Notification

×

Iklan

Iklan

Kritik Adalah Bagian dari Masyarakat

Sabtu | 6/01/2019 WIB Last Updated 2019-06-01T11:26:06Z
Pekanbaru - Riau -Maulana Syaifurrasyid Ketua Umum HIMAPUGA Menyapaikan," Bahwa sanya, kemampuan mengkritik terkadang dijadikan ukuran tingkat kecerdasan seseorang.
Semakin mampu seseorang mengkritik, semakin cerdas pula orang tersebut dianggap. Sepertinya kita memang dibesarkan dan dididik untuk menjadi manusia-manusia kritikus.tutur Ketua Umum HIMAPUGA 1/6.


Lanjutnya Dari kecil kita sering terlibat dalam mencari letak kesalahan dari pada mencari solusi, lebih sering mencari siapa yg harus bertanggung jawab dari pada bekerjasama menyelesaikannya bersama-sama, Lebih sering membicarakan kekurangan daripada memuji kelebihan pihak lain, Kebiasaan-kebiasaan seperti itulah yang sedikit banyak berperan menciptakan manusia terbiasa fokus pada sisi yg buruk saja. Apabila orang lain mengemukakan sebuah ide, pendapat atau konsep yang kelemahannya terlihat oleh kita, langsung kita “gatal" kalau tidak mengkritik..ucap ketua umum HIMAPUGA


Ketua umum HIMAPUGA  menambah lagi, Bahwa memberi ide yang lebih baik atau ide untuk melengkapi dan menyempurnakan, tetapi sebaliknya kita selalu memikirkan dan mengangkat sisi negatifnya. Mengapa demikian ? karena sadar atau tidak, kritis sudah menjadi bagian dari diri kita.ucapnya ketua umum HIMAPUGA


Lanjutnya..Saya bukan Anti terhadap “tukang kritik”. Karena kritik mengkritik sebenarnya bukanlah hal yang buruk, malah sebaliknya bisa menjadi vitamin dan motivator bagi pihak yg dikritik. Kritik yang disampaikan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran adalah kritik yang sangat bermanfaat. Istilahnya orang-orang “kritik membangun”.


Tapi kalau seandainya kita berpikir lebih jauh lagi, menyempurnakan ide yang kurang sempurna atau yang tidak sesuai dengan pola pikir kita, tidak selalu harus menggunakan kritik, apalagi kritik menjatuhkan,Bisa Dengan cara sebaliknya Yaitu memberi ide lain yg benar-benar baru / orisinil yang lebih baik. Atau bisa juga hanya dengan membantu memberi ide yang bersifat memperbaiki bagian yang menurut kita kurang baik.tutur Maulana Syaifurrasfid


Ditempat terpisah Wakil Gubernur Mahasiswa FH UIR Pekanbaru menuturkan lebih banyak “orang Cerdas” yang hanya pandai mengkritik tetapi tak mampu memberikan ide yang lebih baik dari pada ide yang sedang ia kritik. Orang-orang jenis ini sebenarnya hanya pandai melihat sisi negatif orang lain atau memang benar-benar pintar, hanya saja kreatifitas dia sering tertutup oleh kebiasaan kritik mengkritik, sehingga bukan mustahil dirinya juga menjadi kurang percaya diri untuk mengemukakan ide.


Takut berbuat salah, malu kalau ternyata idenya tidak diterima, keliru dan lantas dikritik habis-habisan, Jadi hanya melontarkan kritik tanpa dasar, tanpa penjelasan, tidak ada uraian dan masukan apapun yang bisa dia angkat. Dalam berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun maya, semuanya perlu belajar untuk melihat semua hal dari sisi positif.ucapnya wakil Gubernur mahasiswa FH UIR pekanbaru


Lanjutnya..! Perlu belajar Berkontribusi memberi ide positif yang mencerahkan daripada menebar kritikan semata-mata yang semakin membuat kita menjadi manusia-manusia yang terbiasa melihat dari sisi negatif dan memenuhi pikiran dengan muatan negatif.
Pungkasnya mengakhiri pembicaraannya.

Lp(snsi/S@/)
×
NewsKPK.com Update