Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wow...!! Soal Dugaan Manipulasi Dana HUT Ke-13 Batubara, Ini Komentar 'ACI' & 'IPK'

Kamis | 12/12/2019 WIB Last Updated 2019-12-12T13:03:20Z
Batu Bara - 'The specialis outside of Linning Sector' atau istilah pasarannya 'Pemain luar garis dan dibelakang layar', mungkin demikian gelar keahlian spesial yang pantas disematkan kepada SM sang oknum ASN provsu, meski notabene bertugas sebagai Ka. UPT Dinsdik di 3 kabupaten, nampaknya tak lantas membuat dirinya sibuk memajukan sistem pendidikan ditingkatan SMA dan SMK se-wilayah tugasnya.

Buktinya SM lah yang masih terus disebut-sebut merupakan pemeran utama dibalik layar CV. Yohara Gemilang (CV. YG) selaku pihak Event Organizer (EO) pelaksana tunggal kegiatan Hari Jadi kabupaten Batu Bara ke 13 (baca: HUT ke 13 Batu Bara). Walau berulang kali ia membantah kala ditanya sejumlah wartawan atas dugaan sebagai pihak pemenang tender acara tahunan yang sengaja digelar oleh pihak pemkab setempat.

Namun banyak bukti yang menyebutkan, bahwa sejatinya SM lah The Big Boss dibalik pelaksana kegiatan HUT ke 13 Batu Bara yang berbiaya FANTASTIS itu. Keberadaan SM selaku oknum dibelakang yang mem-Backup EO CV. Yohara Gemilang pun semoga bukan fitnah, sebab berdasarkan penelusuran sejumlah awak media, baik kepala OPD maupun staf bidang Kesra pada sekretariat Daerah juga membenarkan keterlibatan SM sebagai pihak pemenang tender kegiatan.

Entah benar atau salah, yang jelas jika terbukti maka SM pun patut diduga telah menyalahgunakan wewenang jabatannya untuk kepentingan memperkaya diri sendiri, termasuk dugaan penyelewengan anggaran kegiatan yang mengiringi sisi buruk dari pelaksanaan HUT ke 13 kabupaten Batu Bara yang telah kelar dilaksanakan beberapa waktu kemarin.

Bahkan lebih parahnya lagi, semua biaya yang seharusnya wajib dikeluarkan dalam belanja kegitan diduga kuat masih banyak yang diselewengkan oleh EO penyelenggara, tetkait soal banyaknya penyelewengan dalam kegiatan HUT Batu Bara kali ini juga diungkap oleh Juru Bicara LSM Advokasi Citra Independen (ACI), Bambang Irawan.

Kepada beberapa awak media, Kamis (12/12/2019) diuraikan Bambang bahwa selain penyelewengan biaya sewa stand yang telah diungkapkan KAMPAK terdahulu, belanja sewa meja kursi senilai total Rp. 24.700.000 pun juga dimanipulasi oleh EO pelaksana.

"Kami sudah inventarisir jumlah seluruh kursi plastik yang disewa, tak cuma harga sewa saja yang di manipulasi, tapi jumlah kursi yang disewa pun sangat tidak sesuai dengan anggaran dalam RAPK. Demikian di daftar RAPK ada penyewaan kursi sofa seharga Rp. 6 juta, tapi kenyataannya tidak kami ada 1 sofa pun diletakkan dalam acara saat itu", ungkapnya.

Lebih lanjut dibeberkan Bambang, terkait pengadaan 3 unit generator yang seharusnya disiapkan E dengan nilai anggaran Rp. 22.900.000 (baca: dua puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah), ternyata masih dimaipulasi juga oleh CV. Yohara Gemilang sebab fakta dilapangan hanya terdapat sebanyak 2 unit generator (genset -red) saja dan itupun dihadirkan EO setelah sehari acara tersebut berjalan.

"Kami juga berencana akan membuat laporan temuan tersebut baik ke BPK RI maupun ke ranah hukum, dengan tujuan agar uang rakyat tidak se-enaknya dipermainkan untuk memperkaya diri sendiri oleh seorang oknum ASN, apalagi oknum tersebut merupakan seorang pejabat di Pemprov Sumut", tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) kabupaten Batu Bara, Zulham Efendi juga menyesalkan tindakan atas dugaan 'Manipulasi' seluruh biaya dalam kegiatan HUT ke-13 kabupaten Batu Bara. "IPK Batu Bara mengutuk keras 'Manipulasi' anggaran dalam acara Hari Jadi Kabupaten Batu Bara kemarin", tegasnya.

"Kami mneyesalkan telah terjadinya dugaan segala manipullasi dana yang dilalukan oleh oknum EO tersebut, tolong jangan jadikan pesta rakyat Batu Bara sebagai ajang untuk meperkaya diri. Yang paling kami sesalkan, kenapa dengan biaya sebesar Rp. 1,5 M lebih ternyata cuma menghasilkan acara yang tidak berkualitas. Acaranya monoton dan jauh dari kata semarak, bahkan kami melihat sendiri masyarakat Batu Bara begitu tidak antusias hadir ssperti pada HUT Batu Bara sebelumnya", ujar putra daerah kelahiran desa Simpang Dolok tersebut.

Oleh karenanya Zulham berharap agar pemerintah setempat, dalam hal ini Pemkab Batu Bara, dapat benar-benar selektif dalam segala aspek. "IPK memghimbau agar kedepan, Pemkab Batu Bara menyerahkan segala pekerjaan kepada ahlinya. Atau istilah populernya, tetap memprioritaskan prinsip 'The Right Man On The Right Place", kata Zulham menutup perbincangan. (BP-7)
×
NewsKPK.com Update