Notification

×

Iklan

Iklan

Saat Ditanya Dugaan Pungli PTSL, Pokmas Kelurahan Mustika Jaya Menghindar

Selasa | 1/11/2022 WIB Last Updated 2022-01-11T04:58:42Z



Kota Bekasi - Praktik pungutan liar dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau lebih dikenal dengan program sertifikat Jokowi terungkap setelah sejumlah warga Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi mengaku dipungut biaya Rp. 1.000.000 Hingga Rp. 1.500.000


Seperti diketahui, pada dasarnya biaya PTSL adalah sepenuhnya gratis dan ditanggung pemerintah. Namun, jika masyarakat diharuskan membayar biaya tertentu, maka menurut SKB 3 Menteri tentang PTSL adalah bahwa program ini dikenakan biaya maksimal Rp.150.000 dan tidak boleh lebih dari itu.


Salah seorang warga RW 05 Kelurahan Mustika Jaya mengaku dirinya dipungut biaya sertifikat PTSL dari 



"Pengurus pokmas disini meminta angka 

Rp. 1.000.000 hingga Rp. 1.500.000, dengan dalih mengurus sertifikat," ucapnya, Kamis (05/01/22) lalu.


Hal ini juga dibenarkan warga RW 20 sebut saja M. Dirinya mengatakan biaya pembuatan sertifikat PTSL dipungut biaya jutaan rupiah yang dilakukan oleh pengurus RT RW.


Padahal dirinya sudah menyebutkan aturan dari pemerintah pusat untuk pembuatan sertifikat PTSL hanya 150 ribu.


"Tapi kok disini mencapai jutaan ya," ucapnya kepada media ini.


Menanggapi pungli pembuatan sertifikat PTSL di wilayah kelurahan mustika jaya,Usman Purwanto selaku ketua umum LSM LK2D (Lembaga Kajian Kebijakan Daerah) menyayangkan sikap dari pengurus pokmas yang melakukan pungutan pengurusan sertifikat PTSL melebihi aturan 


"Saya kira ada dugaan pungli PTSL yang dilakukan oknum Pokmas mengalir ke oknum Lurah yang bertugas menandatangani berkas maupun Warkah yang harus dilengkapi," ucap Usman


Usman meminta kepada Inspektorat kota Bekasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap pokmas ataupun RT RW yang melakukan pungutan pengurusan sertifikat PTSL melebihi aturan.


"Kami menduga oknum Lurah menerima dana pungli dari Pokmas.


Ketika dimintai keterangan, Pokmas Mustika Jaya Banthir selalu menghindar untuk dimintai keterangan.


Dirinya juga berdalih bahwa pengurusan sertifikat PTSL sudah sesuai aturan.


"Sudah sesuai aturan bang, mohon maaf saya lagi ketemu temen saya diluar," kilah Banthir.


Diketahui saat ini sudah masuk tahun anggaran baru namun sertifikat belum juga terselesaikan, warga sangat resah sertifikatnya belum jadi juga tutup Usman. (YS)

×
NewsKPK.com Update