Tanjab Barat - Dana desa seharusnya dimanfaatkan oleh pihak desa dengan sebaik-baiknya dan dalam pengelolaan dana tersebut seharusnya diketahui dan melibatkan masyarakat desa itu sendiri,namun pada faktanya dilapangan masih banyak masyarakat desa yang ternyata sama sekali mengaku tidak mengetahui bagaimana proses pembahasan dan realisasi dana desa tersebut19/12.
Hal ini kami temui dari hasil investigasi kami dilapangan dimana beberapa masyarakat desa sungai badar ternyata sebagaian besar belum memahami tentang dana desa tersebut.
Menurut salah satu LSM setempat biasa disapa Roni mengatakan" bagaimana masyarakat bisa tau dan mengerti, sedangkan sumber dana pembiayaan pembangunan nya saja tidak tertera dalam papan merek proyek tersebut, lalu dari mana kita bisa katakan proyek tersebut dari dana desa?. Ujarnya.
Dalam pembangunan rabat beton TA 2019 ini, Diduga ada pembengkakan anggaran yang disengaja dan tidak sesuai dengan hasil dilapangan sebab kegiatan ini tidak tidak dicantumkan nya tahun anggaran dalam pengerjaan proyek rabat beton didesa sungai badar, kecamatan Batang asam, kabupaten Tanjab barat,prov Jambi ini.
Kemudian dalam hal ini kami juga minta komentar pada seseorang yang bisa bekerja sebagai tukang bangunan didaerah tersebut berisinal (TM) mengenai besaran biaya sebuah proyek rabat beton dengan volume demikian tersebut, Menurut nya" biaya pembangunan rabat beton semacam ini dengan ukuran lebar 2mX panjang 130 meter, dengan ketebalan lebih kurang 15cm apalagi dibangun di atas tanah yang memang sudah keras, dengan dana sebesar Rp 158 JT lebih. "menurut saya itu sebuah biaya yang sangat pantastis untuk proyek semacam ini.ujarnya.
Kepada kami beliau menuturkan"contohnya pembangunan rabat beton didesa tetangga yang masih satu kecamatan dengan desa sungai badar, dalam proyek yang sama dibangun pada tahun lalu,harga material tahun lalu dengan tahun ini kenaikan nya kan tidak begitu jauh, kemudian contah pembangunan jalan beton didesa tetangga tersebut bahkan dengan volume yang lebih besar ketimbang volume jalan beton didesa sungai badar ini yaitu dengan ukuran lebih kurang lebar 2m X panjang 256meter dengan dana Rp 155.880.000. dengan dana yang lebih kecil namun kerjanya hampir dua kali lipat bukan?.tambahnya.
Dalam hal ini kami juga mengkompirmasi pihak desa sungai badar melalui pjs kepala desa nya berisinal ibu (AR) terkait tidak adanya tahun anggaran di dalam papan merek proyek rabat beton tersebut,kemudian mengenai besaran anggaran untuk pembangunan rabat beton tersebut, kepada kami beliau mengatakan" mengenai tidak adanya tahun anggaran di papan kegiatan, hal itu menurut pendamping desa hal itu tidak menjadi masalah, dan tim audit dari inspektorat sudah datang melihat kegiatan pembangunan desa ini, ucapnya.kemudian mengenai besarnya biaya anggaran proyek tersebut hal itu silahkan temui tim TPK desa oleh pak kadus 1, pak jon, tambah nya.
Kepada kami ketua tim TPK pak kadus 1 pak jon, beliau menjelaskan" anggaran proyek jalan rabat beton tersebut memang sebegitu adanya, pembuatan RAB nya kita rapatkan bersama,bahkan semuanya dana itu habis untuk proyek tersebut bahkan tidak ada sisa nya, ujarnya.
Dalam hal ini pihak inspektorat pusat maupun daerah dan BPK provinsi Jambi diminta agar dapat mengkaji ulang hasil audit yang katanya dimana beberapa waktu lalu pihak inspektorat dan BPK sudah melakukan audit terkait dengan realisasi dana desa sungai badar tersebut dan mendapat hasil nilai baik.
Hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat agar tidak menimbulkan penilaian yang buruk Di mata masyarakat,sebab tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama " main mata" antara pihak desa dengan tim audit pemerintah tersebut.ujar anggota LSM ,Roni./Ngl.
Hal ini kami temui dari hasil investigasi kami dilapangan dimana beberapa masyarakat desa sungai badar ternyata sebagaian besar belum memahami tentang dana desa tersebut.
Menurut salah satu LSM setempat biasa disapa Roni mengatakan" bagaimana masyarakat bisa tau dan mengerti, sedangkan sumber dana pembiayaan pembangunan nya saja tidak tertera dalam papan merek proyek tersebut, lalu dari mana kita bisa katakan proyek tersebut dari dana desa?. Ujarnya.
Dalam pembangunan rabat beton TA 2019 ini, Diduga ada pembengkakan anggaran yang disengaja dan tidak sesuai dengan hasil dilapangan sebab kegiatan ini tidak tidak dicantumkan nya tahun anggaran dalam pengerjaan proyek rabat beton didesa sungai badar, kecamatan Batang asam, kabupaten Tanjab barat,prov Jambi ini.
Kemudian dalam hal ini kami juga minta komentar pada seseorang yang bisa bekerja sebagai tukang bangunan didaerah tersebut berisinal (TM) mengenai besaran biaya sebuah proyek rabat beton dengan volume demikian tersebut, Menurut nya" biaya pembangunan rabat beton semacam ini dengan ukuran lebar 2mX panjang 130 meter, dengan ketebalan lebih kurang 15cm apalagi dibangun di atas tanah yang memang sudah keras, dengan dana sebesar Rp 158 JT lebih. "menurut saya itu sebuah biaya yang sangat pantastis untuk proyek semacam ini.ujarnya.
Kepada kami beliau menuturkan"contohnya pembangunan rabat beton didesa tetangga yang masih satu kecamatan dengan desa sungai badar, dalam proyek yang sama dibangun pada tahun lalu,harga material tahun lalu dengan tahun ini kenaikan nya kan tidak begitu jauh, kemudian contah pembangunan jalan beton didesa tetangga tersebut bahkan dengan volume yang lebih besar ketimbang volume jalan beton didesa sungai badar ini yaitu dengan ukuran lebih kurang lebar 2m X panjang 256meter dengan dana Rp 155.880.000. dengan dana yang lebih kecil namun kerjanya hampir dua kali lipat bukan?.tambahnya.
Dalam hal ini kami juga mengkompirmasi pihak desa sungai badar melalui pjs kepala desa nya berisinal ibu (AR) terkait tidak adanya tahun anggaran di dalam papan merek proyek rabat beton tersebut,kemudian mengenai besaran anggaran untuk pembangunan rabat beton tersebut, kepada kami beliau mengatakan" mengenai tidak adanya tahun anggaran di papan kegiatan, hal itu menurut pendamping desa hal itu tidak menjadi masalah, dan tim audit dari inspektorat sudah datang melihat kegiatan pembangunan desa ini, ucapnya.kemudian mengenai besarnya biaya anggaran proyek tersebut hal itu silahkan temui tim TPK desa oleh pak kadus 1, pak jon, tambah nya.
Kepada kami ketua tim TPK pak kadus 1 pak jon, beliau menjelaskan" anggaran proyek jalan rabat beton tersebut memang sebegitu adanya, pembuatan RAB nya kita rapatkan bersama,bahkan semuanya dana itu habis untuk proyek tersebut bahkan tidak ada sisa nya, ujarnya.
Dalam hal ini pihak inspektorat pusat maupun daerah dan BPK provinsi Jambi diminta agar dapat mengkaji ulang hasil audit yang katanya dimana beberapa waktu lalu pihak inspektorat dan BPK sudah melakukan audit terkait dengan realisasi dana desa sungai badar tersebut dan mendapat hasil nilai baik.
Hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat agar tidak menimbulkan penilaian yang buruk Di mata masyarakat,sebab tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama " main mata" antara pihak desa dengan tim audit pemerintah tersebut.ujar anggota LSM ,Roni./Ngl.

