ROTE NDAO – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi membuka Pameran Pembangunan dan Expo UMKM sejak 1 Agustus sebagai awal pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Rote Ndao. Sejumlah arena ditampilkan dengan berbagi Produk dari para UMKM maupun para OPD selain itu berbagai macam jajanan serta beraneka Produk kerajinan tangan juga ikut berpatisipasi menjajakan berbagai Produk
Selain itu ada berbagai macam permainan Adu ketangkasan mulai dari Lempar bola basket,lempar gelang dan sejumlah ketangkasan berhadiah lainya
Kegiatan yang akan berlangsung sepanjang bulan Agustus ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak, Ba’a, dan disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai wilayah.
Ditengah ramainya Malam panggung Hiburan serta berbagai acara publik di hebohkan dengan ulah oknum GB yang di sebut di tunjuk oleh Panitia pelaksana Kegiatan untuk Melakukan pungutan terhadap para Pemilik Stan adu ketangkasan serta pemilik Stan Lotre berhadiah
Pungutan tersebut bervariasi dari para pemilik Stan adu ketangkasan. Di pungut 1,5 juta (satu juta lima ratus ribu rupiah) sedangkan dari para Pemilik STAN Lotre berhadiah di pungut 5,200 000 dengan alasan akan di serahkan dan di bagikan guna pengaman kepada Pihak Sat Reskrim Polres Rote Ndao,Intel,Polsek Lobalain dan juga Wartawan Desk Rote Ndao
Berdasarkan informasi tersebut beberapa Pemilik Stan Lotre maupun Adu ketangkasan ketika di konfirmasi wartawan pada Sabtu 8/8 membenarkan hal tersebut
Dikisahkan ST salah satu pemilik Stan Lotre berhadiah membenarkan bahwa dirinya menyetor uang senilai 5 .200 000(Lima juga Dua Ratus Ribu rupiah) kepada Oknum GB karena memang oknum GB lah yang keliling kepada kami para pemilik Stan menarik uang .
Ketika disingung Wartawan soal apakah uang tersebut untuk di bayar kepada Pemda sebagai sewa tempat kembali di Katakan ST bahwa tidak demikian namun uang tersebut ya harus di setor apabila ingin membuat stan usaha Lotre
Ketika kembali di tanyakan Kapasitas apa si oknum GB ini? Kembali di jelaskan ST bahwa saya juga tidak tahu tapi memang kami setor uang pada GB
Selain itu ST,hal senada juga dikatakan dua Orang Pemilik Stan Lotre bahwa Memang sejak awal Oknum GB sudah membuat Grup khusus bahkan mengundang para pemilik Stan Lotre berhadiah untuk Rapat internal mereka bahkan pada saat rapat di larang membawa handphone,awalnya jumlah kami banyak tapi karena biaya yang di tentukan sangat besar sehingga ada beberapa Pemilik Stan yang akhirnya batal
Dan saya sudah setor diambil langsung oleh GB kami semua ada Total 8 orang Berjumlah 42 000.000 (empat puluh dua juta rupiah) dan itu belum termasuk para pemilik Stan adu ketangkasan
Dan memang kami para Pemilik stand Lotre menyetor secara Cash uang senilai 5,200 000 Karena didatangi langsung oleh oknum GB
Bahkan dalam penjelasan di Grup maupun secara langsung Oknum GB mengatakan bahwa uang tersebut diserahkan kepada Bag Reskrim senilai 10 juta,bag Intel senilai 20 juta,dan Grup Wartawan terdiri dari dua Kubu dan juga 3,5 juta untuk pihak Polsek Lobalain
Berdasarkan informasi tersebut Oknum yang melakukan pungli Guntur Bartels Ketika dikonfirmasi Wartawan Sabtu 8/8 sore mengatakan " kalau bisa pertemukan saya dengan orang yang menyampaikan hal tersebut bahkan meminta untuk bertemu wartawan
Untuk itu Maka Kapolres Rote Ndao diminta untuk segera memangil dan memeriksa Oknum yang telah mencoreng Citra Polri Maupun Wartawan jika tidak maka
DPD SMSI Rote Ndao maupun Pers Rote Ndao Akan segera Mengambil langkah hukum

