Ndao melakukan pemeriksaan mendadak terhadap Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba'a.
Kedatangan Para Anggota DPRD dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, pada Jumad (03/01/2020) siang
Hadir juga beberapa Anggota DPRD Rote Ndao diantaranya Ketua Fraksi Perindo Gustaf Folla, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Denison Mooy, ketua Bapemperda DPRD Rote Ndao Charlie Lian, Anggota Fraksi Hanura DPRD Rote Ndao Mesakh Zadrak Lonak.
Saat sidak, Wakil ketua DPRD Paulus Henuk SH bersama beberapa Anggota memantau langsung beberapa ruangan rawat inap yang ada di Rumah Sakit tersebut termasuk ruang IGD, selain itu para Anggota Dewan juga berkomunikasi secara langsung dengan beberapa Pasien dan keluarga pasien yang ada di Rumah Sakit,turut hadir Direktur RSUD Ba’a dr Ady dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg. Suardi
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paulus Henuk, SH.pada kesempatan itu memberikan Apresiasi kepada manajemen Rumah Sakit yang telah menjaga kebersihan Rumah sakit secara baik, sehingga dari aspek kebersihan RSUD Ba'a sudah cukup baik, diharapkan hal ini dipertahankan dan ditingkatkan.
Sementara itu dari sisi kondisi gedung RSUD Sendiri, Paulus Menilai Gedung terlihat sangat mewah jika dilihat dari luar, namun sayangnya kemegahan gedung yang dilihat dari luar berbanding terbalik dengan kondisi dalam Gedung Rumah sakit
Fatalnya masih banyak Kran Air yang tidak berfungsi,sehinga distribusi air ke masing-masing ruangan juga tidak berjalan dengan baik parahnya terkadang air tidak mengalir sama sekali ke beberapa ruang rawat nginap.
Sedangkan kondisi fisik bangunan terlihat ada beberapa Keramik pada dinding gedung tembok terlihat sudah copot dari tempatnya, AC di beberapa ruang rawat nginap termasuk ruang IGD rusak dan tidak berfungsi akibatnya pasien kepanasan dan tidak nyaman, pelayanan Petugas di RSUD Ba'a juga terlihat masih kurang ramah.
Selain itu juga ditemukan adanya pekerjaan rumah sakit oleh kontraktor yang belum selesai padahal waktu kontrak sudah selesai, untuk itu dewan meminta agar pemerintah perlu menerapkan sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang ada
Parahnya banyak ruangan yang belum terpakai (useless), banyak peralatan yang rusak, kontraktor yang mengerjakan pengadaan peralatan untuk peningkatan daya listrik di RSUD tidak sanggup melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga tidak tersedia daya listrik yang memadai untuk mensuport kebutuhan rumah sakit.
Pada kesempatan itu, mereka juga memeriksa ruang mesin, saat itu dewan menemukan kondisi Automatic Swits dari listrik ke genset rusak sehingga genset tidak bisa digunakan pada saat listrik dari PLN padam.
Hal ini berakibat fatal untuk kondisi pasien,kondisi rumah sakit gelap gulita saat Listrik PLN padam.
Wakil Ketua DPRD, menilai kondisi tenaga medis di rumah sakit masih sangat kurang baik Dokter Spesialis, bidan, maupun perawat
Peralatan-peralatan Laboratorium juga tidak luput dari pantauan anggota DPRD, ketua Fraksi PDI-P Denison Mooy menilai peralatan Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Ba'a masih sangat minim,
Obat-obatan juga ketersediaannya sangat kurang sehingga keluarga pasien yang melakukan perawatan di Rumah Sakit harus menebus obat diluar rumah sakit.
Sementara itu, Ketua Fraksi Perindo Gustaf Folla meminta agar pemerintah kususnya manajemen rumah sakit perlu memperhatikan peningkatan SDM baik dari sisi kuantitas maupun kualitas tenaga medis
Gustaf mengatakan Rumah Sakit Memerlukan Personalia yang handal untuk mengurus masalah SDM yang ada maupun yang mampu merencanakan kebutuhan SDM.
Sedangkan Ketua Bapemperda DPRD Rote Ndao, Charle Lian yang dikonfirmasi mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan rumah sakit yang baik maka perlu adanya peningkatan managerial baik dibidang Clinis maupun non clinis (menegement rs),
Perlu juga dilakukannya training-training untuk peningkatan pelayanan terutama di front office sehingga setiap pasien dan keluarga bisa nyaman pada saat datang ke rumah sakit.
Sementara itu, Anggota Fraksi Hanura, Mesakh Zadrak Lona menyoroti soal ketersediaan mobil ambulance dan sopir agar pelayanan kepada para pasien tidak terhambat.
Menurut Mesakh, untuk memenuhi kebutuhan para pasien perlu ditambahkan mobil ambulance dan sopir agar pelayanan lebih kepada masyarakat tidak terhambat
Paulus Henuk menambahkan, guna mewujudkan pelayanan rumah sakit yang maksimal maka manajemen rumah sakit perlu menerapkan punishment and reward system sehingga setiap SDM yang ada di Rumah Sakit bisa lebih profesional.
Sehinga bagi tenaga medis yang berprestasi harus diberikan reward sedangkan bagi yang kurang dan berkinerja kurang baik harusnya diberi sanksi.
Paulus berharap Ke depan harus diupayakan supaya seminimal mungkin pasien-pasien dari Rote Ndao tidak lagi rujuk keluar daerah yang menyebabkan perputaran uang lebih banyak keluar dari rote.
Paulus juga Menyoroti Maslah Grade Rumah Sakit yang saat ini hanya mendapatkan Grade D dimana Grade tersebut merupakan grade terendah sehingga dibutuhkan kerja keras semua pihak untik meningkatkan grade minimal menjadi C dan seterusnya menjadi B.
Para wakil rakyat juga meminta agar jangan sampai terjadi lagi pasien yang datang ataupun keluar dari RSUD dengan mobil sewaan atau mobil truk,namun haris mengunakan Ambulans "kalau bisa pak direktur lebih pada sistim perbaikan antar jemput pasien dengan Ambulans agar lebih di prioritaskan cepat dan tepat ungkapnya.
Para wakil rakyat juga berjanji kedepan akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong penganggaran prioritas pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan memuaskan(AL).

